26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 173

Penetapan Calon Ketua RW 09 Digelar di Masjid Al-Ikhlas Desa Sayati

0

Wartain.com || Proses penetapan calon Ketua RW 09 telah dilaksanakan dengan tertib dan lancar di Masjid Al-Ikhlas RT 02 RW 09, Desa Sayati, Kecamatan Margahayu. Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat serta panitia pemilihan yang turut memastikan jalannya proses berlangsung secara transparan dan demokratis, Selasa (6/4/26).

Dalam kegiatan tersebut, telah ditetapkan sebanyak empat orang calon Ketua RW 09 yang siap mengikuti tahapan selanjutnya.

Adapun nomor urut calon yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:

Calon No Urut 1 Drs.H.Iwan Setiawan
Calon Nomor Urut 2 Edi kusmara
Calon Nomor Urut 3 Eko Ismail
Calon Nomor Urut 4 Wildan Gojali

Keempat calon tersebut merupakan warga yang dinilai memiliki komitmen dan kepedulian terhadap lingkungan, serta diharapkan mampu membawa kemajuan bagi wilayah RW 09.

Ketua Panitia Pemilihan RW 09 Desa Sayati, Ridwan Kurniawan, menyampaikan bahwa proses penetapan calon dilakukan melalui musyawarah bersama warga dan panitia. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin lingkungan yang amanah dan bertanggung jawab.

“Penetapan ini merupakan langkah awal dalam proses demokrasi di tingkat lingkungan. Kami berharap seluruh warga dapat berpartisipasi aktif dan menjaga kondusivitas selama proses pemilihan berlangsung,” ujarnya.

Dengan telah ditetapkannya keempat calon beserta nomor urutnya, tahapan berikutnya akan memasuki masa sosialisasi dan pemilihan yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Warga RW 09 diharapkan dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak demi kemajuan bersama.

Kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan demokrasi di tengah masyarakat Desa Sayati, khususnya di lingkungan RW 09.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Sekolah Rakyat di Kota Sukabumi Masih Terkendala Lahan, Dinsos Jabar Siapkan Langkah Rintisan

0

Wartain.com || Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Sukabumi hingga kini masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kesiapan lahan. Meski begitu, pemerintah daerah terus berupaya agar program tersebut dapat segera terealisasi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, memastikan bahwa Kota Sukabumi belum masuk dalam daftar pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahun ini.

“Belum, Kota Sukabumi belum,” tegasnya saat ditemui usai kegiatan Kampung Sosial di Taman Cikondang, Kecamatan Citamiang, Selasa (7/4/2026).

Menurut Noneng, salah satu hambatan utama berada pada kondisi geografis lahan yang belum memenuhi syarat teknis pembangunan.

“Kota Sukabumi sebetulnya sudah menyiapkan lahannya karena yang menyiapkan lahan memang kabupaten/kota. Nah, cuma agak kendalanya Sukabumi kontur lahan, tanahnya ya, kan harus rata,” jelasnya.

Ia menambahkan, lahan yang akan digunakan harus memenuhi kriteria tertentu, termasuk luas minimal serta kondisi tanah yang siap bangun.

“Ini juga dilihat oleh Kemen-PU kan apakah memenuhi syarat karena harus 7,6 hektar dengan posisi clear and clean dan sudah matang tanahnya,” paparnya.

Hingga saat ini program Sekolah Rakyat saat ini telah memasuki tahap rintisan di sejumlah daerah. Secara keseluruhan, terdapat 20 Sekolah Rakyat yang telah berjalan dalam tahap awal.

“Sekolah Rakyat ini sekarang yang untuk rintisan ya ada 20. Ada 20 Sekolah Rakyat dan sedang dibangun yang tetap, Sekolah Rakyat tetap,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pada fase awal, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan bangunan yang sudah tersedia. Namun, pemerintah kini mulai membangun fasilitas permanen yang ditargetkan bisa digunakan dalam waktu dekat.

“Yang kemarin itu kan satu tahun rintisan masih menggunakan gedung-gedung yang ada. Nah, sekarang yang sedang dibangun yang untuk digunakan untuk Juni-Juli ini ada enam di Jawa Barat,” kata Noneng.

