26.7 C
Jakarta
Rabu, Juli 15, 2026
Beranda blog Halaman 322

Setelah Satu Pertandingan Selesai, Begini Posisi Klasemen Sementara AFC Futsal 2026  

0
Oplus_131072

Wartain.com || Klasemen AFC Futsal 2026 mengalami perubahan usai Jepang menang besar hingga Malaysia dibantai pada Rabu (28/1). Berikut klasemen AFC Futsal 2026 hingga Rabu (28/1) malam.

Jepang sukses tampil mengesankan pada pertandingan pertama Grup C AFC Futsal 2026 dengan menghadapi Australia.

Tim Samurai Biru berhasil mengalahkan Australia dengan skor telak 6-2 di Indonesia Arena pada Rabu (28/1).

Kemenangan ini langsung membuat posisi Jepang naik ke puncak klasemen Grup C dengan torehan tiga poin dari satu pertandingan yang dijalani.

Sedangkan Australia harus turun ke posisi keempat klasemen Grup C dengan poin nol.

Di grup yang sama, Uzbekistan bermain imbang 0-0 lawan Tajikistan. Hasil ini membuat Uzbekistan berada di posisi kedua klasemen AFC Futsal 2026 dengan poin satu. Sedangkan, Tajikistan berada di posisi ketiga klasemen dengan koleksi satu poin dari satu pertandingan.

Pada laga selanjutnya, Jepang akan ditantang Tajikistan. Sedangkan Australia akan menghadapi Uzbekistan.

Sementara itu pada pertandingan yang lain di Grup D, Afghanistan secara mengejutkan membantai Arab Saudi 3-0 di Jakarta International Velodrome, Rabu (28/1).

Kemenangan ini juga sukses membawa Afghanistan langsung naik ke puncak klasemen Grup D dengan torehan tiga poin. Tapi, akhirnya kemudian turun ke peringkat kedua menyusul kemenangan Iran atas Malaysia.

Iran sukses membantai Malaysia 4-1. Hasil ini membuat Iran naik ke puncak klasemen Grup D dengan poin tiga. Sedangkan Malaysia berada di posisi ketiga Grup D dengan poin nol.

Pada laga selanjutnya, Arab Saudi akan menghadapi lawan kuat yakni Iran. Sedangkan Afghanistan akan melawan Malaysia.

Klasemen AFC Futsal 2026 hingga Rabu (28/1) Malam:

Grup A
1. Indonesia 3
2. Irak 3
3. Kirgistan 0
4. Korea Selatan 0

Grup B
1. Thailand 3
2. Vietnam 3
3. Kuwait 0
4. Lebanon 0

Grup C
1. Jepang 3
2. Uzbekistan 1
3. Tajikistan 1
4. Australia 0

Grup D
1. Iran 3
2. Afghanistan 3
3. Malaysia 0
4. Arab Saudi 0 (***)

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jabar Teken Kerja Sama dengan PT Deli Indonesia, Buka Peluang Kerja bagi Lulusan SMK Karawang

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Deli Indonesia Office Technology dan PT. CBL Solusi Logistik di SMKN 1 Karawang, Rabu (28/1/2026). Kerja sama ini membuka peluang kerja besar bagi lulusan SMK di Karawang.

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa setiap industri baru yang masuk harus MoU dengan Pemprov Jabar. “Ini kebijakan Gubernur, setiap ada industri baru harus MoU dengan Pemprov Jabar. Nanti lulusan SMK di sekitar pabrik siap pra-kerja mengikuti magang tiga bulan. Begitu lulus, jadi calon karyawan tanpa seleksi, langsung kerja,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga menginstruksikan Kepala SMKN 1 Karawang untuk menyiapkan 40 siswa mengikuti pelatihan kompetensi bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. PT. Deli Indonesia Office Technology akan membangun pabrik peralatan perkantoran dengan investasi sekitar 150 juta dolar AS dan mempekerjakan 3.000 orang tenaga kerja.

