26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 15, 2026
Beranda blog Halaman 321

Penetapan Awal Ramadhan, Kemenag RI Gelar Sidang Isbat 17 Februari 2026

0

Wartain.com || Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) akan menyelenggarakan sidang isbat awal Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi pada 17 Februari 2026. Sidang tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi dan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Abu Rokhmad, Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, mengatakan Bulan ramadhan sangat ditunggu-tunggu mayoritas muslim Indonesia. Beberapa ormas Islam akan dihadirkan di sidang Isbat nanti.

“Sidang isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR, dan perwakilan Mahkamah Agung,” ucap Abu Rokhmad, Kamis 29/01/2026.

Abu juga menambahkan, ada tiga rangkaian pelaksanaan sidang Isbat, yaitu pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, dan verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pemantauan di Indonesia.

“Selanjutnya, musyawarah dan pengambilan keputusan yang diumumkan kepada masyarakat,” Tambah Abu Rokhmad.

Menurut laporan yang dihimpun, dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri 1 Syawal, dan Idul Adha Kemenag sendiri mengintegrasikan metode Hisab dan Rukyah. Tentu hal ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No 2 tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah.

Sementara itu, Kemenag akan mengirimkan sejumlah ahli ke lokasi atau titik rukyah yang potensial melihat hilal jelas, termasuk di lokasi atau tempat observasi bulan.

Selain itu, tahun ini Kemenag akan menerbitkan Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai dasar hukum pelaksanaan sidang isbat. PMA ini akan menjadi pijakan dan menjawab pertanyaan masyarakat tentang dasar pelaksanaan sidang Isbat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)

GARDA Sukabumi Raya Deklarasikan Pengawalan Reses DPRD Demi Substansi dan Akuntabilitas

0

Wartain.com || Gerakan Resistentia Pemuda Sukabumi Raya (GARDA) secara resmi mendeklarasikan gerakan pengawalan terhadap tata kelola reses DPRD Kabupaten Sukabumi sebagai bentuk peran aktif masyarakat sipil dalam memastikan penggunaan anggaran publik berjalan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

Gerakan ini secara khusus menyoroti tata kelola anggaran reses DPRD Kabupaten Sukabumi, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Sehingga bisa dipastikan substansi reses benar-benar tercapai, tidak berhenti pada kegiatan seremonial, serta mencegah terjadinya pemborosan dan potensi penyelewengan anggaran.

Deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari audiensi resmi GARDA Sukabumi Raya bersama Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi pada Selasa, 27 Januari 2026. Dalam audiensi tersebut, DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan komitmen untuk memberikan dan membuka data serta informasi publik, khususnya yang berkaitan dengan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) reses dan dokumen pendukung lainnya yang secara hukum merupakan hak masyarakat.

Koordinator GARDA Sukabumi Raya, Vicran,  yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi, menegaskan bahwa posisi GARDA saat ini bukan sekadar meminta atau menunggu data, melainkan memastikan data resmi DPRD untuk melengkapi, mencocokkan, dan memvalidasi data yang telah dimiliki.

“Kami tidak datang dengan asumsi kosong. Kami telah memiliki data awal dan temuan faktual. Data resmi dari DPRD diperlukan untuk memverifikasi kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban tata kelola anggaran reses,” tegas Vicran Koordinator GARDA.

GARDA Sukabumi Raya menilai bahwa ketertutupan dalam tata kelola reses berpotensi mengaburkan tujuan reses itu sendiri, yaitu penyerapan aspirasi masyarakat yang berdampak pada kebijakan publik.

“Reses jangan direduksi menjadi ritual anggaran tahunan yang selesai di laporan administratif. Aspirasi tanpa tindak lanjut adalah kegagalan fungsi reses, dan transparansi yang harus dipertanggungjawabkan adalah syarat utama agar reses tetap memiliki legitimasi publik,” lanjutnya.

