Wartain.com || Cuaca ekstrem kembali berdampak serius terhadap dunia pendidikan. Kali ini, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Idris yang berlokasi di Kampung Cipetir, Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan berat setelah atap ruang kelas ambruk akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Kamis malam (22/5/2025).
Bangunan yang berdiri sejak 2004 itu tak mampu lagi menahan derasnya hujan. Insiden terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, mengakibatkan runtuhnya atap ruang kelas VII serta sebagian dinding bagian utara.
“Bangunannya memang sudah cukup tua, dan saat hujan turun deras, atap langsung runtuh. Beruntung kejadiannya malam hari, jadi tidak ada korban,” jelas Kepala MTs Al-Idris, Nanang Karim Kasim, Minggu (25/5/2025).
Total dua ruangan terdampak dalam insiden ini, satu mengalami kerusakan parah dan satu lainnya rusak ringan. Namun sebagai langkah antisipasi keselamatan, seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) dialihkan ke aula dan ruang majelis taklim yang ada di lingkungan sekolah.
“Walau satu ruangan rusaknya ringan, kami tetap evakuasi seluruh aktivitas ke tempat yang lebih aman. Kami khawatir terjadi robohan susulan,” tambah Nanang.
Sekolah dengan jumlah siswa mencapai 85 orang ini kini harus menjalani proses belajar dalam kondisi darurat dan fasilitas seadanya. Untuk itu, pihak sekolah bersama pengurus yayasan tengah melakukan musyawarah internal guna menentukan langkah lanjutan, termasuk opsi mengajukan bantuan dari pemerintah atau pihak lain.
“Kami masih diskusi di internal sekolah, tapi arahnya memang akan ajukan permohonan bantuan. Kondisi ini cukup darurat bagi kelangsungan pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Ketua Yayasan Al-Idris, Syaribuono, menyampaikan bahwa laporan kejadian telah disampaikan ke pihak desa dan kecamatan. Rencananya, laporan resmi akan diteruskan ke Kementerian Agama sebagai bentuk permohonan dukungan pemulihan.
“Kami sudah konsultasi dengan pihak kecamatan, dan diarahkan untuk membuat laporan tertulis yang nanti akan difasilitasi pihak desa dan camat. Ini semua demi memastikan anak-anak tidak terhambat mendapatkan hak pendidikannya,” tutur Syaribuono.
Peristiwa ini menambah daftar dampak cuaca ekstrem terhadap fasilitas umum, khususnya sektor pendidikan. Selain perlunya percepatan penanganan, peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peremajaan dan perawatan infrastruktur sekolah secara berkala.***(RAF)
Wartain.com || Abdul Kadir Karding Kementerian P2MI Melakukan Silaturahmi dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Malaysia, Sabtu 24/05/2025.
Dari informasi yang didapatkan ia diundang langsung oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, untuk sarapan pagi bersama di kediamannya.
Dalam perbincangannya mereka membahas sejumlah hal penting terkait penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia.
‘Kami sepakat untuk mendorong penandatanganan MoU yang lebih spesifik di sektor skill worker,” ucapnya.
“Saya juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Malaysia dapat menambah kuota tenaga kerja Indonesia di sektor-sektor tertentu, khususnya perkebunan dan pertanian,” tambahnya.
Mereka bersepakat sepakat untuk mulai membuka lebih banyak sektor pekerjaan di luar ladang dan pertanian.
“Ini menjadi kabar baik bagi calon pekerja migran Indonesia dengan keahlian di bidang lain seperti konstruksi, kesehatan, logistik, dan lainnya,” pungkasnya.***
Wartain.com || Mengantisipasi potensi bencana banjir saat musim hujan tiba, Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Sumber Daya Air (UPTD PSDA) Wilayah Sungai (WS) Cisadea-Cibareno terus mempercepat upaya normalisasi di sejumlah sungai prioritas. Tiga titik lokasi saat ini tengah ditangani, yakni Sungai Cipalabuhan di Kecamatan Palabuhanratu, Sungai Cisuda di Kota Sukabumi, dan Sungai Cimandiri di wilayah Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.
Kepala UPTD PSDA WS Cisadea-Cibareno, Lusie Musianty, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana yang difokuskan pada pengurangan risiko banjir melalui pengendalian sedimen dan peningkatan kapasitas aliran sungai.
“Kami menerima banyak laporan masyarakat, khususnya di wilayah Cireunghas, yang sudah lama terdampak banjir tahunan. Salah satunya adalah luapan Sungai Cimandiri yang kerap merendam sekitar lima hektare sawah di Desa Caringan dan Desa Bencoy,” ujar Lusie, Minggu (25/5/2025).
Normalisasi Sungai Cimandiri, lanjut Lusie, telah dilakukan selama sepekan dengan mengerahkan dua alat berat. Sungai yang memiliki lebar bervariasi antara 32 hingga 68 meter itu tengah dinormalisasi sepanjang 660 meter, menyasar titik-titik yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi tinggi.
“Normalisasi ini adalah solusi jangka pendek yang kami lakukan untuk menekan risiko banjir saat curah hujan meningkat. Tapi kami juga sedang menyiapkan kajian untuk penanganan permanen bekerja sama dengan dinas terkait,” jelasnya.
Tak hanya mengandalkan pengerukan, Lusie menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, kelestarian sungai tidak akan bisa dijaga tanpa kesadaran kolektif untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kawasan hulu.
“Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah. Selain itu, pengawasan terhadap pemanfaatan lahan di sepanjang sempadan sungai juga perlu diperketat,” imbuhnya.
Lusie turut mengingatkan tentang regulasi yang mengatur pemanfaatan ruang di sekitar aliran sungai. Mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 28 Tahun 2015, Sungai Cimandiri yang tidak bertanggul dan berada di luar kawasan perkotaan memiliki garis sempadan minimal 100 meter dari tepi sungai.
“Kepatuhan terhadap garis sempadan ini penting untuk mencegah gangguan aliran dan memperkecil risiko bencana,” tegasnya.
Dengan kombinasi normalisasi fisik, penguatan regulasi, dan peningkatan kesadaran publik, UPTD PSDA berharap wilayah-wilayah rawan banjir seperti Cireunghas akan lebih siap menghadapi intensitas hujan yang tinggi.***(RAF)
Wartain.com || Ajang Harmoni Budaya yang digelar di kampus IPB Sukabumi pada Minggu (25/5/2025), menjadi bukti bahwa generasi muda masih memegang peranan penting dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa, meskipun berada di tengah arus digitalisasi yang kian deras.
Dalam acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat tersebut, Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menyoroti keterlibatan aktif anak-anak muda sebagai kekuatan utama dalam merawat nilai-nilai tradisional. Salah satu contoh yang menonjol adalah penampilan memukau dari para pelajar dalam Pentas Pasanggiri Jaipongan, yang bukan hanya menampilkan seni tari, tetapi juga memperlihatkan kebanggaan terhadap identitas lokal.
“Kegiatan ini merupakan wadah pemersatu lintas generasi. Ketika generasi muda terlibat, maka kita sedang membangun masa depan budaya bangsa,” ujar Bobby dalam sambutannya.
Namun, di tengah sorotan pada kekayaan budaya, Bobby juga menyinggung tantangan besar yang kini dihadapi: digitalisasi. Ia menegaskan bahwa transformasi digital adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari, baik dalam sektor pemerintahan maupun pendidikan. Meski membawa banyak manfaat, digitalisasi juga memiliki potensi membentuk persepsi yang bias dan dangkal.
“Media sosial bisa menciptakan ilusi. Kadang yang tampak aktif di dunia maya belum tentu bekerja nyata,” ujar Bobby. Ia mengingatkan pentingnya bijak menyikapi informasi dan tidak terjebak dalam arus algoritma yang tidak selalu berpihak pada kebenaran.
Khusus di bidang pendidikan, Bobby menekankan bahwa peran guru dan dosen tidak bisa digantikan oleh teknologi. Hubungan emosional yang kuat antara pengajar dan peserta didik tetap menjadi fondasi utama dalam proses belajar.
“Jangan sampai media sosial menjadi tempat curhat masalah pribadi siswa. Harus ada ruang komunikasi yang aman dan sehat di sekolah maupun kampus,” katanya.
Harmoni Budaya bukan sekadar panggung pertunjukan seni, melainkan juga refleksi akan pentingnya peran generasi muda dan kesadaran digital dalam menjaga jati diri bangsa. Bobby berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang terus berkembang, sebagai sarana pendidikan budaya sekaligus penguatan karakter di tengah dunia yang terus berubah.***(RAF)
Wartain.com || Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan aturan baru sistem penerimaan murid di seluruh Indonesia. Kebijakan itu tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Regulasi baru tersebut diklaim sebagai langkah memperkuat pemerataan layanan pendidikan dan menghapus diskriminasi akses sekolah. “Kebijakan ini merupakan elaborasi dari amanat konstitusi, karena pendidikan adalah hak seluruh warga negara,” kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat dikutip dari keterangan resmi pada Sabtu, 24 Mei 2025.
Atip menjelaskan, SPMB menekankan lima prinsip utama: objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Filosofi utamanya, kata dia, memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan di satuan pendidikan terdekat yang bermutu.
“SPMB ini bukan sekadar soal sebaran sekolah yang bisa diakses, tapi juga memastikan mutu sekolah. Di sinilah pentingnya peran pemerintah daerah memberikan data akurat soal satuan pendidikan di wilayahnya,” ujar Atip.
Atip mengatakan peraturan ini menjadi pengganti dari kebijakan sistem zonasi yang sebelumnya kerap menuai polemik. Meski masih menekankan pentingnya domisili sebagai acuan, SPMB memberi ruang fleksibilitas kepada daerah untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi sosial dan geografis.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti mengatakan cakupan SPMB lebih luas dibanding sistem sebelumnya. Ia tak hanya mengatur mekanisme penerimaan, tapi juga pembinaan, evaluasi, kurasi prestasi, serta integrasi teknologi dalam prosesnya.
“Dengan data yang lebih akurat dan sistem digital yang terintegrasi, prosesnya bisa lebih adil dan efisien,” ucap Suharti.***
Wartain.com || Pekan terkahir yang dimainkan, hasil maksimal diraih Persib Bandung saat mengakhiri Liga 1 2024-2025 dengan kemenangan 3-2 saat melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu, 24 Mei 2025.
Persib Bandung resmi menjadi juara Liga 1 musim 2024-2025. Usai laga kontra Persis Solo di GBLA, Maung Bandung akan mengangkat trofi juara Liga 1 musim ini.
Meski telah menjadi juara Liga 1, pelatih Persib Bandung Bojan Hodak tetap menurunkan skuad terbaiknya. Dalam daftar susunan pemain lawan Persis Solo, nama-nama seperti Nick Kuipers, Kevin Ray Mendoza, Tyronne del Pino, Beckham Putra hingga Marc Klok tampil sejak menit awal.
Keputusan Bojan memainkan pemain-pemain inti bisa jadi sebagai bentuk penghormatan sekaligus memberikan kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan penampilan terakhirnya untuk Persib Bandung.
Ada tiga fakta menarik dalam torehan manis Tim Maung Bandung:
1. Persib untuk pertama kalinya berhasil juara secara back to back atau beruntun.
2. Persib juga pertama kali menjadi juara dengan format full 1 liga.
3. Persib untuk pertama kalinya bakal menerima trofi juara Liga 1 di Bandung.
Cetak Sejarah! Persib Back to Back Juara Liga 1
Persib Bandung keluar sebagai juara Liga 1 back to back setelah musim kompetisi sebelumnya 2023-2024 yang juga tampil sebagai juara.
Untuk memperingati momen bersejarah ini, Pemkot Bandung menggelar konvoi Persib Juara Back to Back 2025 yang digelar Minggu, 25 Mei 2025. Rute konvoi akan dimulai dari Balai Kota menuju Gedung Sate yang mencerminkan perjalanan simbolis Persib dari Kota Bandung menuju kejayaan di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Persib juga dikabarkan akan menyematkan empat bintang di logonya sebagi penanda telah barhasil empat kali menjuarai kasta tertinggi liga sepak bola Indonesia itu.***
Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas menghadiri Haul Akbar ke-5 Guru Besar Yayasan Al-Kholiliyah Sukatani (YAS), KH. M. Yusuf Mubarok, yang digelar di Kompleks Yayasan Al-Kholiliyah, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, Sabtu Malam (24/5/2025).
Wabup mengatakan, pentingnya momentum haul sebagai sarana mengenang jasa para tokoh agama, sekaligus meneladani perjuangan mereka dalam membina masyarakat dan memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan.
“Peringatan haul ini merupakan ruang untuk kita belajar dari sejarah dan meneladani perjuangan ulama dalam membangun peradaban serta berkontribusi terhadap lahirnya bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Wabup menyoroti peran vital pesantren dalam sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, dunia pesantren telah menjadi fondasi kokoh dalam membentuk karakter bangsa, serta jembatan harmoni antara ulama dan pemerintah.
“Pesantren merupakan media pemersatu bangsa. Para sesepuh kita telah membuktikan bahwa perjuangan ulama tidak bisa dilepaskan dari sejarah kemerdekaan dan pembangunan Indonesia,” terangnya.
Wabup berharap keberadaan Yayasan Al-Kholiliyah Sukatani, yang dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di wilayah Parakansalak, dapat terus menjadi penjaga kerukunan umat beragama dan pilar stabilitas sosial di Kabupaten Sukabumi.
“Mudah-mudahan pesantren ini terus menjadi pelita di tengah masyarakat, menjaga toleransi, dan mempererat kebersamaan lintas elemen,” tutupnya.***
Wartain.com || Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Paripurna ke-18 Tahun Sidang 2025 pada hari Kamis, 22 Mei 2025, di ruang rapat utama DPRD.
Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali, S.IP., didampingi Wakil Ketua II H. Usep, Wakil Ketua III, Ramzi Akbar Yusuf, SM, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, SE, para anggota DPRD, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para Camat se-Kabupaten Sukabumi, serta tamu undangan lainnya.
Agenda utama Rapat Paripurna kali ini adalah penyampaian pandangan umum dari fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2029. Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali, S.IP., agenda ini merupakan tindak lanjut dari hasil keputusan Rapat Badan Musyawarah DPRD bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan pada tanggal 30 April 2025.
Penyampaian pandangan umum fraksi dilakukan secara bergiliran oleh juru bicara dari masing-masing fraksi. Dimulai dari Fraksi Partai Golkar dan PAN yang diwakili oleh H.M LOKA TRESNAJAYA, SE, yang disampaikan secara tertulis dan dilanjutkan oleh HERA ISKANDAR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA).
Pandangan Umum Fraksi Partai GOLKAR & PAN
Tentang RPJMD ini Fraksi GOLKAR & PAN sangat berharap komisi atau pansus bersama tim pemerintah daerah yang akan membahas Raperda ini dapat secara objektif menyepakati Raperda dan mengedepankan dan mengutamakan kepentingan daerah dan masyarakat Kabupaten Sukabumi serta mempertimbangkan ketepatan waktu pembahasan dan penetapannya.
Pandangan Umum Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)
Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas rancangan teknokratis RPJMD yang dinilai komprehensif. RPJMD tersebut mencakup pembangunan lima tahun kedepan dengan 11 sektor prioritas, 1 visi, 4 misi, 7 tujuan, 13 sasaran, 52 arah kebijakan, dan 134 strategi, selaras dengan RPJMN dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Fraksi Gerindra menyoroti visi Kabupaten Sukabumi, yaitu “Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah,” menekankan perlunya penjabaran indikator yang jelas untuk setiap elemen visi tersebut. Pertanyaan diajukan terkait definisi “maju” dari titik mana, keunggulan dalam varietas apa, budaya mana yang akan dipertahankan dan ditingkatkan, serta wujud keberkahan bagi siapa.
Prioritas pembangunan agroindustri dan agrowisata juga menjadi perhatian, dengan pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya membutuhkan, siapa yang diuntungkan, dan bagaimana sistem meritokrasi diterapkan dalam pelaksanaannya. Fraksi Gerindra juga mempertanyakan tema pembangunan yang berbasis agroindustri dan pariwisata dari tahun pertama hingga keempat, sementara penguatan tata kelola pemerintahan sebagai pondasi pembangunan justru ditempatkan di tahun terakhir.
Fraksi Gerindra menekankan pentingnya pemahaman seluruh kepala dinas terhadap visi, misi, tujuan, sasaran, arah kebijakan, dan strategi RPJMD. Selain itu, Fraksi Gerindra mengingatkan akan tujuan kemerdekaan, yaitu memerdekakan, mensejahterakan, dan mencerdaskan, serta pentingnya perencanaan yang matang agar tidak terjadi kegagalan. Fraksi Gerindra menyatakan dukungan penuh untuk kemajuan Kabupaten Sukabumi dan akan mengawal RPJMD ini menjadi kenyataan yang MUBAROKAH.
Penyampaian pandangan umum dilanjutkan oleh SAEPUL RAHMAN, S.Sy., MH, dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan HENDRA PURNAMA, S.Si dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Fraksi PKB menyampaikan apresiasi kepada Bupati atas Nota Pengantar Raperda RPJMD. Fraksi PKB memandang RPJMD ini sebagai bagian strategis dari proses perencanaan pembangunan yang berorientasi pada masa depan dan memiliki posisi vital dalam menentukan arah serta prioritas pembangunan daerah.
Dalam pandangannya, Fraksi PKB menekankan bahwa apapun bentuk pembangunan daerah, harus memperhatikan aspek keadilan ekologis. Pembangunan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika seluruh kebijakan dan program dijalankan dengan kesadaran terhadap kebutuhan lingkungan hidup dan keadilan sosial bagi generasi sekarang dan mendatang.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Berdasarkan kajian mendalam, Fraksi PKS memberikan beberapa poin catatan yang krusial terhadap Raperda tersebut. Beberapa poin penting meliputi:
1. Dokumen Lampiran: Mendesak kelengkapan dokumen lampiran Raperda untuk penelaahan komprehensif.
2. Janji Politik: RPJMD harus mewujudkan visi dan misi Bupati sebagai janji politik yang harus direalisasikan.
3. SDM Unggul: Meningkatkan sarana dan prasarana IPTEK dan keagamaan sebagai prioritas pembangunan.
4. Infrastruktur Dasar: Meminta fokus pada penyelesaian infrastruktur rusak dan mencabut SK Bupati terkait kawasan kumuh.
5. Kemacetan: Menanyakan strategi pemerintah daerah untuk mengatasi kemacetan parah di Kabupaten Sukabumi.
6. Ketahanan Keluarga: Meminta kebijakan terkait isu-isu ketahanan keluarga, perempuan, anak, dan pemuda.
7. Perumda RPH: Mendorong pembentukan Perumda RPH untuk jaminan keamanan pangan dan peningkatan PAD.
8. Industri Wisata Halal: Menekankan pentingnya memasukkan instruksi industri wisata halal untuk meningkatkan daya saing pariwisata.
9. Ketenagakerjaan: Mempertanyakan target yang jelas dalam menaikkan tingkat partisipasi angkatan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran terbuka.
10. Permasalahan Sampah: Mengusulkan langkah komprehensif dalam pengelolaan sampah, mulai dari edukasi berbasis masyarakat hingga pengadaan alat pengolah sampah di setiap kecamatan.
11. BPR Syariah: Mendorong perubahan mendasar dari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Sukabumi menjadi Bank Perekonomian Rakyat Syariah Supabumi, demi keberkahan yang lebih optimal.
Secara keseluruhan, Fraksi PKS menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik, fokus pada program berdampak nyata, dan menjadikan “berkah” sebagai landasan setiap kebijakan dan kegiatan pembangunan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-18 Tahun Sidang 2025 (foto : Istimewa)
Selanjutnya Penyampaian pandangan umum Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) oleh H. JUNAJAH JAJAH NURDIANSYAH, S.Pd dan pandangan umum Fraksi Partai Demokrat disampaikan secara tertulis oleh RUDI HERYANTO.
Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
Dalam pandangan yang disampaikan oleh H. Junajah Jajah Nurdiansyah, S.Pd, fraksi menyoroti tiga hal penting.
Pertama, RPJMD 2025-2029 secara fundamental harus selaras dengan rencana pembangunan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menghindari tumpang tindih dan kontradiksi.
Kedua, RPJMD harus berkorelasi dan bersinergi dengan ASTACITA serta program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ketiga, RPJMD harus menjadi desain pembangunan Kabupaten Sukabumi yang merangkum pemikiran seluruh lapisan masyarakat. Selain visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati, RPJMD harus mencerminkan aspirasi masyarakat demi pembangunan yang adil, merata, berkesinambungan, dan menyejahterakan. Fraksi PDI Perjuangan menekankan bahwa RPJMD adalah acuan bagi seluruh OPD, sehingga penyusunannya harus visioner.
Fraksi PDI Perjuangan berharap RPJMD menjadi dokumen penting yang realistis, mencakup seluruh aspek pembangunan, dan bukan sekadar agenda rutin atau catatan konsep abstrak. Kebijakan pembangunan dalam RPJMD harus sesuai dengan kemampuan daerah agar target pembangunan terukur dan rasional, serta bersinergi dengan implementasi di lapangan. Visi dan misi yang tertuang harus melalui pemikiran yang matang demi paradigma pembangunan daerah yang fundamental.
Fraksi Partai Demokrat
Disampaikan Secara Tertuiis
Terakhir Pandangan Umum Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang disampaikan oleh Hj. ZAKIYAH RAHMAH ADDAWIYAH, SE,
Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Dalam pandangan tersebut, Fraksi PPP memberikan sejumlah catatan dan masukan. Dari sebelas catatan yang diberikan, tiga poin utama disampaikan secara langsung, sementara sisanya disampaikan secara tertulis.
Pertama, Fraksi PPP mengusulkan agar RPJMD mengatur lebih detail mengenai tata kelola sampah. Mereka menekankan pentingnya perencanaan tata kelola sampah yang baik untuk menghindari permasalahan di masa depan, serta mengharapkan pemerintah daerah menyiapkan program yang dapat mengatasi isu ini.
Kedua, Fraksi PPP menyetujui perlunya pemerataan infrastruktur dalam RPJMD. Terkait Peraturan Bupati tahun 2020, mereka mengusulkan agar peraturan tersebut dikaji ulang sehingga perbaikan jalan lingkungan dapat dilakukan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi.
Ketiga, terkait bidang kesehatan, Fraksi PPP menyoroti problematika penyakit yang tidak ter-cover oleh BPJS, serta masih banyaknya masyarakat Kabupaten Sukabumi yang belum memiliki BPJS. Mereka meminta pemerintah daerah segera mencari solusi terkait jaminan kesehatan, dengan harapan adanya jaminan kesehatan alternatif selain BPJS untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi.
Demikian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Raperda tentang RPJMD Kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2029 telah disampaikan oleh seluruh Fraksi. Secara umum, terdapat sejumlah catatan, masukan, saran, dan pertanyaan dari Fraksi-Fraksi DPRD yang ditujukan kepada Bupati dan jajaran Pemerintah Daerah, sebagai bagian dari penyempurnaan terhadap Raperda tersebut.
Ketua DPRD, Budi Azhar Mutawali, S.IP., berharap agar Bupati dapat menyampaikan jawaban resmi atas pandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Raperda tersebut pada Rapat Paripurna DPRD berikutnya.***
Wartain.com || Dalam kehidupan yang penuh hiruk-pikuk duniawi, manusia kerap lupa bahwa ia berasal dari nafas cinta Tuhan. Ia sibuk mengejar bayangan dan melupakan cahaya. Namun Allah, dalam kasih-Nya yang tak terhingga, meniupkan ke dalam manusia sebuah percikan keilahian: Ruhullah — ruh dari-Nya.
Istilah ini muncul dalam Al-Qur’an dan menjadi misteri spiritual besar yang disingkap secara mendalam oleh para wali dan sufi agung. Bab ini akan menggali makna Ruhullah bukan sekadar sebagai identitas kenabian Isa a.s., tetapi sebagai tanda cinta Tuhan yang mengalir dalam setiap ruh murni.
Ruhullah dalam Al-Qur’an: Nafas dari Sang Maha Hidup
Allah berfirman:
“Sesungguhnya al-Masih Isa putra Maryam adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya.”
(QS. An-Nisa: 171)
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Isa membawa ruh yang berasal dari Tuhan. Namun istilah “minhu” (dari-Nya) bukan berarti Isa adalah bagian dari dzat Allah — melainkan ia menerima tiupan ruh yang suci, istimewa, dan bercahaya.
Demikian pula ketika Allah menciptakan Adam:
“Kemudian Aku sempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan ke dalamnya ruh-Ku…”
(QS. Al-Hijr: 29)
Dengan ini kita memahami bahwa Ruhullah adalah bagian dari sistem penciptaan ilahi, bukan terikat pada satu nabi. Isa al-Masih adalah manifestasi istimewa, namun bukan satu-satunya cerminan Ruhullah. Setiap insan sejati yang hidup dalam cinta dan kesucian ruh turut memancarkan Ruhullah itu sendiri.
Sabda Rasulullah SAW: Ruh adalah Misteri Cinta
Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad SAW tidak mendeskripsikan ruh secara teknis, tapi menegaskan hakikatnya sebagai rahasia Tuhan:
“Ruh adalah urusan Tuhanku.” (QS. Al-Isra: 85)
Namun dalam sabda beliau yang tersembunyi dalam tasawuf, dikenal bahwa:
“Awal ciptaan Allah adalah ruhku…”
Ini menunjukkan bahwa Ruhullah dalam bentuk paling agung adalah realitas Muhammad, dan Isa a.s. adalah cermin dari ruh tersebut — percikan dari samudera Muhammad, yang adalah manifestasi sempurna Ruhullah.
Imam Ali a.s.: Ruh yang Mengenal Ruh
Imam Ali dalam Nahjul Balaghah menyatakan:
“Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan, dan aku mengenal yang selain-Nya melalui cahaya-Nya.”
Bagi Imam Ali, ruh sejati adalah yang mengenal asalnya — mengenal Ruhullah. Dalam hikmah beliau, dikenal bahwa manusia adalah “nafas Tuhan di bumi”. Ruhullah adalah hembusan cinta dari langit yang menjadikan manusia makhluk termulia.
Dalam riwayat-riwayat Syiah, Isa dipandang sebagai salah satu “pembawa ruh ilahiah” yang jernih, tapi hakikat ruh agung itu sendiri memuncak dalam Muhammad dan Ahlul Bait.
Para Sufi Agung: Ruhullah dalam Dada Para Kekasih
Al-Hallaj:
Ia berkata, “Ana al-Haqq” — bukan karena mengaku Tuhan, tapi karena ruhullah mengalir dalam dirinya, hingga ia tak melihat selain Tuhan dalam dirinya. Isa pun berkata hal serupa: “Aku adalah jalan kepada Bapa.” — sebuah ungkapan ma’rifah, bukan kesyirikan.
Ibn Arabi:
Dalam Fushush al-Hikam, Ibn Arabi menyebut Isa sebagai “ruh yang mengandung rahasia penciptaan”, namun ia menyatakan bahwa Ruhullah sejati adalah hakikat ketuhanan yang menyatu dalam makhluk melalui cinta dan kesucian jiwa.
Jalaluddin Rumi:
Rumi menggambarkan Ruhullah sebagai “musik dari langit yang membuat roh menari.” Bagi Rumi, ketika seseorang jatuh cinta kepada Tuhan, ia telah disentuh oleh Ruhullah. Isa hanya salah satu manifestasi dari tarian ilahi itu.
Ruhullah dalam Diri Kita: Jalan Menuju Kesucian
Bukan hanya Isa yang membawa Ruhullah. Setiap manusia yang kembali kepada fitrah sucinya, yang mencintai Tuhan dan makhluk-Nya, adalah penampakan kecil dari Ruhullah. Ruhullah bukan monopoli satu sosok. Ia adalah jiwa cinta yang hidup di dada para wali, pecinta, dan pejalan ruhani.
Jika Isa adalah percikan Ruhullah, maka Muhammad SAW adalah matahari agungnya, dan kita semua dipanggil untuk memantulkan cahayanya dalam akhlak, kasih sayang, dan keikhlasan.
Penutup: Ruhullah adalah Cinta Itu Sendiri
Ruhullah bukan untuk diperdebatkan secara doktrinal, tapi untuk dirasakan dengan hati yang mencinta. Ia adalah napas Tuhan yang lembut, yang menghidupkan setiap jiwa yang bersih. Isa hanyalah secercah dari samudera Ruhullah — samudera yang kini masih memanggil kita untuk menyelam di dalamnya.
Bukankah cinta sejati selalu berasal dari nafas Tuhan? (***)
Oleh : AM Soleh/ Pimpinan Ponpes Cahaya Kapuas, Pontianak, Kalbar
Wartain.com || Konsep martabat tujuh merupakan pengembangan dari ilmu tauhid yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Sejarah mencatat untuk memudahkan kaum muslimin dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam, Ulama dari kalangan tabi’in tabiut tabi’in dan para ulama setelahnya berupaya keras melakukan kodifikasi ilmu yang tersusun secara sitematis dalam catatan kitab-kitab.
Diantaranya Imam abu Hanifah menyusun kodifikasi ilmu fiqh. Abul Hasan al-‘Asyari dan al-Maturidi menuliskan kodifikasi ilmu tauhid. dalam ilmu tasawuf ada imam Junaid Al Baghdadi, syekh Abdul Qadir Jailani, Ibnu Arabi, imam Ghozali dan masih banyak ulama besar lainnya.
Konsep martabat tujuh disusun oleh Syekh Muhammad Ibn Fadhlulah al-Burhanfuri dalam kitabnya Al Tuhfah al-Mursalah ila Ruh an-Nabi. Ia adalah seorang sufi dari Gujarat (w. 1620 M). Ajaran Martabat Tujuhnya berdasarkan atas paham dari Imam Muhiyiddin Ibn Arabi (w. 1240 M) dan Syekh Abdul Karim al-Jili (w. 1422 M) dan para ulama sufi besar lainnya. Ia sebagai pelopor Martabat Tujuh di Nusantara.
Dalam kitab ini diterangkan bahwa Dzat Tuhan merupakan Wujud Mutlak, tidak dapat dipersepsikan oleh akal, perasaan, khayal dan indera. Dzatullah sebagai aspek batin dari segala yang maujud (ada), karena Tuhan meliputi segala sesuatu
“Ingatlah, sesungguhnya mereka dalam keraguan tentang pertemuan mereka dengan Tuhan mereka. Ingatlah, sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. [Surat Fushilat: 54]
Ajaran Martabat Tujuh ini ternyata segera mempengaruhi perkembangan pemikiran mistik Islam di Nusantara. Pada abad 17 ada empat tokoh pemikir sufi di Aceh mengembangkan ajaran Martabat Tujuh dari paham Syekh al-Burhanfuri yaitu Hamzah Fansuri, Syamsudin Pasai (w. 1630 M), Abdul Rauf dari Singkel (1617-1690 M) dan Nuruddin Ar-Raniri. di Jawa Barat ada syekh Abdul Muhyi pamijahan yang merupakan murid dari syekh Abdul Rauf as-Sinkili.
Dalam Kitab Al-Tuhfah al-Mursalah Ila Ruh al-Nabi dijelaskan bahwa Allah SWT menyatakan diri-Nya dalam Tujuh Martabat, yaitu martabat pertama disebut Martabat Tanzîh (lâ ta‘ayyun atau martabat tak terinderawi) dan martabat kedua sampai dengan martabat ketujuh disebut Martabat Tasybîh (ta‘ayyun atau terinderawi). Dalam hal ini Syekh al-Burhanfuri mengklasifikasikan martabat-martabat tersebut antara lain:
1. Martabat Ahadiyah
Yaitu martabat la Ta’yun dan ithlaq. Ialah martabat yang belum mengenal individuasi. tak ada huruf, tak ada suara, dan tak ada perumpamaan yang mampu menggambarkannya.
Inilah martabat yang tersembunyi (suwung), karena belum ada ide-ide, namanya Dzat Mutlak, Hakikat ketuhanan. tak seorangpun dapat meraih-Nya, bahkan nabi-nabi dan para Walipun tidak. Para malaikat yang berdiri dekat Allah tidak dapat meraih hakikat Yang Maha Luhur ini, tak seorangpun mengetahui atau merasakan hakikat-Nya.
Sifat-sifat dan nama-nama belum ada, sebuah manifestasi yang jelaspun belum ada. Hanya Dialah yang ada dan nama-Nya ialah ”wujud makal” Dzat Yang langgeng, hakikat segala hakikat. AdaNya ialah kesepian atau kesuwungan (kosong tapi ada). Siapakah gerangan yang tahu akan hal keadaan ini?Diantara semua martabat, tak ada satupun yang melebihi martabat ini yang bernama “Ahadiyah”. Semua martabat lainnya berada dibawahnya. Dalil yang bisa dirujuk ;
“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia” (QS. Asy-Syura: 11)
2. Martabat kedua Wahdah
Bernama Martabat ta’yun awal (awal kenyataan). Pada tahap wahdah ini mulailah individuasi. Inilah kenyataan Muhammad (Nur Muhammad) yang tersembunyi di dalam rahasia Tuhan, di dalam cara-cara berada dzatNya.
Semua kenyataan belum terpisah antara yang satu dengan yang lainnya, karena masih terikat satu sama lain dalam cara-cara berada itu. Antara ide yang satu belum ada perbedaan dengan ide yang lain, karena masih tersembunyi di dalam wahdah. Mereka masih terkumpul didalam (kenyataan) Muhammad yang merupakan awal pemancaran hakikat sejati.
Yang dinamakan wahdah ialah hakikat Muhammad, semua hakikat masih berkumpul dalam martabat wahdah dan belum terpisah-pisah. Martabat wahdah ini dapat di ibaratkan dengan sebutir biji; Batang cabang-cabang dan daun-daunnya masih tersembunyi di dalam biji itu dan belum terpisah-pisah. Batang cabang-cabang dan daun-daun melambangkan engkau, aku, mereka, sedangkan bijinya tunggal (wahdah)
Perumpamaan lain, yaitu tinta dalam wadahnya. Semua huruf terkumpul di dalam tinta, huruf yang satu belum dibedakan dari huruf lain. demikian juga dalam wahdah, semua huruf tuhan dan kita belum terpisahkan. Dari tinta inilah segala sesuatu itu terjadi, gambar rumah, gambar gunung, gambar manusia , batu, angin dan bentuk-bentuk lainnya. Dan Tinta itu bukanlah yang menulis, akan tetapi Dialah Yang menggerakkan, Yang hidup, yang Kuasa, Yang Gagah, dengan demikian munculah sifat-sifat “siapa” yang menggoreskan tinta itu. Dalil yang bisa dirujuk;
“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi” (An-Nur: 35)
“Dia-lah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin” (QS. Al-Hadid: 3)
3. Martabat wahidiyah, atau ta’yun kedua.
Yaitu kesatuan yang mengandung kejamakan, tiap-tiap bagian telah jelas batas-batasnya. Sebagai hakikat manusia. Ibarat ilmu Tuhan terhadap segala sesuatu secara terperinci, sebagian terpisah dengan lain.
Ketiga martabat tersebut bersifat bathin dan ilahi, terjadi semenjak dari qadim. Urutan kejadian dari ketiganya bersifat akal, bukan perbedaan jaman. Dari ketiga martabat bathin munculah tiga martabat lahir. Dalil yang bisa dirujuk:
“Dan Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri” (QS. Fussilat: 53)
4. Martabat alam arwah
Merupakan aspek lahir yang masih dalam bentuk mujarrad dan murni. Dalil yang bisa dirujuk:
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (Al-Hijr : 29)
5.. Martabat alam mitsal
Ibarat sesuatu yang telah tersusun dari bagian-bagian, tetapi masih bersifat halus, tidak dapat dipisah-pisahkan. Atau bisa dikatakan alam mitsal ini adalah alam ide. Dalil yang bisa dirujuk:
“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (Ali Imran: 6)
6.. Martabat alam ajsam (tubuh fisik)
Yakni ibarat sesuatu dalam keadaan tersusun secara marteril telah menerima pemisahan dan dapat dibagi-bagi. Yaitu telah terukur tebal tipisnya. Dalil yang bisa dirujuk
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.(Al-Hijr: 26)
7. Martabat Insan kamil,
Dimana seseorang mencapai kesempurnaan spiritual yaitu manusia yang sempurna. Dalil yang bisa dirujuk:
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (Al-Hujurat : 13)
Martabat insan Kamil mencakup segala martabat diatasnya, sehingga dalam manusia terkumpul tiga martabat yang bersifat bathin, dan tiga martabat lahir.
Kalau kita perhatikan ajaran martabat tujuh, pada dasarnya adalah mengungkapkan asal muasal kejadian manusia maupun alam semesta. Didalam pengurutannya Syekh Muhammad Ibnu Fadhilah menempatkan bahwa Dzat sebagai hakikat dari segala sesuatu.
Karena itu Dzat disebut sebagai la ta’yun tidak bisa dikenal hakikatnya. Keadaan-Nya tidak kenal penyebutan karena segala persepsi tidak bisa menggambarkan keadaan-Nya. Keadaan yang masih belum ada apa-apa, masih awang uwung (suwung), yang wilayah ini digambarkan oleh AlQur’an sebagai orang yang pingsan (suatu keadaan yang di alami oleh Nabi Musa As, lihat QS: 7:143)
Inilah objek yang kita tuju, bukan kepada sifat dan Nur-Nya. Kepada Dzat itulah kita kembali “inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun”, kita memuja, bersujud, kita bergantung!!
Oleh karena itu, apabila manusia dapat mengembangkan kehidupan rohaninya, sehingga dapat memperhatikan ke tujuh martabat tersebut, maka dia akan menjadi manusia sempurna (insan kamil). Sedangkan insan kamil yang paling tinggi dan yang paling sempurna adalah NabiMuhammad SAW. Yang wajib bagi kita menjadikannya sebagai Teladan (Uswatun Hasanah)
Dasar pandangan yang terdapat pada rumusan martabat tujuh tersebut, adalah paham pantheisme-monoisme. Menurut Muhammad Ibn Fadhilah, bahwa segala yang ada ini dari segi hakikat adalah Tuhan, sedangkan dari segi yang kelihatan (hissiyyah) secara lahir bukan Tuhan. Sebagai tamsil misalnya uap, es, salju dan buih, dari segi hakikat adalah air. Akan tetapi dari wujud lahir bukan air.
Demikianlah pembahasan mengenai martabat tujuh yang pernah berkembang di bumi Nusantara pada abad ke 17. Dan masuknya islam di Nusantara tidak bisa dilepaskan oleh ajaran martabat tujuh ini yang dibawa oleh ulama sufi yang bernuansa tasawuf falsafi.
Kesimpulannya, konsep Martabat Tujuh dalam tasawuf merupakan sebuah jalan spiritual untuk mencapai kesempurnaan insan kamil. Dengan memahami dan mengamalkan ajaran ini, seseorang dapat meningkatkan kualitas spiritualnya dan mencapai tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Semoga artikel ini dapat menjadi inspirasi bagi pembaca untuk memperdalam pemahaman tentang tasawuf dan mencapai kesempurnaan spiritual.***