“Siswa kelas 3 akan selesai pada Mei nanti, jadi mulai sekarang disiapkan minat anak-anaknya melalui magang. Termasuk dibuka kesempatan bagi alumni yang masih mencari pekerjaan,” kata Kepala Sekolah SMKN 1 Karawang, H. Rosli.

Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Karawang dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya investasi ini, lulusan SMK di Karawang memiliki peluang kerja yang lebih besar dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dandim 0607/Kota Sukabumi Cek Kesiapan Pra TMMD ke-127 di Parakanlima

0

Wartain.com || Komandan Kodim 0607/Kota Sukabumi, Letkol Czi Indra Gunawan, S.T., M.M., melakukan peninjauan lapangan ke lokasi kegiatan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang berlokasi di Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (28/01/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sasaran fisik maupun nonfisik sebelum pelaksanaan TMMD ke-127 yang dijadwalkan akan dibuka secara resmi pada 10 Februari 2026 mendatang.

Dalam kegiatan itu, Dandim didampingi Kasdim 0607/Kota Sukabumi Mayor Inf Hendra Bagus Arioko, para perwira staf, Danramil setempat, serta unsur Pemerintah Desa Parakanlima.

Letkol Czi Indra Gunawan menekankan bahwa pelaksanaan Pra TMMD harus direncanakan dengan matang dan dikerjakan secara terukur agar seluruh target dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Ia menyampaikan bahwa selama kurang lebih satu bulan masa Pra TMMD, seluruh personel Kodim 0607/Kota Sukabumi akan terlibat aktif untuk mendukung percepatan pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, antusiasme dan partisipasi masyarakat Desa Parakanlima menjadi salah satu faktor pendukung utama keberhasilan program TMMD. Terlebih, pembangunan akses jalan yang menjadi sasaran utama TMMD ini sangat dinantikan warga, mengingat jalur tersebut telah terputus sejak tahun 2021 dan berdampak pada aktivitas serta perekonomian masyarakat.

“Melalui TMMD ke-127 ini, diharapkan akses jalan dapat kembali dibuka sehingga mobilitas warga menjadi lancar dan roda perekonomian masyarakat dapat meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dandim berharap pelaksanaan TMMD ke-127 tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan melalui pemberdayaan wilayah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tabrak Lari di Sukaraja Sukabumi, Pengendara Motor dan Lansia Alami Luka-luka

0

Wartain.com || Peristiwa tabrak lari terjadi di Jalan Raya Sukaraja, tepatnya di depan Rumah Makan H. Empud, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Selasa (27/1/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor beserta penumpang lanjut usia mengalami luka-luka.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Andhika Pratistha, menerangkan bahwa kecelakaan bermula dari sebuah sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Sukaraja menuju Pasar Sukaraja. Identitas kendaraan maupun pengendaranya hingga kini belum diketahui.

“Pengendara diduga kurang berhati-hati, kurang konsentrasi, dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi,” kata Andhika, Rabu (28/1/2026).

Setibanya di lokasi kejadian, pengendara tersebut berupaya mendahului kendaraan lain di depannya. Namun saat melakukan manuver menyalip, motor justru melebar terlalu ke kanan hingga memasuki jalur berlawanan arah.

Pada saat yang sama, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Honda Beat bernomor polisi F 4252 QG yang dikendarai USM (41), warga Kecamatan Kebonpedes, dengan membawa penumpang seorang pria lanjut usia berinisial PS (74), warga Sukaraja.

“Karena terlalu mengambil jalur kanan, motor tersebut menyerempet Honda Beat yang datang dari arah berlawanan,” jelas Andhika.

Usai terlibat kecelakaan, pengendara yang diduga sebagai penyebab insiden tidak menghentikan kendaraannya. Ia justru meninggalkan lokasi kejadian tanpa memberikan pertolongan kepada korban.

“Pengendara dan kendaraan yang menyerempet korban langsung melanjutkan perjalanan, sehingga identitasnya belum diketahui,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, USM dan PS mengalami sejumlah luka dan langsung dilarikan ke RS Hermina Sukaraja untuk mendapatkan perawatan medis. Sepeda motor Honda Beat milik korban pun mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan.

Andhika menyampaikan bahwa kondisi kedua korban kini telah membaik dan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

“Alhamdulillah, korban sudah mendapatkan perawatan dan saat ini sudah kembali ke rumah,” katanya.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan terhadap kasus tabrak lari tersebut masih terus dilakukan guna mengungkap identitas pengendara yang melarikan diri.

“Penyelidikan masih kami lakukan untuk mengungkap pelaku,” pungkas Andhika.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Usai Jalani Perawatan, TKW Asal Sukabumi Lanti Segera Dipulangkan dari China

0

Wartain.com || Kabar menggembirakan datang dari Lanti, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Sukabumi yang sebelumnya tertahan di Shanghai, China, dan diduga menjadi korban pemerasan. Setelah menjalani perawatan medis secara intensif, Lanti dipastikan akan segera kembali ke Indonesia dalam waktu dekat.

Kuasa hukum Lanti, Rangga Suria Danuningrat, mengungkapkan bahwa saat ini proses pemulangan tinggal menunggu hasil akhir observasi dari tim medis yang menangani kondisi kliennya. Apabila dokter menyatakan Lanti dalam kondisi stabil dan layak bepergian, otoritas China akan langsung menerbitkan visa jangka pendek sebagai syarat administrasi kepulangan.

“Estimasi kepulangan kurang dari satu minggu, tergantung hasil observasi dokter. Kalau sudah ada izin medis, pemerintah China akan langsung mengeluarkan visa jangka pendek,” ujar Rangga, Rabu (28/1/2026).

Rangga menjelaskan, visa yang diberikan umumnya memiliki masa berlaku sekitar tujuh hingga sepuluh hari. Waktu tersebut dimanfaatkan untuk persiapan kepulangan, sekaligus memastikan seluruh proses keimigrasian dan administrasi berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di China.

“Visa itu digunakan untuk memastikan proses kepulangan aman dan legal, sambil menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan,” jelasnya.

Selama menjalani perawatan di Shanghai, seluruh biaya pengobatan Lanti ditanggung oleh pemerintah China. Hal itu, kata Rangga, tidak terlepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI). Sementara itu, pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas biaya pemulangan ke Tanah Air serta kebutuhan hidup Lanti selama masih berada di China.

Dalam perkembangan terbaru, Rangga juga mengungkapkan bahwa seorang perempuan bernama Dewi Cong kini aktif membantu Lanti selama masa pemulihan. Dewi disebut kerap mendampingi Lanti untuk keperluan medis dan aktivitas sehari-hari.

“Sekarang justru Dewi Cong yang banyak membantu Lanti, termasuk mengantar ke rumah sakit dan keperluan lainnya,” ujarnya.

Saat ini, Lanti masih berada dalam pengawasan tim medis usai menjalani tindakan penyedotan cairan di bagian perut akibat kondisi kesehatan yang dialaminya. Observasi lanjutan dilakukan guna memastikan kondisi Lanti benar-benar stabil sebelum diperbolehkan melakukan perjalanan jauh ke Indonesia.

Sebelumnya, kasus Lanti menjadi perhatian publik setelah keluarga mengungkap adanya permintaan sejumlah uang oleh pihak tertentu dengan dalih membantu proses kepulangan. Situasi tersebut diperparah dengan kondisi kesehatan Lanti yang memburuk dan keterbatasan akses keluarga, sehingga mendorong desakan publik agar pemerintah segera turun tangan.

Dengan adanya pendampingan dari KJRI serta koordinasi antara pemerintah Indonesia dan otoritas China, proses pemulangan Lanti kini telah memasuki tahap akhir. Keluarga berharap Lanti dapat segera kembali ke Sukabumi dalam keadaan sehat dan aman setelah melalui masa sulit selama berada di luar negeri.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sertijab dan Pelantikan Pengurus BEM STKIP BMS Palabuhanratu Digelar Khidmat

0

Wartain.com || Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Bina Mutiara Sukabumi (BMS) Palabuhanratu menggelar serah terima jabatan (sertijab) Ketua BEM sekaligus pelantikan pengurus BEM baru periode 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Mutiara Palabuhanratu, Rabu siang, 28 Januari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BEM periode 2024–2025 Yosep Maulana secara resmi menyerahkan jabatan kepada Ketua BEM terpilih periode 2025–2026, Alma Heryanto Putri. Selain sertijab ketua, acara ini juga dirangkaikan dengan pelantikan seluruh anggota dan pengurus BEM STKIP BMS yang baru.

Prosesi sertijab dan pelantikan berlangsung secara khidmat dan tertib. Acara ini dihadiri oleh Ketua Pengelola Kampus Wilayah STKIP BMS Palabuhanratu, civitas akademika, serta tamu undangan dari organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan kampus STKIP BMS Palabuhanratu.

Ketua BEM lama Yosep Maulana dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus BEM periode 2024–2025 atas kerja sama dan dedikasi selama masa kepengurusan. Ia berharap pengurus BEM yang baru dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tetapi awal dari amanah besar untuk membawa aspirasi mahasiswa dan menjaga nama baik kampus,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BEM baru Alma Heryanto Putri menyatakan kesiapan dirinya beserta seluruh pengurus yang telah dilantik untuk mengemban tugas organisasi. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran BEM sebagai wadah aspirasi dan penggerak kegiatan kemahasiswaan.

“Saya siap mengemban tanggung jawab ini dengan penuh dedikasi. Dukungan dari seluruh mahasiswa dan civitas akademika sangat kami harapkan demi kemajuan bersama,” kata Alma.

Melalui sertijab dan pelantikan ini, diharapkan kepengurusan BEM STKIP Bina Mutiara Sukabumi Palabuhanratu periode 2025–2026 dapat menjalankan roda organisasi secara profesional, aktif, dan berkontribusi positif bagi lingkungan kampus.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Mobil Diduga Alami Kabur Gas, Pengendara Motor Tertabrak di Jalan Siliwangi Sukabumi

0

Wartain.com || Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Siliwangi, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (28/1/2026) sore. Insiden yang melibatkan sebuah mobil Toyota Rush dan sepeda motor itu berlangsung di depan gerai Kopi Kenangan sekitar pukul 14.20 WIB dan sempat terekam kamera CCTV di sekitar lokasi.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, mobil terlihat melaju dari arah Lapang Tenis di samping RSUD R. Syamsudin SH menuju ruas jalan utama. Dalam hitungan detik, kendaraan tersebut menghantam sepeda motor yang berada di sisi jalan, tepat di dekat gerobak pedagang soto.

Sulastri (38), istri korban yang sehari-hari berjualan soto di lokasi kejadian, menuturkan peristiwa berlangsung sangat cepat. Saat itu, suaminya baru saja menaiki sepeda motor dan bersiap meninggalkan tempat berjualan.

“Mobilnya tiba-tiba langsung belok ke arah sini, dari dalam lapang tenis langsung ke samping gerobak. Posisi suami saya sudah di atas motor,” kata Sulastri saat ditemui di lokasi.

Akibat tabrakan tersebut, korban mengalami luka dan langsung mendapatkan pertolongan. Sulastri menduga suaminya mengalami cedera akibat benturan keras.

“Kelihatannya luka karena benturan. Kejadiannya sekitar jam setengah tiga sore,” ujarnya.

Sementara itu, pengemudi Toyota Rush, Nandang Sunandar (61), menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi karena kendaraan yang dikemudikannya diduga mengalami gangguan teknis berupa kabur gas saat hendak keluar dari area lapang tenis.

“Saya mau pulang habis main tenis. Baru dinyalakan mobil langsung ngegas sendiri. Saya masih sadar, sudah coba injak rem dan rem tangan, tapi mobil nggak berhenti,” tutur Nandang.

Dalam kondisi panik karena banyaknya aktivitas warga di sekitar lokasi, Nandang mengaku berupaya mengendalikan arah kendaraan agar tidak menabrak lebih banyak orang. Ia kemudian mengarahkan mobil ke trotoar yang menurutnya relatif lebih sepi.

“Saya lihat kanan kiri banyak orang. Di depan ada trotoar, ada orang juga tapi tidak sebanyak di jalan, jadi saya arahkan ke sana supaya mobil bisa berhenti,” jelasnya.

Setelah mobil berhasil dihentikan, Nandang menyebut kendaraan sempat mengeluarkan asap. Ia pun langsung turun untuk memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan.

“Mobil sempat berasap, saya khawatir ada kebakaran. Begitu sadar motor tertabrak, saya langsung nolongin korban,” katanya.
Dalam kejadian tersebut, Nandang juga mengalami luka ringan akibat benturan dengan setir mobil. “Kepala masih pusing, muka sedikit luka, kacamata sampai pecah,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penanganan di lokasi dan belum menyampaikan keterangan resmi terkait kronologi maupun penyebab pasti kecelakaan tersebut.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

AMPH RI Datangi Kejari Kota Sukabumi, Pertanyakan Penanganan Laporan Pembiayaan PT Alpindo

0

Wartain.com || Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum Republik Indonesia (AMPH RI) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Sukabumi, Rabu (28/1/2026). Aksi tersebut menuntut aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas pembiayaan oleh PT Bank BRI Syariah kepada PT Alpindo Mitra Baja pada periode 2012–2013.

Perkara ini menjadi sorotan publik karena menyeret nama Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, yang pada saat itu diketahui menjabat sebagai pimpinan PT Alpindo Mitra Baja. Koordinator aksi AMPH RI, Moch Akmal Fajriansyah, menyampaikan bahwa laporan dugaan korupsi tersebut telah lebih dulu disampaikan ke Kejaksaan Agung pada 22 Juli 2025. Prosesnya kemudian berlanjut hingga dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan akhirnya ditangani Kejari Kota Sukabumi sejak 30 Oktober 2025.

“Tujuan kami datang hari ini ada dua. Pertama, meminta kejelasan sejauh mana proses penanganan laporan kami. Kedua, mendesak percepatan karena potensi kerugian negara yang kami nilai sangat besar, mencapai Rp176,7 miliar,” ujar Akmal.

Akmal mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, pembiayaan tersebut diduga bermasalah sejak awal, terutama terkait nilai appraisal aset. Ia menyebut nilai aset yang semestinya hanya berada di kisaran Rp43 miliar, namun justru menjadi dasar pencairan pembiayaan hingga Rp176,7 miliar.

Permasalahan semakin kompleks ketika PT Alpindo Mitra Baja dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada tahun 2017.
Menurut Akmal, pihak bank kemudian mengklaim Pengambilalihan Agunan (AYDA) senilai Rp96,2 miliar pada akhir tahun yang sama, meskipun aset tersebut telah masuk dalam boedel pailit dan secara hukum berada di bawah kewenangan kurator.

“Kami mempertanyakan dasar pengambilalihan aset oleh bank, sementara ada putusan pengadilan yang menyatakan aset tersebut termasuk dalam bundel pailit. Situasi ini menimbulkan dugaan adanya ketidakwajaran, termasuk kemungkinan penyajian laporan keuangan yang tidak sesuai,” tegasnya.

Atas rangkaian temuan tersebut, AMPH RI meminta Kejari Kota Sukabumi bertindak tegas dan profesional dengan segera melakukan penyelidikan sesuai mekanisme hukum yang berlaku, tanpa menunda ataupun mengabaikan laporan masyarakat.

“Kami menuntut transparansi dan akuntabilitas. Publik berhak mengetahui status penanganan perkara ini, langkah apa saja yang sudah dilakukan, dan ke mana arah proses hukumnya. Penegakan hukum adalah amanah, bukan sekadar kewenangan administratif,” kata Akmal menutup pernyataannya.

Menanggapi tuntutan massa, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kota Sukabumi, Muhammad Haris, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat pelimpahan perkara dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat tertanggal 30 Oktober 2025. Saat ini, tim jaksa masih berada pada tahap Pengumpulan Data (Puldata) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).

“Penelitian sedang kami lakukan untuk memastikan konstruksi hukumnya, apakah masuk kategori tindak pidana korupsi, perbankan, atau bentuk pelanggaran lainnya, termasuk memastikan locus delicti,” jelas Haris.

Ia menegaskan bahwa proses penanganan dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan pelanggaran hak pihak manapun. Sejumlah pihak disebut telah dimintai klarifikasi sebagai bagian dari proses awal.

“Terkait siapa saja yang sudah diperiksa, termasuk apakah Wali Kota Sukabumi telah dimintai keterangan, itu belum bisa kami sampaikan. Namun prinsip kami jelas, semua sama di mata hukum. Penelitian ini bisa berkembang ke mana saja,” pungkas Haris.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Logika Kebenaran dalam Realitas vs Kekuasaan dalam Sistem Kehidupan Manusia

0
Oplus_131072

Oleh : Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan

Wartain.com || Kebenaran dan kekuasaan adalah dua poros utama yang membentuk arah kehidupan manusia. Keduanya sering dipertemukan dalam realitas sosial, namun jarang berjalan seiring. Kebenaran bersandar pada apa yang ada, sedangkan kekuasaan sering bertumpu pada apa yang dipaksakan agar tampak ada. Di titik inilah konflik mendasar manusia bermula: ketika logika kebenaran berhadapan dengan logika kekuasaan.

Dalam realitas, kebenaran bersifat ontologis. Ia tidak bergantung pada pengakuan, jabatan, atau legitimasi formal. Kebenaran tetap benar meski ditolak, disangkal, atau ditindas. Api tetap panas walau mayoritas sepakat menyebutnya dingin. Dalam tradisi filsafat, kebenaran dipahami sebagai kesesuaian antara akal dan realitas (adaequatio intellectus et rei). Maka, kebenaran adalah sesuatu yang berdiri sendiri, tidak membutuhkan kuasa untuk mengesahkannya.

Sebaliknya, kekuasaan bekerja dalam ranah relasional dan struktural. Ia hidup dari pengakuan, kepatuhan, dan sistem. Kekuasaan tidak selalu mencari kebenaran; yang dicari adalah stabilitas, kontrol, dan keberlangsungan dominasi. Karena itu, kekuasaan kerap menciptakan “kebenaran versi sistem”: narasi resmi, hukum positif, data statistik, dan simbol-simbol legitimasi. Di sinilah muncul paradoks: sesuatu bisa “sah secara sistem”, tetapi “palsu secara realitas”.

Logika kekuasaan bersifat instrumental. Ia menilai benar–salah berdasarkan untung–rugi, aman–berbahaya, atau menguntungkan–mengancam. Dalam logika ini, kebenaran dapat dinegosiasikan, ditunda, bahkan dikorbankan demi stabilitas sistem. Sejarah manusia penuh dengan contoh ketika kebohongan dilembagakan, manipulasi dinormalisasi, dan ketidakadilan disahkan atas nama hukum dan negara.

Konflik antara kebenaran dan kekuasaan menjadi paling tajam ketika sistem kehidupan manusia—politik, ekonomi, agama, dan budaya—lebih melayani kekuasaan daripada realitas. Ketika itu terjadi, manusia dipaksa hidup dalam kepalsuan yang terstruktur. Mereka diajarkan untuk mempercayai apa yang berulang kali dikatakan penguasa, bukan apa yang sungguh-sungguh dialami. Kebenaran pun dipersempit menjadi opini mayoritas atau keputusan elit.

Namun, kebenaran memiliki sifat subversif. Ia tidak bisa dibunuh, hanya bisa ditekan sementara. Dalam diam, kebenaran bekerja melalui kesadaran individu: kegelisahan batin, rasa tidak adil, dan pertanyaan eksistensial. Di sinilah filsafat menemukan perannya, bukan sebagai alat kekuasaan, tetapi sebagai penjaga kewarasan manusia.

Filsafat mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak nyaman bagi sistem, namun menyelamatkan martabat manusia.
Dalam perspektif spiritual dan ma‘rifat, kebenaran tertinggi tidak berada di tangan manusia, apalagi penguasa, melainkan pada Yang Maha Ada.

Kekuasaan manusia bersifat relatif dan sementara, sedangkan kebenaran bersifat absolut. Ketika manusia lupa akan keterbatasannya, kekuasaan berubah menjadi berhala, dan sistem berubah menjadi alat penindasan yang kehilangan ruh kemanusiaan.

Realitas menunjukkan bahwa sistem yang memusuhi kebenaran pada akhirnya runtuh oleh kebohongannya sendiri. Kekuasaan yang tidak selaras dengan realitas akan kehilangan legitimasi batin rakyatnya. Ketika jarak antara apa yang dikatakan dan apa yang dialami terlalu lebar, kepercayaan hancur, dan sistem memasuki fase dekadensi.

Maka, tugas manusia yang sadar bukanlah sekadar tunduk pada sistem, melainkan setia pada kebenaran. Kesetiaan ini menuntut keberanian: berani berpikir, berani merasakan, dan berani berkata jujur meski tanpa kuasa. Dalam dunia yang dikuasai oleh struktur, menjaga kebenaran adalah bentuk perlawanan paling sunyi sekaligus paling hakiki.

Pada akhirnya, kekuasaan akan berlalu bersama waktu, tetapi kebenaran akan tetap tinggal bersama realitas. Manusia diberi pilihan: menjadi alat kekuasaan yang sementara, atau menjadi saksi kebenaran yang abadi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Stasiun Jatake Resmi Dibuka, Mulai Beroperasi Layani Penumpang KRL Commuter Line

0

Wartain.com || Stasiun Jatake di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, resmi dibuka dan beroperasi mulai melayani penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line pada Rabu 28 Januari 2026.

Diketahui, stasiun yang berada di area Bumi Serpong Damai (BSD) diresmikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Selain itu juga, peresmian Stasiun Jatake turut dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Gubernur Banten Andra Soni dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasydin.

Terlihat Sejak pagi, kereta Commuter Line mulai berhenti di Stasiun Jatake untuk melayani penumpang yang menjalankan aktivitas nya. Hal ini menandai dimulainya operasional penuh stasiun tersebut.

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, dalam sambutannya mengatakan, pemerintah akan terus mendorong agar pengembangan kawasan permukiman, industri, serta pusat kegiatan ekonomi terhubung dengan sistem transportasi masal yang handal.

“Pemerintah mendorong agar setiap pengembangan kawasan pemukiman, industri, dan pusat kegiatan ekonomi selalu terhubung dengan sistem transportasi massal yang andal,” ujar Dudy dalam sambutannya.

Dudy juga menambahkan, diharapkan dengan beroperasinya Stasiun Jatake dapat memperlancar aktivitas kegiatan masyarakat Tangerang serta menjadi contoh kerja sama lintas sektor yang positif.

“Beroperasinya Stasiun Jatake tentu menambah pilihan bagi masyarakat, menambah kenyamanan dan kualitas layanan. Inilah esensi transportasi publik, terjangkau, teratur, dan memberi kemudahan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Dudy.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub juga mengapresiasi PT KAI (Persero) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang membangun Stasiun Jatake melalui skema creative financing tanpa menggunakan dana APBN dengan nilai proyek sekitar Rp100 miliar.

“Pembangunan ini terwujud lewat kolaborasi yang sehat dan saling menguatkan,” ungkapnya

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik pengoperasian Stasiun Jatake ia menilai kehadiran stasiun ini berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah hari ini salah satu stasiun kembali diresmikan yakni Stasiun Jatake. Semua stasiun itu sekarang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi,” ujar Andra.

Bangunan Stasiun Jatake terdiri dari tiga lantai, yakni lantai dasar untuk aktivitas penumpang, lantai satu untuk area komersial, dan lantai atas yang sebagai perkantoran PT KAI.

Selain itu, Stasiun Jatake berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai dan dirancang untuk melayani hingga 20.000 penumpang per hari. Adapun, fasilitas pendukung seperti parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda juga telah disiapkan.

Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasydin menyatakan kehadiran Stasiun Jatake diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung mobilitas masyarakat di kawasan yang berkembang pesat.

“Stasiun Jatake dihadirkan untuk mendekatkan layanan kereta api kepada masyarakat serta mendukung mobilitas harian yang lebih tertata dan efisien,” ujarnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Ujeng)