Menurut Koordinator GARDA, transparansi anggaran reses bukan ancaman bagi DPRD, melainkan kewajiban hukum dan etika pemerintahan. Ketertutupan justru membuka ruang pemborosan dan potensi penyelewengan, meskipun secara administratif terlihat tertib dan rapi.
Sebagai bagian dari gerakan ini, output pengawalan GARDA Sukabumi Raya diarahkan untuk:

1. memastikan reses dijalankan secara substantif dan berdampak, bukan sekadar seremonial;
2. memastikan aspirasi masyarakat terdokumentasi dan memiliki kejelasan tindak lanjut;
3. melakukan verifikasi dan validasi data anggaran reses secara objektif;
4. mendorong keterbukaan SPJ dan dokumen pendukung sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Saat ini, GARDA Sukabumi Raya menyatakan menantikan realisasi penyerahan data dan dokumen publik dari DPRD Kabupaten Sukabumi Setelah mengajukan Permohonan Keterbukaan informasi publik pada Kamis, 29 Januari 2026, guna melengkapi data yang telah dimiliki dan menyusun kajian berbasis fakta serta prinsip tata kelola yang baik.

“Komitmen tata kelola yang baik diuji pada keberanian Pemerintah untuk membuka data. Kami menunggu secara bermartabat, namun pengawalan tetap berjalan,” tegas Koordinator GARDA.

Sebagai penegasan sikap, GARDA Sukabumi Raya juga menyatakan komitmennya untuk mengawal secara langsung pelaksanaan reses DPRD Kabupaten Sukabumi yang akan datang pada bulan Februari mendatang. Pengawalan ini akan difokuskan pada kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan di lapangan, dan pertanggungjawaban anggaran, sebagai langkah pencegahan dini terhadap penyimpangan.

“Pengawalan kami tidak berhenti pada permintaan data. Reses Februari mendatang akan kami pantau agar benar-benar menjadi ruang penyerapan aspirasi rakyat yang bermakna, bukan formalitas belaka,” ujarnya.

Apabila ke depan hak masyarakat atas informasi publik tidak dipenuhi, GARDA Sukabumi Raya menyatakan siap menempuh mekanisme administratif dan hukum yang tersedia, sesuai peraturan perundang-undangan.

GARDA Sukabumi Raya menegaskan bahwa gerakan ini bukan ditujukan untuk menyerang individu maupun lembaga, melainkan sebagai upaya korektif dan konstruktif agar tata kelola reses DPRD Kabupaten Sukabumi lebih transparan, akuntabel, dan betul-betul merealisasikan kepentingan masyarakat secara luas.

“Kami mengajak seluruh elemen mahasiswa, media, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan reses DPRD Kabupaten Sukabumi, agar benar-benar menjadi instrumen demokrasi yang bermakna, bersih, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(VZR)

Belasan Ribu Satlinmas dan Satgas Linmas se-Kabupaten Sukabumi Dikukuhkan 

0

Wartain.com || Kepala Satpol PP Kabupaten Sukabumi Ahmad Riyadi mengatakan pengukuhan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan Satuan Tugas (Satgas) Linmas bertujuan memberikan legalitas dan tertib administrasi.

Hal itu disampaikan Kastpol PP dalam acara pengukuhan Satlinmas dan Satgas Linmas se-Kabupaten Sukabumi di Gedung Frinanda Palabuhanratu, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, pelantikan dilakukan berdasarkan sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat, Permendagri Nomor 11 Tahun 2023, serta Peraturan Bupati Sukabumi Nomor 91 Tahun 2021.

Dalam kesempatan itu, Sebanyak 386 orang komandan regu (danru) dikukuhkan secara langsung, sementara 10.852 orang mengikuti pengukuhan secara daring. Jumlah tersebut mencakup Satgas Linmas tingkat kabupaten, Satgas Linmas kecamatan, serta Kepala Satlinmas desa dan kelurahan se-Kabupaten Sukabumi.

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi H Asep Japar.

Bupati Sukabumi menegaskan bahwa para anggota Satlinmas kini secara resmi mengemban tugas dan tanggung jawab besar dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan perlindungan masyarakat. Ke depan, Bupati berharap seluruh anggota Satlinmas dapat memperoleh perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Dana BLT Desa Diduga Dipakai untuk Nyaleg dan Beli Mobil, Kades Karangtengah Resmi Ditahan

0

Wartain.com || Kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) yang menjerat Kepala Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, berinisial GI (52), memasuki tahap penuntutan. Kamis (29/1/2026), Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi resmi menerima pelimpahan tersangka beserta barang bukti dari Polres Sukabumi.

Pantauan di lokasi menunjukkan tersangka tiba di Kantor Kejari Kabupaten Sukabumi sekitar pukul 09.24 WIB dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Mengenakan rompi tahanan Pidana Khusus (Pidsus) berwarna oranye, GI terlihat didampingi kuasa hukumnya saat memasuki gedung kejaksaan.

Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan selama kurang lebih 30 menit, tersangka langsung digiring ke mobil tahanan untuk kemudian dititipkan di Lapas Kebonwaru, Bandung, sekitar pukul 10.24 WIB.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Sukabumi, Agus Yuliana Indra Santoso, menjelaskan bahwa penahanan dilakukan setelah pihaknya melaksanakan tahap II, yakni penerimaan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian.

“Kami telah melaksanakan tahap dua, menerima tersangka dan barang bukti dari Polres Sukabumi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa,” ujar Agus.

Agus mengungkapkan, inti perkara ini terletak pada dugaan penyalahgunaan Dana Desa yang dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat pada tahun anggaran 2020 hingga 2022. Dana bantuan yang seharusnya diterima oleh warga justru tidak disalurkan sebagaimana mestinya.

“Tersangka diduga tidak menyalurkan BLT kepada sekitar 170 penerima manfaat, namun membuat laporan seolah-olah dana tersebut telah disalurkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, dana BLT yang tidak diberikan kepada warga tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi. Agus menyebut sebagian dana dipakai untuk biaya pencalonan tersangka sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2024.

“Dana hasil BLT itu digunakan untuk kebutuhan pribadi, termasuk untuk biaya pencalonan sebagai caleg, kebutuhan hidup sehari-hari, dan pembelian satu unit mobil,” ungkapnya.

Mobil yang dibeli dari dana tersebut, kata Agus, kini telah dijual oleh tersangka. Dalam pengusutan perkara ini, penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen keuangan desa serta uang tunai sebesar Rp108 juta sebagai barang bukti.

Atas perbuatannya, GI dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal 2 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Agus menegaskan bahwa perbuatan tersebut dilakukan tersangka secara pribadi tanpa melibatkan pihak lain. Pemeriksaan telah dilakukan terhadap sejumlah saksi, mulai dari warga penerima BLT Dana Desa hingga perangkat desa.

“Tidak ada tersangka lain. Yang bersangkutan bertindak sendiri. Saat ini tersangka sudah kami titipkan di Lapas Kebonwaru dan dalam waktu dekat perkara ini akan kami limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Founder Sehati Gerak Bersama: Jembatan Cirampo–Padabenghar Dibangun dari Gotong Royong Relawan dan Warga

0

Wartain.com || Founder Sehati Gerak Bersama, Andri Kurniawan, menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung Cirampo yang menghubungkan Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah dengan Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, merupakan hasil kolaborasi kuat antara relawan, masyarakat, pemerintah desa, serta dukungan para donatur.

Jembatan gantung tersebut telah diresmikan pada Kamis, 29 Januari 2026, setelah melalui proses pembangunan selama kurang lebih 45 hari.

“Alhamdulillah, jembatan ini bisa terwujud setelah beberapa bulan lalu kami melakukan sharing session dan presentasi kepada Baznas Republik Indonesia. Dari sana, Sehati Gerak Bersama diberikan dua program, salah satunya pembangunan jembatan gantung yang hari ini kita resmikan,” ujar Andri.

Ia menjelaskan, seluruh proses pembangunan dikerjakan oleh para relawan Sehati yang bekerja sama langsung dengan masyarakat Desa Padabeunghar dan Desa Sukamaju. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kekuatan utama dalam merealisasikan pembangunan tersebut.

“Pekerjaan ini murni kolaborasi. Relawan dan warga bekerja bersama dari awal sampai akhir. Ini bukan hanya soal membangun jembatan, tapi membangun kepedulian dan kebersamaan,” ungkapnya.

Andri juga menambahkan, kondisi awal jembatan sebelum diperbaiki sudah sangat memprihatinkan. Salah satu tiang penyangga dalam keadaan miring, bantalan masih menggunakan bambu, lantai jembatan banyak berlubang, seling utama berkarat, bahkan seling angin sudah tidak tersedia.

“Ini bukan karena bencana, tapi karena terlalu lama dibiarkan tanpa perawatan. Kondisinya sudah sangat berbahaya bagi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan keterlambatan penyelesaian pembangunan dari target awal satu bulan disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang terjadi hampir sepanjang Januari.

“Cuaca hujan terus-menerus membuat pekerjaan tidak maksimal. Tapi Alhamdulillah, dengan semangat relawan dan warga, jembatan akhirnya bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.

Andri juga menegaskan bahwa jembatan gantung ini diharapkan memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat, terutama dalam menunjang akses pendidikan dan pertanian.

“Jembatan ini menghubungkan dua desa dan dua kecamatan. Anak-anak sekolah kini lebih aman dan cepat, hasil pertanian juga lebih mudah diangkut. Dampak sosial dan ekonominya sangat besar,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Andri mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun secara gotong royong tersebut.

“Kami sudah lelah dan bekerja semaksimal mungkin. Harapan kami sederhana, jembatan ini dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Jembatan Gantung Cirampo Padabenghar Diresmikan, Memudahkan Akses Dua Desa

0

Wartain.com || Jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Cirampo, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah dengan Kampung Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, resmi diresmikan pada Kamis, (29/1/2026).

Pembangunan jembatan tersebut terwujud berkat kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak, mulai dari Baznas RI, Relawan Sehati Gerak Bersama Kabupaten Sukabumi, hingga partisipasi aktif masyarakat Desa Padabeunghar dan Desa Sukamaju.

Kepala Desa Padabeunghar, Ence Rohendi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan jembatan gantung tersebut.

“Atas nama Pemerintah Desa Padabeunghar, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Relawan Sehati dan Baznas RI yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jembatan gantung ini. Alhamdulillah, jembatan yang sebelumnya kondisinya sudah sangat memprihatinkan kini telah terealisasi pembangunannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jembatan tersebut memiliki peran vital karena menghubungkan dua desa dan dua kecamatan, yakni Kecamatan Jampangtengah dan Kecamatan Cikembar.

Keberadaan jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah serta aktivitas pertanian warga.

“Dengan adanya jembatan ini, anak-anak sekolah tidak perlu lagi memutar jauh. Begitu juga hasil pertanian, kini lebih mudah diangkut. Kami berharap jembatan ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Ence Rohendi juga mengajak masyarakat dari kedua desa untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Jika ada karat atau kerusakan kecil, mari kita rawat bersama. Dukungan masyarakat sangat kami harapkan demi keberlangsungan jembatan ini,” ujarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Setelah Satu Pertandingan Selesai, Begini Posisi Klasemen Sementara AFC Futsal 2026  

0
Oplus_131072

Wartain.com || Klasemen AFC Futsal 2026 mengalami perubahan usai Jepang menang besar hingga Malaysia dibantai pada Rabu (28/1). Berikut klasemen AFC Futsal 2026 hingga Rabu (28/1) malam.

Jepang sukses tampil mengesankan pada pertandingan pertama Grup C AFC Futsal 2026 dengan menghadapi Australia.

Tim Samurai Biru berhasil mengalahkan Australia dengan skor telak 6-2 di Indonesia Arena pada Rabu (28/1).

Kemenangan ini langsung membuat posisi Jepang naik ke puncak klasemen Grup C dengan torehan tiga poin dari satu pertandingan yang dijalani.

Sedangkan Australia harus turun ke posisi keempat klasemen Grup C dengan poin nol.

Di grup yang sama, Uzbekistan bermain imbang 0-0 lawan Tajikistan. Hasil ini membuat Uzbekistan berada di posisi kedua klasemen AFC Futsal 2026 dengan poin satu. Sedangkan, Tajikistan berada di posisi ketiga klasemen dengan koleksi satu poin dari satu pertandingan.

Pada laga selanjutnya, Jepang akan ditantang Tajikistan. Sedangkan Australia akan menghadapi Uzbekistan.

Sementara itu pada pertandingan yang lain di Grup D, Afghanistan secara mengejutkan membantai Arab Saudi 3-0 di Jakarta International Velodrome, Rabu (28/1).

Kemenangan ini juga sukses membawa Afghanistan langsung naik ke puncak klasemen Grup D dengan torehan tiga poin. Tapi, akhirnya kemudian turun ke peringkat kedua menyusul kemenangan Iran atas Malaysia.

Iran sukses membantai Malaysia 4-1. Hasil ini membuat Iran naik ke puncak klasemen Grup D dengan poin tiga. Sedangkan Malaysia berada di posisi ketiga Grup D dengan poin nol.

Pada laga selanjutnya, Arab Saudi akan menghadapi lawan kuat yakni Iran. Sedangkan Afghanistan akan melawan Malaysia.

Klasemen AFC Futsal 2026 hingga Rabu (28/1) Malam:

Grup A
1. Indonesia 3
2. Irak 3
3. Kirgistan 0
4. Korea Selatan 0

Grup B
1. Thailand 3
2. Vietnam 3
3. Kuwait 0
4. Lebanon 0

Grup C
1. Jepang 3
2. Uzbekistan 1
3. Tajikistan 1
4. Australia 0

Grup D
1. Iran 3
2. Afghanistan 3
3. Malaysia 0
4. Arab Saudi 0 (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jabar Teken Kerja Sama dengan PT Deli Indonesia, Buka Peluang Kerja bagi Lulusan SMK Karawang

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Deli Indonesia Office Technology dan PT. CBL Solusi Logistik di SMKN 1 Karawang, Rabu (28/1/2026). Kerja sama ini membuka peluang kerja besar bagi lulusan SMK di Karawang.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa setiap industri baru yang masuk harus MoU dengan Pemprov Jabar. “Ini kebijakan Gubernur, setiap ada industri baru harus MoU dengan Pemprov Jabar. Nanti lulusan SMK di sekitar pabrik siap pra-kerja mengikuti magang tiga bulan. Begitu lulus, jadi calon karyawan tanpa seleksi, langsung kerja,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga menginstruksikan Kepala SMKN 1 Karawang untuk menyiapkan 40 siswa mengikuti pelatihan kompetensi bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. PT. Deli Indonesia Office Technology akan membangun pabrik peralatan perkantoran dengan investasi sekitar 150 juta dolar AS dan mempekerjakan 3.000 orang tenaga kerja.

“Siswa kelas 3 akan selesai pada Mei nanti, jadi mulai sekarang disiapkan minat anak-anaknya melalui magang. Termasuk dibuka kesempatan bagi alumni yang masih mencari pekerjaan,” kata Kepala Sekolah SMKN 1 Karawang, H. Rosli.

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Karawang dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya investasi ini, lulusan SMK di Karawang memiliki peluang kerja yang lebih besar dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dandim 0607/Kota Sukabumi Cek Kesiapan Pra TMMD ke-127 di Parakanlima

0

Wartain.com || Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Czi Indra Gunawan, S.T., M.M., melakukan peninjauan lapangan ke lokasi kegiatan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang berlokasi di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (28/01/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sasaran fisik maupun nonfisik sebelum pelaksanaan TMMD ke-127 yang dijadwalkan akan dibuka secara resmi pada 10 Februari 2026 mendatang.

Dalam kegiatan itu, Dandim didampingi Kasdim 0607/Kota Sukabumi Mayor Inf Hendra Bagus Arioko, para perwira staf, Danramil setempat, serta unsur Pemerintah Desa Parakanlima.

Letkol Czi Indra Gunawan menekankan bahwa pelaksanaan Pra TMMD harus direncanakan dengan matang dan dikerjakan secara terukur agar seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Ia menyampaikan bahwa selama kurang lebih satu bulan masa Pra TMMD, seluruh personel Kodim 0607/Kota Sukabumi akan terlibat aktif untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, antusiasme dan partisipasi masyarakat Desa Parakanlima menjadi salah satu faktor pendukung utama keberhasilan program TMMD. Terlebih, pembangunan akses jalan yang menjadi sasaran utama TMMD ini sangat dinantikan warga, mengingat jalur tersebut telah terputus sejak tahun 2021 dan berdampak pada aktivitas serta perekonomian masyarakat.

“Melalui TMMD ke-127 ini, diharapkan akses jalan dapat kembali dibuka sehingga mobilitas warga menjadi lancar dan roda perekonomian masyarakat dapat meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim berharap pelaksanaan TMMD ke-127 tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui pemberdayaan wilayah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tabrak Lari di Sukaraja Sukabumi, Pengendara Motor dan Lansia Alami Luka-luka

0

Wartain.com || Peristiwa tabrak lari terjadi di Jalan Raya Sukaraja, tepatnya di depan Rumah Makan H. Empud, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Selasa (27/1/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor beserta penumpang lanjut usia mengalami luka-luka.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Andhika Pratistha, menerangkan bahwa kecelakaan bermula dari sebuah sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Sukaraja menuju Pasar Sukaraja. Identitas kendaraan maupun pengendaranya hingga kini belum diketahui.

“Pengendara diduga kurang berhati-hati, kurang konsentrasi, dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi,” kata Andhika, Rabu (28/1/2026).

Setibanya di lokasi kejadian, pengendara tersebut berupaya mendahului kendaraan lain di depannya. Namun saat melakukan manuver menyalip, motor justru melebar terlalu ke kanan hingga memasuki jalur berlawanan arah.

Pada saat yang sama, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Beat bernomor polisi F 4252 QG yang dikendarai USM (41), warga Kecamatan Kebonpedes, dengan membawa penumpang seorang pria lanjut usia berinisial PS (74), warga Sukaraja.

“Karena terlalu mengambil jalur kanan, motor tersebut menyerempet Honda Beat yang datang dari arah berlawanan,” jelas Andhika.

Usai terlibat kecelakaan, pengendara yang diduga sebagai penyebab insiden tidak menghentikan kendaraannya. Ia justru meninggalkan lokasi kejadian tanpa memberikan pertolongan kepada korban.

“Pengendara dan kendaraan yang menyerempet korban langsung melanjutkan perjalanan, sehingga identitasnya belum diketahui,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, USM dan PS mengalami sejumlah luka dan langsung dilarikan ke RS Hermina Sukaraja untuk mendapatkan perawatan medis. Sepeda motor Honda Beat milik korban pun mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan.

Andhika menyampaikan bahwa kondisi kedua korban kini telah membaik dan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

“Alhamdulillah, korban sudah mendapatkan perawatan dan saat ini sudah kembali ke rumah,” katanya.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan terhadap kasus tabrak lari tersebut masih terus dilakukan guna mengungkap identitas pengendara yang melarikan diri.

“Penyelidikan masih kami lakukan untuk mengungkap pelaku,” pungkas Andhika.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik