26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 172

Siswi MI di Sukaraja Sukabumi Terluka Diduga Akibat Food Tray MBG, Video Viral di Medsos

0

Wartain.com || Sebuah video berdurasi sekitar 30 detik yang memperlihatkan seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cirumput, Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, mengalami luka di bagian jari tangan, ramai beredar di media sosial.

Peristiwa itu diketahui terjadi pada Senin pagi (6/3/2026), saat siswi tersebut tengah mengikuti program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya. Luka terjadi ketika ia memegang wadah makanan atau ompreng (food tray) yang digunakan dalam program tersebut.

Kepala MI Cirumput, M. Ruslan Fahrul, menjelaskan bahwa pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan memberikan penanganan medis kepada siswi yang terluka. Ia menegaskan, persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Begitu menerima laporan, kami langsung merespons dan memastikan siswa mendapatkan penanganan yang cepat. Video yang beredar sebenarnya awalnya dibuat untuk keperluan laporan internal kepada pihak dapur, karena luka yang dialami cukup serius dan mengeluarkan darah,” ujar Ruslan, Rabu (8/3/2026).

Ia menyebutkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan catatan sekolah, insiden serupa terkait teknis wadah makanan sebenarnya pernah terjadi hingga empat kali. Namun sebelumnya hanya berupa luka ringan, sehingga ditangani secara internal tanpa dilaporkan ke penyedia makanan.

Ruslan juga mengungkapkan, sempat terjadi ketegangan dengan orang tua siswa akibat miskomunikasi. Saat orang tua datang untuk meminta penjelasan, pihak koordinator program MBG di sekolah sedang fokus pada aktivitas lain sehingga terjadi kesalahpahaman.

“Kami memahami reaksi orang tua. Kami juga menyampaikan permohonan maaf, baik kepada keluarga siswa maupun pihak dapur, atas ketidaknyamanan yang terjadi. Tentu ini bukan hal yang diharapkan,” katanya.

Meski demikian, ia menilai secara umum program MBG di sekolahnya mendapat tanggapan positif, baik dari siswa maupun orang tua. Ke depan, pihak sekolah berkomitmen meningkatkan koordinasi agar pelaksanaan program berjalan lebih aman.

Di sisi lain, orang tua siswi, Ujang Roji (47), menyatakan pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan memilih menyelesaikannya secara kekeluargaan tanpa menempuh jalur hukum.

Ia mengaku sempat terkejut saat mengetahui anaknya, Safa Nafisa Rosdiani (9), mengalami luka. Namun setelah mendapat penjelasan dari pihak sekolah dan pengelola dapur, persoalan dinilai telah selesai dengan baik.

“Awalnya tentu kami kaget, tapi setelah ada komunikasi yang difasilitasi sekolah dan pihak dapur, semuanya menjadi jelas dan bisa diselesaikan,” ungkap Ujang.

Ujang juga mengapresiasi respons cepat dari pihak sekolah dan tim dapur yang langsung mendatangi kediamannya. Ia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, terutama dalam meningkatkan komunikasi antar pihak.

“Kami berterima kasih atas respons cepatnya. Harapannya ke depan komunikasi bisa lebih baik agar jika ada masalah bisa segera ditangani,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Pasirhalang 2, Faisal Septian, mengatakan pihaknya baru mengetahui insiden tersebut setelah menerima laporan dari sekolah. Menurutnya, tim dapur langsung merespons dengan menyampaikan permohonan maaf serta menawarkan bantuan biaya pengobatan.

“Kami sempat mengira masalah ini sudah selesai karena tidak ada laporan lanjutan. Namun kami kaget ketika kejadian ini viral di media sosial,” kata Faisal.

Ia menambahkan, pihaknya telah kembali mendatangi sekolah untuk menggali kronologi secara lebih rinci serta bertemu dengan keluarga siswa guna memastikan penyelesaian berjalan baik.

Terkait isu adanya kejadian serupa sebelumnya, Faisal menegaskan bahwa pihaknya baru kali ini menerima laporan resmi terkait wadah makanan yang berpotensi melukai siswa.