Enam lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen tersebut tersebar di beberapa wilayah strategis, di antaranya Kabupaten Bandung dan Bogor.

“Yang jelas di Kabupaten Bandung ada, kemudian di Bogor ada, yang empatnya lagi nanti saya sampaikan takutnya keliru,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar program Sekolah Rakyat bisa hadir di wilayahnya. Salah satu lokasi yang sempat direncanakan berada di kawasan Cikundul.

“Awalnya itu di Cikundul, ya. Ini informasi, Pak. Karena kan kami juga di Dinas Sosial baru memperhatikan dokumen-dokumen ke sana,” ujarnya.

Asep mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah intens berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Sosial, guna mempercepat realisasi program tersebut.

“Kami juga komunikasi dengan Palmartha, salah satu UPT yang ada di Kemensos. Kemudian kami juga kemarin sudah melakukan upaya bagaimana kita untuk menuju terwujudnya Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Tahapan yang sedang berjalan saat ini masih sebatas verifikasi awal, khususnya terhadap kesiapan lembaga pendukung di daerah.

“Kemarin mereka baru memverifikasi dulu Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang ada di kota karena ada isiannya nanti,” katanya.

Sebagai langkah awal, Dinas Sosial Kota Sukabumi juga mempertimbangkan pembentukan Sekolah Rakyat rintisan sambil menunggu kesiapan pembangunan permanen.

“Tetapi kami, upaya dari Dinas Sosial yang tadi adalah kita membuat dulu lah sekolah rintisan, ya, untuk cikal bakal nantinya Sekolah Rakyat yang ditetapkan,” ujar Asep.

Ia menegaskan bahwa penetapan resmi program Sekolah Rakyat merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Karena penetapan Sekolah Rakyat itu adalah dari Kementerian Sosial,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga terus mencari alternatif lahan yang memenuhi standar dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

“Sebetulnya kita juga berupaya berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) khususnya di Bidang Aset. Ada enggak lahan-lahan yang memenuhi standar untuk dibangunnya Sekolah Rakyat,” ungkapnya.

Meski masih menghadapi berbagai tantangan, Pemerintah Kota Sukabumi tetap optimistis program Sekolah Rakyat dapat segera terwujud.

“Ya mudah-mudahan sih Sekolah Rakyat di Kota Sukabumi itu bisa seperti beberapa kabupaten/kota yang sudah ada Sekolah Rakyat-nya,” harapnya.

Asep menegaskan, koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan realisasi program tersebut.

“InsyaAllah setelah kegiatan ini kita juga harus berkoordinasi dengan provinsi, kemudian dengan kementerian lah khususnya. Itu upaya-upaya kita dari Dinas Sosial Kota Sukabumi,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pria di Sukabumi Jadi Korban Pembacokan Tetangga Saat Dirikan Tenda Hajatan, Diduga Pelaku Alami Gangguan Jiwa

0

Wartain.com || Peristiwa pembacokan terjadi di Kampung Bojongduren RT 15/RW 07, Desa Cibentang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (7/4/2026) pagi. Seorang warga bernama Wandi (53) menjadi korban dalam insiden tersebut.

Kejadian bermula saat korban tengah mencuci di rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB. Secara tiba-tiba, pelaku berinisial UJ (58), yang masih bertetangga dengan korban, datang membawa sebilah golok dan langsung menyerang.

“Awalnya korban sedang mencuci, tiba-tiba datang pelaku UJ membawa sebilah golok yang langsung dibacokan ke leher korban tanpa sebab. Akibatnya korban mengalami luka di leher,” kata Kapolsek Gunungguruh
Resor Sukabumi Kota, Iptu Iwan Gunawan.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka cukup serius di bagian leher dan harus segera mendapatkan perawatan medis. Aparat desa bersama warga langsung mengevakuasi korban menggunakan ambulans ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Korban dibawa oleh kepala desa dan perangkatnya menggunakan ambulans ke klinik terdekat. Korban mengalami luka sebanyak enam jahitan pada lehernya,” ujarnya.

Sementara itu, setelah melakukan aksinya, pelaku sempat bersembunyi di dalam rumah. Proses evakuasi pelaku sempat berlangsung tegang karena ia masih memegang senjata tajam.

“Pelaku bersembunyi di dalam rumah. Setelah negoisasi kemudian pelaku keluar dengan membawa golok. Kemudian dengan gerak cepat pelaku ODGJ tersebut dapat dilumpuhkan atas kerja sama warga dan aparat,” beber Iwan.

Setelah berhasil diamankan, pelaku langsung dibawa ke RSUD R Syamsudin SH untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut terkait kondisi kejiwaannya.

“Saat ini untuk pelaku sedang dilakukan penanganan medis di RSUD Syamsudin SH, dilakukan pemeriksaan dan pengobatan,” katanya.

Di sisi lain, kondisi korban dilaporkan sudah membaik dan diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.

“Saat ini korban telah pulang kerumahnya untuk beristirahat setelah dilakukan pengobatan terhadap luka bacoknya,” ungkapnya.

Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
“Unit Reskrim Polsek Gunungguruh sedang melakukan penyelidikan,” pungkas Iwan.

Humas RSUD R Syamsudin SH, dr. Irfan Nugraha Triputra Irawan, menyampaikan bahwa pelaku dibawa ke rumah sakit dalam kondisi telah diborgol, didampingi keluarga dan aparat kepolisian.

“Pasien diantar oleh keluarga (keponakan) dan polisi dengan kondisi sudah diborgol karena ada riwayat melukai warga sekitar,” sebutnya.

Menurut Irfan, pihak keluarga mengakui bahwa pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan sejak lama, namun tidak pernah mendapatkan penanganan medis.

“Betul ada riwayat gangguan jiwa, bahkan keluarga mengakui sudah sejak lama, lebih dari 20 tahun namun tidak pernah dibawa berobat,” kata Irfan.

Hasil pemeriksaan medis juga menguatkan dugaan tersebut, di mana pelaku menunjukkan gejala gangguan kejiwaan, termasuk sering mengalami halusinasi.

“Pasien diperiksa dokter IGD melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik serta cek lab juga. Didapat hasil yang mengarah ke arah gangguan jiwa karena ada riwayat sering halusinasi sejak lama. Pasien dikonsulkan ke Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (SpKJ) dan mendapat advis harus dirawat inap di bangsal jiwa,” jelasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Lansia di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan Disabilitas Bermodus Pijat Panggilan

0

Wartain.com || Peristiwa dugaan kekerasan seksual terjadi di sebuah perumahan di wilayah Kecamatan/Kota Sukabumi pada Minggu, 5 April 2026. Seorang pria lanjut usia berinisial US (65) kini telah ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap perempuan penyandang disabilitas berinisial KR (22).

Penangkapan dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi Kota setelah menerima laporan dari pihak keluarga korban.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sujana Awin Umar, menjelaskan bahwa tersangka diketahui bekerja sebagai tukang pijat dan tinggal berdekatan dengan rumah korban. Kejadian bermula saat pelaku mengetahui korban sedang sakit dan berada seorang diri di rumah.

“Mengetahui korban sedang sendirian dan dalam kondisi sakit, pelaku kemudian menawarkan untuk memijat korban. Meski sempat menolak, korban diduga tidak mampu menghindari aksi pelaku yang tetap memaksakan kehendaknya,” kata Sujana, Selasa (7/4/2026).

Dalam situasi tersebut, tersangka diduga mulai melancarkan aksinya dengan meraba bagian sensitif tubuh korban hingga melakukan tindakan tidak senonoh lainnya. Korban yang dalam kondisi lemah juga disebut sempat mendapat ancaman dari pelaku.

“Sebelum meninggalkan lokasi, pelaku diduga mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun,” ungkapnya.

Peristiwa ini kemudian diketahui oleh orang tua korban yang langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tindakan tersebut diduga baru terjadi satu kali.

“Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa perbuatan tersebut baru dilakukan satu kali oleh terduga pelaku terhadap korban,” paparnya.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu setel pakaian yang dikenakan korban saat kejadian. Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolres Sukabumi Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 6 huruf c juncto Pasal 15 ayat (1) huruf h Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dengan ancaman hukuman maksimal 16 tahun penjara.

“Kami berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada korban, terlebih korban merupakan penyandang disabilitas. Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara ini, termasuk mengumpulkan alat bukti tambahan dan memastikan proses hukum berjalan secara profesional,” ujar Sujana.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap dugaan tindak kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak.

“Hal ini penting agar dapat segera ditangani oleh aparat penegak hukum,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Respon Keluhan Warga, Pemprov Jabar Sederhanakan Syarat Bayar Pajak Kendaraan Cukup Tunjukkan STNK dan Identitas Diri

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) secara resmi menerapkan kebijakan baru yang memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan, guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta optimalisasi penerimaan daerah.

Sejak 6 April 2026, masyarakat tidak lagi diwajibkan membawa KTP pemilik pertama kendaraan. Cukup dengan menunjukkan STNK serta identitas orang yang menguasai kendaraan saat itu. Kebijakan ini memberikan kemudahan bagi pengendara dalam memenuhi persyaratan administrasi.

Kebijakan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 47/KU.03.02/BAPENDA yang mengatur pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan tanpa harus menggunakan KTP pemilik pertama.

Melalui aturan tersebut, Pemprov Jabar ingin mengurangi hambatan administratif yang kerap dihadapi wajib pajak.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

Dedi Mulyadi menyampaikan, harapannya agar kemudahan tersebut dapat memperlancar seluruh layanan Samsat di Jawa Barat sekaligus mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan.

“Semoga kemudahan ini memperlancar seluruh layanan Samsat di Jabar dan memperlancar masyarakat membayar pajak,” ujar Dedi Mulyadi, Senin (6/4/2026).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menilai kebijakan ini dapat mendorong optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan.

Diketahui, sebelumnya Salah satu kasus yang mencuat ialah adanya keluhan dari warga yang diminta membayar biaya tambahan sebesar Rp700.000 karena tidak membawa KTP pemilik asli kendaraan.

Sehingga hal tersebut menjadi Vira di media sosial, kemudian Gubernur Jabar langsung mengatensi hal tersebut.

Ia menegaskan bahwa pembayaran pajak tidak boleh dipersulit karena tugas pemerintah adalah memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban tersebut.

“Membayar pajak tidak boleh dipersulit karena tugas pemerintah memudahkan orang membayar pajak,” tegasnya.

Selain memberikan kemudahan administratif, kebijakan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan bermotor.

Namun demikian, pemerintah tetap mendorong masyarakat untuk segera mengurus administrasi kepemilikan secara resmi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

Tes Urine Petugas dan Warga Binaan, Lapas Warungkiara Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba

0
Oplus_131072

Wartain.com || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Warungkiara melaksanakan kegiatan tes urine bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2026. Kegiatan ini digelar pada Senin (06/04) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Lapas Kelas IIA Warungkiara.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kurnia Panji Pamekas. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya pelaksanaan tes urine secara persuasif, transparan, dan akuntabel, baik terhadap petugas maupun warga binaan. Hal ini sebagai upaya memastikan lingkungan Lapas Warungkiara tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba serta menjaga integritas seluruh jajaran.

“Pelaksanaan tes urine ini bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen nyata kita dalam mewujudkan Lapas Warungkiara yang bersih dari narkoba. Saya tegaskan, tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan narkotika, baik oleh petugas maupun warga binaan. Kita harus menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat,” tegas Kurnia Panji Pamekas.

Pelaksanaan tes urine dilakukan terhadap 86 orang petugas yang terdiri dari pejabat struktural, anggota regu pengamanan, staf KPLP, Kamtib, Binadik, Tata Usaha, Kegiatan Kerja, hingga CPNS. Selain itu, dilakukan juga tes terhadap 60 orang WBP yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel baik dari petugas maupun warga binaan dinyatakan NEGATIF dari penyalahgunaan narkotika.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh jajaran Lapas Warungkiara benar-benar bersih dari narkoba. Hasil negatif ini harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan melalui pengawasan dan pembinaan yang berkelanjutan,” tambah Kurnia Panji Pamekas.

Kegiatan ini merupakan langkah deteksi dini dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas, sekaligus bentuk nyata komitmen dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2026.

Lebih lanjut, pelaksanaan tes urine ini merupakan implementasi dari Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan satuan kerja pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, serta mendukung program “BersiNAR” (Bersih dari Narkoba) sebagai pilot project nasional.

Dengan hasil yang seluruhnya negatif, Lapas Warungkiara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba, serta mendukung penuh upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).***

Editor : Aab Abdul Malik

(LT)

Ratusan Warga Kota Sukabumi Serbu Gerakan Pangan Murah Ditengah Harga Tinggi Pasca Lebaran

0

Wartain.com || Ratusan warga memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kota Sukabumi di Taman Cikondang, Kecamatan Citamiang, Selasa (7/4/2026). Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, di tengah harga kebutuhan yang masih relatif tinggi pasca Lebaran.

Beragam komoditas dijual dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, daging ayam, telur, minyak goreng, tepung terigu, gula, hingga sayuran. Seluruh produk ditawarkan dengan harga di bawah pasaran, dengan selisih yang cukup signifikan.

Salah seorang warga, Eva Susanti (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menilai pasar murah mampu meringankan beban masyarakat, terutama di saat harga bahan pokok belum sepenuhnya stabil.

“Sekarang beli terigu, beras, dan telur. Harganya lebih murah dibanding di pasar. Sejak puasa memang sudah naik dan sampai sekarang belum turun, paling ayam saja yang mulai sedikit turun,” ujarnya.

Eva berharap harga kebutuhan pokok bisa segera kembali stabil, mengingat dirinya sehari-hari berjualan makanan dan sangat bergantung pada harga bahan baku.

Hal serupa disampaikan Neneng (49), yang datang untuk membeli ayam potong. Ia mengaku senang bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di pasar.

“Tadi beli ayam sama sayuran. Alhamdulillah harganya jauh lebih murah. Di pasar ayam masih sekitar Rp44 ribu sampai Rp45 ribu per kilo, di sini dapat Rp36 ribu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, menyampaikan bahwa harga bahan pokok saat ini mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan saat Ramadan dan Idulfitri.

Menurutnya, penurunan harga sudah mulai terjadi sejak 6 April 2026, termasuk harga daging ayam potong yang kini turun menjadi sekitar Rp38 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp44 ribu. Meski demikian, ia mengakui masih ada komoditas yang mengalami kenaikan, seperti daging sapi.

“Secara umum harga sudah mulai stabil. Ayam sudah turun, sementara komoditas lain relatif stabil, kecuali daging sapi yang masih mengalami kenaikan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya rutin melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Pelita dan Pasar Tipar Gede setiap hari, serta mempublikasikan hasilnya agar masyarakat mengetahui perkembangan harga terkini.

Ke depan, Diskumindag berkomitmen untuk terus menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Program ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti DKP3, Bulog, serta Koperasi Merah Putih dalam penyediaan barang.

“Ini bentuk kolaborasi untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Bupati Asjap Minta Pelajar Peraih Beasiswa, Darmabaktikan Ilmu untuk Kemajuan Sukabumi

0

Wartain.com || Ratusan pelajar dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sukabumi akhirnya dapat berkuliah secara gratis di Universitas Nusa Putra. Hal itu pasca diraihnya beasiswa bupati yang telah diserahkan langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar di Kampus Universitas Nusa Putra, Selasa, 7 April 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penerima beasiswa bupati di 2026 ini mencapai 170 orang. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 150 orang. Ratusan penerima beasiswa ini merupakan orang-orang terbaik dari ribuan peserta yang mengikuti seleksi untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Khanza Kineta Putri Andrian, salah satunya. Perempuan asal Kecamatan Cicantayan ini menjadi peserta terbaik dalam seleksi penerimaan beasiswa bupati 2026. Pelajar asal SMKN 1 Cibadak tersebut berhasil mendapatkan beasiswa dan melanjutkan studi di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV).

“Ketika mendapatkan informasi sebagai penerima beasiswa, pastinya senang dan terharu. Apalagi tidak hanya mendapatkan beasiswa, namun peraih nilai tertinggi,” ujarnya.

Atas capaian tersebut, dirinnya pun berterima kasih kepada para guru yang telah mendidik dan membimbingnya.

“Tanpa bantuan dan bimbingan para guru, saya tidak mungkin berdiri di sini sebagai penerima beasiswa bupati. Saya sangat berterima kasih,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengatakan, program beasiswa bupati ini merupakan wujud nyata dari ikhtiar mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Sukabumi. Terutama dalam mewujudkan generasi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.

“Saya dengan Pak Andreas berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM, salah satunya lewat beasiswa pendidikan ini,” ungkapnya.

H. Asep Japar meyakini, pendidikan merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, beasiswa akan terus diberikan kepada generasi penerus bangsa.

“Melalui kerjasama berkelanjutan dengan Universitas Nusa Putra ini, kami inign memastikan putra/putri terbaik daerah mendapatkan akses terbaik terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas dan berstandar internasional. Insya Allah setiap tahun beasiswa bupati akan terus ada,” tegasnya.

Maka dari itu, kepada para penerima beasiswa bupati berpesan agar melaksanakan pendidikan sebaik mungkin. Apalagi, beasiswa yang diterima tersebut merupakan amanah dari masyarakat Kabupaten Sukabumi.

“Belajarlah bersungguh-sungguh, raihlah prestasi setinggi mungkin dan nantinya darmabaktikan ilmu serta tenaga untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi yang kita cintai,” pesannya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Aspirasi Aliansi Kaum Muda, Soroti Pelaksanaan Reses di Gedung DPRD

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, bersama Ketua Komisi IV, Ferry Supriyadi, menerima audiensi dari Aliansi Kaum Muda Sukabumi Melawan di halaman Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi, Senin (6/4/2026).

Kegiatan audiensi tersebut digelar secara terbuka sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada lembaga legislatif. Dalam pertemuan itu, perwakilan aliansi menyampaikan sejumlah pandangan kritis terkait pelaksanaan reses anggota DPRD.

Beberapa hal yang menjadi sorotan di antaranya menyangkut keterbukaan informasi kepada publik, peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan reses, hingga pengelolaan hasil reses agar lebih terarah dan berdampak nyata terhadap perencanaan pembangunan daerah.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, pihak DPRD Kabupaten Sukabumi menyatakan terbuka dan menerima seluruh aspirasi yang disampaikan.

Aspirasi tersebut selanjutnya akan dihimpun dan dikaji sesuai mekanisme yang berlaku, sebelum dikoordinasikan dengan instansi terkait. DPRD juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Hal ini termasuk upaya memaksimalkan fungsi reses sebagai sarana efektif dalam menjaring kebutuhan dan harapan masyarakat.

Audiensi ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi antara masyarakat dan DPRD, sekaligus mendorong terciptanya kebijakan pembangunan yang lebih partisipatif, responsif, dan tepat sasaran di Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Hasil ASEAN Futsal Championship: Garuda Perkasa Atasi Harimau Malaya

0

Wartain.com || Tim Nasional Futsal Indonesia kembali menunjukkan taji dalam gelaran ASEAN Futsal Championship 2026. Dalam laga lanjutan Grup B yang digelar di Nonthaburi Sports Complex Gymnasium, Thailand, Selasa (7/4/2026), skuad asuhan Hector Souto sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Malaysia.

Kemenangan krusial ini menjadi raihan poin penuh kedua bagi Indonesia di fase grup, setelah sebelumnya menang telak atas Brunei Darussalam. Meski mendapatkan perlawanan sengit dari tim “Harimau Malaya” sepanjang pertandingan, Indonesia mampu menjaga fokus dan disiplin permainan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal, di mana kedua tim saling jual beli serangan. Pertahanan solid yang diterapkan Indonesia berhasil mematahkan berbagai upaya Malaysia untuk mencetak gol. Ketegangan di lapangan pun terasa nyata, mengingat rivalitas tinggi kedua negara dalam setiap pertemuan di ajang olahraga.

Hasil akhir 1-0 ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk memastikan langkah ke babak semifinal. Kemenangan ini juga membuktikan kematangan strategi yang diterapkan pelatih Hector Souto meskipun tim ini diperkuat oleh sejumlah pemain baru yang tengah dalam masa adaptasi di kompetisi internasional.

Selepas laga kontra Malaysia, timnas futsal Indonesia dijadwalkan akan melanjutkan perjuangan di fase grup dengan menghadapi tantangan berikutnya. Fokus utama skuad Garuda kini beralih pada persiapan laga selanjutnya guna menjaga tren positif dan menuntaskan ambisi mempertahankan gelar juara di turnamen ini.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)