“Bagi kami, satu kejadian saja sudah menjadi evaluasi penting. Ke depan kami akan memperketat proses pengecekan kelayakan food tray sebelum didistribusikan,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihak SPPG berkomitmen meningkatkan standar pengawasan di dapur agar seluruh perlengkapan yang digunakan benar-benar aman bagi siswa.

“Keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas. Kami akan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” tutupnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Inspirasi Aji Kakang: Sulap Kopi Keliling Jadi Bisnis Mewah Beromzet Jutaan di Cikembar

0
Oplus_131072

Wartain.com || Siapa sangka, bisnis kopi keliling jika ditekuni dengan konsep kekinian bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan. Hal ini dibuktikan oleh Aji Kakang (40), seorang pelaku UMKM asal Bojong Kidul yang kini sukses menjalankan usahanya di wilayah Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.

Setiap harinya, Aji berkeliling menjajakan kopi dengan omzet yang fantastis, yakni di kisaran Rp1 juta hingga Rp3 juta per hari. Angka ini dicapai berkat keberaniannya menyajikan menu kopi yang biasanya hanya ditemukan di kafe-kafe mahal.

“Awalnya saya melihat peluang kopi kekinian sangat diminati. Saya coba bawa ke jalanan dengan konsep yang lebih terjangkau,” ujar Aji saat ditemui di sela aktivitas berdagangnya di Cikembar, Rabu (8/4).

Berbeda dengan pedagang kopi seduh plastik pada umumnya, Aji menawarkan varian menu populer seperti Kopi Susu Gula Aren, Americano, hingga Matcha. Meski kualitas rasanya bersaing dengan produk kafe, ia tetap mematok harga ekonomis demi menjangkau semua kalangan masyarakat.

“Satu gelas harganya mulai dari Rp8.000 sampai Rp9.000 saja. Murah, tapi rasanya tetap kami jaga,” tambahnya.

Kesuksesan Aji tidak datang begitu saja. Ia mengaku merintis usaha ini dengan modal yang cukup besar untuk ukuran pedagang keliling, yakni sekitar Rp80 juta. Modal tersebut ia alokasikan untuk peralatan berkualitas dan bahan baku terbaik agar pelanggan puas.

Meski sudah memiliki penghasilan yang stabil, Aji tidak lantas berpuas diri. Ia memiliki target besar untuk mengembangkan sayap bisnisnya di masa depan.

“Harapannya usaha ini semakin lancar. Ke depan, saya berencana menambah tiga unit sepeda lagi agar bisa melayani lebih banyak pelanggan di area lain,” ungkap Aji optimistis.

Kisah Aji Kakang menjadi inspirasi bagi warga lokal bahwa sektor kopi keliling, jika dikelola dengan produk yang tepat dan pemilihan lokasi yang strategis, mampu menjadi penggerak ekonomi yang menjanjikan di wilayah Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Vin)

Distan Sukabumi Perkuat Sinergi Lintas Sektor Demi Ketahanan dan Kemandirian Pangan

0

Wartain.com || Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi terus mengintensifkan kerja sama dengan berbagai pihak sebagai upaya strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Langkah ini dilakukan di tengah berbagai tantangan, mulai dari dampak perubahan iklim, ketidakstabilan harga, hingga persoalan distribusi hasil pertanian.

Untuk itu, Distan menggandeng sejumlah mitra strategis seperti Bulog, kelompok tani, asosiasi beras, hingga penangkar benih guna memperkuat sistem pertanian secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, menegaskan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam menjaga kestabilan pangan di daerah.

“Kami terus membangun sinergi, mulai dari penyediaan benih berkualitas, peningkatan produktivitas, hingga penyerapan hasil panen. Ini penting untuk melindungi petani sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang stabil,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga menjawab berbagai isu strategis nasional, seperti ketersediaan stok beras, stabilitas harga, dan penguatan rantai distribusi pangan lokal. Dalam forum koordinasi yang digelar, Bulog menyatakan komitmennya untuk terus menyerap gabah dan beras dari petani Sukabumi.

Hal ini dinilai penting dalam menjaga keseimbangan harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan pasokan di pasar. Di sisi lain, Asosiasi Beras Sukabumi juga didorong untuk kembali aktif dalam mempromosikan produk beras lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Termasuk memanfaatkan peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah digalakkan pemerintah pusat. Aep menilai, program tersebut membuka peluang besar bagi petani Sukabumi untuk terlibat dalam rantai pasok pangan skala nasional.

“Kebutuhan beras dalam program MBG sangat besar. Ini menjadi kesempatan bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperluas pasar,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Mengenal RM Alakadarna, Tempat Makan Favorit dengan Menu Pepes Ikan Mas Andalan

0

Wartain.com || Bagi para pecinta kuliner yang berkunjung ke kawasan pesisir Palabuhanratu, Rumah Makan (RM) Alakadarna di Jalan KP Jayanti, Desa Jayanti, menjadi salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Berdiri sejak tahun 2015, rumah makan ini konsisten menyajikan hidangan khas Sunda dengan sentuhan hasil laut yang segar. Rabu, 8 April 2026.

Karena letaknya yang strategis di dekat pantai, RM Alakadarna menonjolkan berbagai olahan ikan sebagai menu utamanya. Pengunjung dapat menikmati variasi menu mulai dari cumi-cumi, ikan jangilus, hingga berbagai olahan ikan nila. Namun, yang menjadi primadona dan paling diburu pelanggan adalah pepes ikan mas yang dikenal memiliki bumbu meresap dan tekstur yang lembut.

Selain hasil laut, tersedia pula pilihan menu rumahan lainnya seperti tempe orek, daging ayam, ati ampela, hingga semur telur. Untuk melengkapi pengalaman bersantap, RM Alakadarna menyediakan berbagai minuman kemasan dingin di dalam kulkas.

Satu hal yang membuat rumah makan ini selalu ramai adalah sistem pelayanannya. Pengunjung yang makan di tempat dipersilakan mengambil nasi sepuasnya dengan metode prasmanan. Meski menawarkan kebebasan dan rasa yang otentik, harga yang dibanderol terbilang sangat terjangkau bagi semua kalangan. Bagi pelanggan yang terburu-buru, RM Alakadarna juga melayani pembelian untuk dibawa pulang (bungkus).

Cita rasa yang kuat, terutama pada sambal khasnya, menjadi alasan mengapa pelanggan terus kembali. Menariknya, rumah makan ini memiliki aturan operasional yang cukup unik dibandingkan tempat lain. Jika biasanya rumah makan ramai di akhir pekan, RM Alakadarna justru memilih untuk tutup pada hari Jumat.

Rudi (44), pemilik RM Alakadarna, mengungkapkan bahwa konsistensi rasa dan kenyamanan pelanggan adalah kunci utama usahanya bertahan selama lebih dari satu dekade.

“Kami memang mengedepankan konsep kekeluargaan. Silakan ambil nasi sepuasnya, yang penting pelanggan puas dan kenyang. Untuk menu, pepes ikan mas memang yang paling spesial di sini. Mengenai libur di hari Jumat, itu sudah menjadi keputusan kami sejak awal untuk beristirahat dan beribadah,” ujar Rudi saat ditemui di lokasi.

Bagi Anda yang ingin berkunjung, RM Alakadarna mulai melayani pelanggan setiap harinya (kecuali Jumat) mulai pukul 07.00 WIB hingga 20.00 WIB.***

Editor : Aab Abdil Malik

(Yosep)

DPRD Evaluasi Kinerja Pemkab, LKPJ Bupati Sukabumi 2025 Dibahas Secara Mendalam

0

Wartain.com || Rapat kerja pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Sukabumi Tahun Anggaran 2025 digelar di Aula Dinas Perhubungan, Selasa (7/4/2026).

Agenda tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, dengan melibatkan jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris Daerah Ade Suryaman hadir bersama sejumlah kepala perangkat daerah untuk mengikuti pembahasan yang menjadi bagian penting dalam evaluasi kinerja pemerintah selama satu tahun terakhir.

Dalam forum tersebut, Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali menegaskan bahwa LKPJ merupakan instrumen utama dalam menilai akuntabilitas kepala daerah kepada masyarakat melalui DPRD.

“Melalui pembahasan ini, kami tidak hanya melihat capaian secara administratif, tetapi juga menilai sejauh mana kebijakan pemerintah berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara komprehensif dengan memberikan berbagai catatan strategis.

Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi pijakan dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas program pemerintah ke depan. Proses diskusi berlangsung dinamis, dengan berbagai pandangan dan masukan dari anggota DPRD yang disampaikan secara konstruktif.

Hal tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Budi juga menekankan pentingnya menjaga hubungan sinergis antara legislatif dan eksekutif. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan memperkuat arah pembangunan daerah.

“Dengan komunikasi yang baik dan kerja sama yang solid, kami optimistis Kabupaten Sukabumi dapat terus berkembang dan menghadirkan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat,” katanya.

Rapat kerja ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan dan anggota DPRD, Inspektorat, Bapperida, BPKAD, serta jajaran pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. Melalui forum ini, diharapkan setiap kebijakan yang dijalankan pemerintah tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

SDN Sirnagalih Rutinkan Senam Pagi: Perkuat Karakter dan Kesiapan Belajar Siswa

0
Oplus_131072

Wartain.com || SDN Sirnagalih, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengintensifkan kegiatan senam pagi rutin setiap Rabu sebagai upaya meningkatkan kebugaran fisik dan fokus belajar siswa.

Kegiatan yang dipusatkan di lapangan sekolah ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari siswa kelas 1 hingga 6, jajaran guru, hingga staf kependidikan.

Senam pagi ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari program kokurikuler dan pembiasaan positif untuk membentuk karakter disiplin serta pola hidup sehat sejak dini. Dipandu oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), para siswa nampak antusias mengikuti gerakan senam kesegaran jasmani yang diiringi musik berirama cepat.

Tenaga Pendidik SDN Sirnagalih yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kecamatan Palabuhanratu, Febri Bayu Nugraha, S.Pd., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi praktis dari mata pelajaran PJOK.

“Senam pagi ini memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya kesehatan secara praktis dan secara mental, ini adalah pembiasaan untuk melatih kedisiplinan dan kesiapan fokus sebelum mereka masuk ke ruang kelas untuk memulai KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),” ujar Bayu saat ditemui di lokasi, Rabu (8/4/2026).

Bayu menambahkan, kebugaran fisik yang terjaga merupakan investasi jangka panjang bagi prestasi akademik maupun non-akademik siswa. Menurutnya, tubuh yang sehat akan meningkatkan daya konsentrasi sehingga materi pelajaran lebih mudah diserap.

“Kami menginstruksikan seluruh warga sekolah, termasuk rekan-rekan guru, untuk turut serta. Tujuannya agar imun bersama terjaga dan tercipta lingkungan sekolah yang ceria serta siap belajar,” tambahnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(FM)

SMAN 1 Cisarua Bandung Gelar Puncak Kokurikuler, Tampilkan Banyak Kreasi Siswa

0
Oplus_131072

Wartain.com || SMAN 1 Cisarua, Kab. Bandung Barat menggelar Puncak Kokurikuler Proyek Kolaborasi Antarmata Pelajaran di lapangan sekolah, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni, inovasi produk berbahan limbah hingga peluncuran aplikasi Sejalan, aplikasi “nebeng teman” yang punya SIM untuk berangkat ke sekolah.

Kepala SMAN 1 Cisarua, Neneng Titin Suryati mengatakan, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menguatkan karakter Pancawaluya.

Menurutnya, para siswa juga merasakan perubahan positif setelah pendidikan karakter Pancawaluya diterapkan di sekolah.

Tak hanya siswa, para guru turut memeriahkan acara melalui berbagai pertunjukan seni. Bahkan, kepala sekolah dan sejumlah guru perempuan tampil membawakan tari merak. Selain itu, para guru menganakan busana layaknya Nyi Iteung dan Kang Kabayan.

Kegiatan ini juga dihadiri orang tua siswa yang diajak menyaksikan langsung kreativitas anak-anak mereka di sekolah.

Titin berharap, kegiatan tersebut dapat mendorong para siswa untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancawaluya sebagai generasi masa depan Jawa Barat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Panitia Pemilihan RW.09 Desa Sayati Ajak Warga: Mari Sukseskan Pesta Demokrasi

0
Oplus_131072

Wartain.com || RW.09 Desa Sayati bersiap menggelar pesta demokrasi tingkat lingkungan dengan semangat kebersamaan dan transparansi. Panitia Pemilihan RW.09 menyatakan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan proses pemilihan ketua RW yang aman, tertib, dan demokratis, Selasa (7/4/26).

Ketua panitia pemilihan RW.09, Ridwan Kurniawan, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan telah dipersiapkan secara matang, mulai dari pendataan pemilih, penjaringan calon, hingga teknis pelaksanaan pemungutan suara.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan proses pemilihan ini secara jujur, adil, dan transparan. Mari sukseskan pemilihan RW.09 dengan partisipasi aktif seluruh warga Desa Sayati,” ujar Ridwan.

Selain itu, panitia telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait jadwal dan tata cara pemilihan. Upaya ini dilakukan agar seluruh warga memahami mekanisme yang berlaku serta dapat berpartisipasi tanpa kendala.

Ridwan juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas selama proses pemilihan berlangsung. Ia mengajak seluruh warga untuk tetap mengedepankan persatuan dan semangat gotong royong.

“Kami berharap pemilihan ini tidak hanya menjadi ajang demokrasi, tetapi juga mempererat kebersamaan warga RW.09 Desa Sayati. Mari sukseskan bersama,” tambahnya.

Dengan kesiapan panitia dan dukungan masyarakat, kegiatan Pemilihan RW.09 Desa Sayati diharapkan dapat berjalan lancar serta menghasilkan pemimpin yang amanah dan mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

M Nabil/biro bandung

Penetapan Calon Ketua RW 09 Digelar di Masjid Al-Ikhlas Desa Sayati

0

Wartain.com || Proses penetapan calon Ketua RW 09 telah dilaksanakan dengan tertib dan lancar di Masjid Al-Ikhlas RT 02 RW 09, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu. Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat serta panitia pemilihan yang turut memastikan jalannya proses berlangsung secara transparan dan demokratis, Selasa (6/4/26).

Dalam kegiatan tersebut, telah ditetapkan sebanyak empat orang calon Ketua RW 09 yang siap mengikuti tahapan selanjutnya.

Adapun nomor urut calon yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

Calon No Urut 1 Drs.H.Iwan Setiawan
Calon Nomor Urut 2 Edi kusmara
Calon Nomor Urut 3 Eko Ismail
Calon Nomor Urut 4 Wildan Gojali

Keempat calon tersebut merupakan warga yang dinilai memiliki komitmen dan kepedulian terhadap lingkungan, serta diharapkan mampu membawa kemajuan bagi wilayah RW 09.

Ketua Panitia Pemilihan RW 09 Desa Sayati, Ridwan Kurniawan, menyampaikan bahwa proses penetapan calon dilakukan melalui musyawarah bersama warga dan panitia. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin lingkungan yang amanah dan bertanggung jawab.

“Penetapan ini merupakan langkah awal dalam proses demokrasi di tingkat lingkungan. Kami berharap seluruh warga dapat berpartisipasi aktif dan menjaga kondusivitas selama proses pemilihan berlangsung,” ujarnya.

Dengan telah ditetapkannya keempat calon beserta nomor urutnya, tahapan berikutnya akan memasuki masa sosialisasi dan pemilihan yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Warga RW 09 diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak demi kemajuan bersama.

Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan demokrasi di tengah masyarakat Desa Sayati, khususnya di lingkungan RW 09.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Sekolah Rakyat di Kota Sukabumi Masih Terkendala Lahan, Dinsos Jabar Siapkan Langkah Rintisan

0

Wartain.com || Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Sukabumi hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan lahan. Meski begitu, pemerintah daerah terus berupaya agar program tersebut dapat segera terealisasi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, memastikan bahwa Kota Sukabumi belum masuk dalam daftar pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahun ini.

“Belum, Kota Sukabumi belum,” tegasnya saat ditemui usai kegiatan Kampung Sosial di Taman Cikondang, Kecamatan Citamiang, Selasa (7/4/2026).

Menurut Noneng, salah satu hambatan utama berada pada kondisi geografis lahan yang belum memenuhi syarat teknis pembangunan.

“Kota Sukabumi sebetulnya sudah menyiapkan lahannya karena yang menyiapkan lahan memang kabupaten/kota. Nah, cuma agak kendalanya Sukabumi kontur lahan, tanahnya ya, kan harus rata,” jelasnya.

Ia menambahkan, lahan yang akan digunakan harus memenuhi kriteria tertentu, termasuk luas minimal serta kondisi tanah yang siap bangun.

“Ini juga dilihat oleh Kemen-PU kan apakah memenuhi syarat karena harus 7,6 hektar dengan posisi clear and clean dan sudah matang tanahnya,” paparnya.

Hingga saat ini program Sekolah Rakyat saat ini telah memasuki tahap rintisan di sejumlah daerah. Secara keseluruhan, terdapat 20 Sekolah Rakyat yang telah berjalan dalam tahap awal.

“Sekolah Rakyat ini sekarang yang untuk rintisan ya ada 20. Ada 20 Sekolah Rakyat dan sedang dibangun yang tetap, Sekolah Rakyat tetap,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pada fase awal, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan bangunan yang sudah tersedia. Namun, pemerintah kini mulai membangun fasilitas permanen yang ditargetkan bisa digunakan dalam waktu dekat.

“Yang kemarin itu kan satu tahun rintisan masih menggunakan gedung-gedung yang ada. Nah, sekarang yang sedang dibangun yang untuk digunakan untuk Juni-Juli ini ada enam di Jawa Barat,” kata Noneng.

Enam lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis, di antaranya Kabupaten Bandung dan Bogor.

“Yang jelas di Kabupaten Bandung ada, kemudian di Bogor ada, yang empatnya lagi nanti saya sampaikan takutnya keliru,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar program Sekolah Rakyat bisa hadir di wilayahnya. Salah satu lokasi yang sempat direncanakan berada di kawasan Cikundul.

“Awalnya itu di Cikundul, ya. Ini informasi, Pak. Karena kan kami juga di Dinas Sosial baru memperhatikan dokumen-dokumen ke sana,” ujarnya.

Asep mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah intens berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial, guna mempercepat realisasi program tersebut.

“Kami juga komunikasi dengan Palmartha, salah satu UPT yang ada di Kemensos. Kemudian kami juga kemarin sudah melakukan upaya bagaimana kita untuk menuju terwujudnya Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Tahapan yang sedang berjalan saat ini masih sebatas verifikasi awal, khususnya terhadap kesiapan lembaga pendukung di daerah.

“Kemarin mereka baru memverifikasi dulu Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang ada di kota karena ada isiannya nanti,” katanya.

Sebagai langkah awal, Dinas Sosial Kota Sukabumi juga mempertimbangkan pembentukan Sekolah Rakyat rintisan sambil menunggu kesiapan pembangunan permanen.

“Tetapi kami, upaya dari Dinas Sosial yang tadi adalah kita membuat dulu lah sekolah rintisan, ya, untuk cikal bakal nantinya Sekolah Rakyat yang ditetapkan,” ujar Asep.

Ia menegaskan bahwa penetapan resmi program Sekolah Rakyat merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Karena penetapan Sekolah Rakyat itu adalah dari Kementerian Sosial,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga terus mencari alternatif lahan yang memenuhi standar dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

“Sebetulnya kita juga berupaya berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) khususnya di Bidang Aset. Ada enggak lahan-lahan yang memenuhi standar untuk dibangunnya Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, Pemerintah Kota Sukabumi tetap optimistis program Sekolah Rakyat dapat segera terwujud.

“Ya mudah-mudahan sih Sekolah Rakyat di Kota Sukabumi itu bisa seperti beberapa kabupaten/kota yang sudah ada Sekolah Rakyat-nya,” harapnya.

Asep menegaskan, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan realisasi program tersebut.

“InsyaAllah setelah kegiatan ini kita juga harus berkoordinasi dengan provinsi, kemudian dengan kementerian lah khususnya. Itu upaya-upaya kita dari Dinas Sosial Kota Sukabumi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik