26.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 15, 2026
Beranda blog Halaman 574

Persib Tutup Akhir Musim Sempurna, Barito dan PSS Sleman Menangis

0
Oplus_131072

Wartain.com || Persib Bandung menutup BRI Liga 1 2024/2025 dengan sempurna. PSS Sleman dan Barito Putera menyusul PSIS Semarang ke Liga 2.

Pada pekan terakhir yang digelar Sabtu (24/5/2025), Maung Bandung melumat Persis Solo 3-2 lewat gol Gustavo Franca, Tyronne del Pino, dan David da Silva.

Tiga poin ini membuat pasukan Bojan Hodak meraih poin 69. Persib akan menjalani pesta juara dengan konvoi pada Minggu (25/5/2025).

Sementara itu, Barito Putera dan PSS Sleman menyusul PSIS Semarang ke Liga 2.

PSS Sleman menang 3-0 atas Madura United, namun poin mereka hanya 34 dan selesai di posisi ke-16. Barito Putera menangis. Meski menang atas PSIS Semarang 2-1, poin mereka juga hanya 34. Barito di posisi ke-17.

Persib Tutup Akhir Musim Sempurna, Barito dan PSS Sleman Menangis (foto : Istimewa)

Kota Bandung bersiap menyambut euforia kemenangan Persib Bandung dengan menggelar Pawai Juara pada 25 Mei 2025.

Rute resmi telah ditetapkan, dimulai dari Balai Kota Bandung dan berakhir di Gedung Sate. Seluruh pihak terkait pun telah merampungkan rapat persiapan akhir di Gedung Sate, Senin 19 Mei 2025.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memastikan seluruh keputusan teknis pawai sudah final.

“Alhamdulillah, tadi kami rapat akhir untuk memutuskan persiapan di tanggal 24 dan 25. Fokus utama kami adalah konvoi di tanggal 25 Mei, termasuk pengamanan, rute, dan teknisnya. Semua sudah diputuskan tanpa ada perubahan lagi,” kata Erwan Setiawan.

Rute pawai dimulai dari Balai Kota Bandung, menyusuri Jalan Wastukencana, lalu ke Jalan LLRE Martadinata, dilanjutkan ke Jalan Ir. H. Djuanda, melewati perempatan Sulanjana, masuk ke Jalan Diponegoro, kemudian ke Jalan Cilamaya dan akhirnya ke Gedung Sate melalui Jalan Banda.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Euforia Juara: Lautan Biru Bobotoh Guncang Sukabumi

0
Persib Tutup Akhir Musim Sempurna, Barito dan PSS Sleman Menangis (foto : Istimewa)

Wartain.com || Malam itu, Kota Sukabumi berubah menjadi lautan biru. Sorak sorai menggema di sepanjang jalan, bendera-bendera berkibar, dan ribuan suara bersatu dalam satu teriakan penuh haru: “Juara, juara, juara!”

Begitulah cara para Bobotoh suporter setia Persib Bandung merayakan keberhasilan tim kebanggaannya menjuarai BRI Liga 1 musim 2023/2024. Tak hanya di Bandung, gegap gempita kemenangan Persib turut menggetarkan kota-kota lain di Jawa Barat, termasuk Sukabumi.

Malam itu, Sabtu (24/5/2025), tak ada yang bisa menahan luapan kegembiraan para Bobotoh. Usai peluit panjang menandai berakhirnya laga terakhir melawan Persis Solo dan Persib resmi dinobatkan sebagai kampiun, ribuan suporter tumpah ruah ke jalanan.

Sekitar pukul 19.30 WIB, mereka mulai bergerak. Mengenakan atribut serba biru, menaiki motor berknalpot nyaring, dan melantangkan klakson, konvoi dimulai dari Balai Kota Sukabumi. Rute panjang yang mereka tempuh membawa mereka melintasi SMAK BPK Penabur, Simpang Cimanggah, Jalan Siliwangi, Jalan Ahmad Yani, Simpang Degung, hingga akhirnya berhenti di Terminal Type A KH Ahmad Sanusi.

Langit malam Sukabumi seolah ikut bersorak. Kembang api menyala, suara drum bergema, dan wajah-wajah bahagia menyatu dalam pesta akbar jalanan.

Meski penuh semangat, konvoi tetap berlangsung relatif tertib. Kehadiran aparat kepolisian dan relawan turut membantu menjaga jalannya perayaan agar tetap kondusif.

Malam itu, Sukabumi tak hanya merayakan sebuah gelar juara. Kota ini merayakan kecintaan pada klub, pada sejarah, dan pada kebersamaan yang tak lekang waktu.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Jalan Kopeng Amblas Akibat Hujan Deras, Akses Ditutup Total

0

Wartain.com || Dampak cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kota Sukabumi. Kali ini, ruas Jalan Kopeng yang berada di RT 01 RW 06, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, mengalami amblas pada Jumat (23/5/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat, mengungkapkan bahwa insiden ini menimbulkan lubang besar dengan kedalaman sekitar 12 meter, lebar 7 meter, dan panjang mencapai 6 meter. “Kami menerima laporan dari aparat Kelurahan Karamat sekitar pukul 17.00 WIB, dan langsung menurunkan tim ke lokasi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, Novian menjelaskan bahwa penyebab utama amblasnya jalan diduga karena aliran air irigasi di bawah permukaan jalan yang terus menggerus tanah selama dua hari berturut-turut diguyur hujan lebat. Akibatnya, rongga tanah terbentuk di bawah badan jalan hingga akhirnya ambles.

“Tim kami menemukan adanya rongga besar di bawah permukaan jalan, yang diduga terbentuk akibat aliran air irigasi yang terus-menerus mengikis tanah,” jelas Novian.

Untuk mengantisipasi risiko lebih lanjut, akses jalan tersebut ditutup total sementara waktu. Arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan Bhineka dan Jalan Kabandungan. “Kondisi tanah masih sangat labil. Maka dari itu, jalan utama harus ditutup dan segera dilakukan penanganan menggunakan alat berat,” tambahnya.

BPBD Kota Sukabumi juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) melalui Bidang Bina Marga guna melakukan penanganan darurat serta perbaikan permanen terhadap kerusakan jalan.

Menanggapi situasi ini, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh. Ia menyebutkan bahwa struktur jembatan yang terdampak juga mengalami kerusakan parah akibat curah hujan tinggi.

“Kami akan segera melakukan pembangunan jembatan yang lebih representatif dan kokoh. Tidak lagi menggunakan struktur sementara seperti boardaker,” tegasnya.

Pemkot Sukabumi mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi akibat cuaca ekstrem, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan untuk keselamatan bersama.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Warga Resah, Pohon Tua Lapuk dan Jalan Rusak Ancam Keselamatan di Jalur Panggeleseran–Cibatu

0

Wartain.com || Warga dan para pengguna jalan yang melintas di ruas Jalan Raya Panggeleseran–Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tengah diliputi kecemasan. Selain kondisi jalan yang rusak parah, ancaman lain datang dari keberadaan pohon-pohon mahoni tua yang berada di sepanjang bahu jalan. Banyak di antaranya sudah mengering, lapuk, dan berisiko tumbang sewaktu-waktu.

Pantauan di lapangan menunjukkan, deretan pohon berukuran besar tampak menjulang di sisi jalan. Beberapa di antaranya terlihat mati, dengan dahan-dahan rapuh menggantung di atas badan jalan. Situasi ini memicu kekhawatiran, terutama bagi pengendara roda dua yang rawan tertimpa dahan atau batang pohon saat melintas.

“Setiap kali hujan deras atau angin kencang, kami merasa khawatir. Beberapa pohon sudah terlihat miring dan rawan roboh. Sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Pardi, Ketua RT setempat, Sabtu (24/5/2025).

Menurut Pardi, kondisi paling mengkhawatirkan berada di wilayah Kampung Tanjakanlengka, RT 04/RW 04, Desa Parakanlima. Di sana, terdapat sedikitnya tiga pohon mahoni yang sudah tampak rapuh dan nyaris tumbang. “Pohon-pohon itu sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Kini kondisinya keropos, namun belum juga ada tindakan dari pihak terkait,” jelasnya.

Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan peninjauan dan penebangan terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau korban jiwa.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Wahyu (37), warga Desa Cibatu. Ia menyoroti minimnya penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur tersebut yang turut menambah risiko kecelakaan, terutama pada malam hari. “Selain pohonnya berbahaya, penerangan juga minim. Harusnya segera ada pemangkasan atau penebangan, apalagi saat cuaca ekstrem seperti sekarang,” ujarnya.

Selain masalah pohon lapuk, kondisi infrastruktur jalan juga memprihatinkan. Jalan berlubang dan bergelombang banyak ditemukan di sepanjang ruas tersebut, yang memperburuk keselamatan pengendara, terutama di malam hari.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan penanganan menyeluruh. Tidak hanya memperbaiki jalan, tetapi juga mengelola faktor-faktor lingkungan yang membahayakan pengguna jalan.

“Kami ingin Jalan Raya Panggeleseran–Cibatu kembali aman dan nyaman dilalui. Pemerintah harus bertindak cepat sebelum ada korban,” tutup Wahyu.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Raih WTP ke-11, Pemkot Sukabumi Fokus Perbaiki Empat Sektor Strategis

0

Wartain.com || Pemerintah Kota Sukabumi kembali mencatat prestasi gemilang dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2024. Ini menjadi kali ke-11 secara berturut-turut Kota Sukabumi mendapatkan opini tertinggi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menandakan konsistensi dalam tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Penyerahan opini WTP dilakukan di Kantor BPK Perwakilan Jawa Barat, Jumat (23/5/2025), dan diterima langsung oleh Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki. Ia hadir didampingi oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi serta Inspektur Kota Sukabumi, Een Rukmini.

Meski meraih opini terbaik, Wali Kota menegaskan bahwa pencapaian ini bukan alasan untuk berpuas diri. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa masih terdapat empat area yang menjadi perhatian serius ke depan: BUMD Waluya, Dinas PUTR, pengelolaan dana hibah, dan dana BOS.

“Alhamdulillah, Kota Sukabumi kembali meraih WTP. Tapi tentu masih ada pekerjaan rumah. Empat titik ini akan kami kawal lebih ketat agar pengelolaannya semakin baik dan sesuai aturan,” ujar Ayep Zaki.

Opini WTP sendiri diberikan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan informasi, efektivitas pengendalian internal, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Keempat aspek ini menjadi fondasi dalam menilai apakah laporan keuangan telah disusun dengan baik dan dapat dipercaya.

Wali Kota juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan belanja barang dan jasa, serta pengelolaan hibah yang rawan penyimpangan jika tidak diawasi secara ketat. “Kami menjadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus memperkuat integritas dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan daerah,” tambahnya.

Dengan pencapaian ini, Pemkot Sukabumi menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mempertahankan opini WTP di masa mendatang, tetapi juga terus memperbaiki sektor-sektor strategis agar kualitas pelayanan publik semakin meningkat dan kepercayaan masyarakat terus tumbuh.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2024

0

Wartain.com || Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali, S.IP, menghadiri Penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Audited) TA. 2024 yang dilaksanakan di Auditorium Lantai 5, Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, yang berlokasi di Jalan Moh. Toha No. 164, Bandung. Pada hari Jum’at Tanggal 23 Mei 2025.

Pada kesempatan tersebut Kabupaten Sukabumi kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2024.

Penghargaan ini merupakan yang ke-11 kalinya secara berturut-turut. Opini WTP tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, kepada Bupati Sukabumi, Drs. H. Asep Japar, MM, dan Ketua DPRD Budi Azhar Mutawali, S.IP.

Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, S.E., M.M., Ak., CA., CSFA., menjelaskan bahwa opini WTP diberikan berdasarkan empat kriteria utama, yaitu kesesuaian penyajian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan informasi, efektivitas sistem pengendalian intern, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, S.IP, mewakili para pimpinan DPRD, menyampaikan sambutannya. Beliau menggarisbawahi peran penting BPK dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara atau daerah, sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK memastikan bahwa keuangan negara dan daerah dikelola dengan baik dan transparan.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2024 (foto : Istimewa)

Lebih lanjut, Budi Azhar Mutawali, S.IP, juga menyoroti Pasal 18 Ayat 2 yang menyatakan bahwa laporan hasil pemeriksaan disampaikan kepada lembaga perwakilan pemerintah dan pihak lain yang terkait.

“Hal ini menegaskan kewajiban BPK untuk menyampaikan laporan hasil pemeriksaan agar dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam pengelolaan keuangan negara dan daerah,” tegasnya.

“Hasil audit ini merupakan hasil kerjasama antara BPK dan pemerintah daerah yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas pengelolaan keuangan daerah. Kami berharap hasil audit ini dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan-keputusan untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa hasil pemeriksaan BPK ini mempermudah DPRD Kabupaten Sukabumi dalam menjalankan fungsi pengawasan, sehingga ada dasar yang kredibel dalam pengelolaan lembaga.

Budi Azhar Mutawali, S.IP, mengucapkan selamat kepada Kepala Daerah Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota atas perolehan opini WTP. Beliau berharap para kepala daerah dapat memberikan arahan kepada perangkat daerah di bawahnya agar penggunaan dan pengalokasian anggaran sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Beliau juga menekankan pentingnya hasil audit ini sebagai dasar untuk perbaikan dan peningkatan daerah di masa yang akan datang.

“Mudah-mudahan pemerintah daerah dengan hasil opini WTP yang didapat ini harus dipertahankan dan terus diperbaiki sebaik mungkin,” pungkasnya.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Warga Desa Sukamulya – Cikembar Sampaikan Tuntutan, ini Jawaban Kades!

0

Wartain.com || Puluhan Warga Kampung Cipetir RW 01, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, melakukan audiensi dengan Pemerintah Desa bertempat di Aula Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar, Sabtu 24/05/2025.

Dari berita sebelumnya audiensi yang dilaksanakan masyarakat Desa Sukamulya khususnya RW 01 denga Pemdes tersebut,  menyampaikan beberapa tuntutan, yaitu :

1. Proses rekrutmen tenaga kerja harus dikembalikan ke sistem awal yang lebih terbuka dan transparan

2. Inventarisasi dan Pengelolaan Pendapatan Desa secara Transparan

3.Transparansi Anggaran Pembangunan GOR Sukamulya

4. Pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) dan Percaloan Tenaga Kerja

5. Pemulihan Fungsi dan Wewenang Lembaga Desa

6. Kejelasan Program BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) bagi Linmas, RT, RW dan Lembaga Desa lainnya.

Warga Desa Sukamulya – Cikembar Sampaikan Tuntutan, ini Jawaban Kades! (Foto : Intan)

Dudun Ibrahim, Kepala Desa Sukamulya menjawab tuntutan warga tersebut, terutama berkaitan dengan perekrutan tenaga kerja.

“Sebagai kepala Desa, selama ini Alhamdulillah kita layani, karena saya berkewajiban menyampaikan dan menerima keluhan-keluhan masyarakat. Kaitan dengan borongan kerja atau perekrutan karyawan ini memang ada tahapan, ada yang sudah masuk jadi karyawan, ada yang belum,” tuturnya.

“Jadi kami mencari cara, bagaimana caranya warga Sukamulya itu untuk bisa menjadi karyawan jangan jadi penonton, kalau jadi penonton kami marah, Saya sebagai Kepala Desa akan membela rakyat, karena kami dipilih oleh rakyat. Saya minta kepada rekan-rekan, kalau ada yang mau melamar kerja pakai duit, coba laporkan ke saya supaya saya tindak,” tegasnya.

Selain Ketenagakerjaan, Dudun menjawab permintaan masyarakat terkait pembangunan GOR. “Itu kaitan akhirnya melebar ke sana wajar mereka sebagai masyarakat menanyakan itu. Karena pemerintah desa ada tupoksinya masing-masing, ada aturan ke siapa saya melaporkan pembangunan ini. Berarti ke lembaga, bukan ke masyarakat langsung pada lembaga, maka lembaga yang harus mengoreksi saya,” ujarnya.

“Harapan saya masyarakat tenang, kami pun hadir di tengah-tengah masyarakat
untuk bisa menyerap tenaga kerja kita.
Dan untuk tim 11 saya sudah bubarkan
tidak berfungsi lagi. Tolong sampaikan bahwa kami, pemerintah desa, membantu sebetulnya dan tidak ada pungutan desa,” pungkasnya.***

Foto : Intan

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Intan Fitri Utami

Puluhan Warga Desa Sukamulya Datangi Kantor Desa, Sampaikan Beberapa Tuntutan 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Puluhan Warga Kampung Cipetir RW 01 Desa Sukamulya Cikembar melakukan audiensi dengan Pemerintah Desa bertempat di Aula Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar, Sabtu 24/05/2025.

Audiensi tersebut merupakan bentuk dari protes, kepedulian warga terhadap transparansi, keadilan, serta pengelolaan tata kelola desa yang berpihak kepada seluruh masyarakat.

Iwa Kartiwa perwakilan warga, menyebutkan dari audiensi tersebut warga menuntut beberapa hal yang menjadi perhatian diantaranya

1.Proses rekrutmen tenaga kerja harus dikembalikan ke sistem awal yang lebih terbuka dan transparan

2.Inventarisasi dan Pengelolaan Pendapatan Desa secara Transparan

3.Transparansi Anggaran Pembangunan GOR Sukamulya

4.Pemberantasan Pungutan Liar (Pungli) dan Percaloan Tenaga Kerja

5.Pemulihan Fungsi dan Wewenang Lembaga Desa

6.Kejelasan Program BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) bagi Linmas, RT, RW dan Lembaga Desa lainnya.

Puluhan Warga Desa Sukamulya Datangi Kantor Desa, Sampaikan Beberapa Tuntutan  (foto : Intan)

Kemudian Iwa menyebutkan dari point 2 diatas Diduga bertentangan dengan kewajiban kepala desa sebagaimana dimaksud dalam UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, Pasal 26 ayat (4) huruf f dan huruf h, yakni melaksanakan prinsip tata Pemerintahan Desa yang akuntabel, transparan, profesional, efektif dan efisien, bersih, serta bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme; dan menyelenggarakan administrasi Pemerintahan Desa yang baik.

“Oleh karena itu, kami menuntut adanya inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh pendapatan tersebut dan mengembalikannya ke dalam kas desa agar dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kemakmuran seluruh warga Desa Sukamulya,” tuturnya.

Lebih lanjut Iwa menjelaskan terkait adanya laporan terhadap anggaran pembangunan GOR yang salah satu pekerjanya belum menerima upah Padahal anggarannya sudah digelontorkan dari Dana Desa (DD) dan bahkan LPJ nya pun sudah selesai dilaporkan.

“Hal ini bertentangan dengan kewajiban kepala desa sebagaimana dimaksud dalam UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, Pasal 26 ayat (4) huruf f dan huruf h, yakni melaksanakan prinsip tata Pemerintahan Desa yang akuntabel, transparan, profesional, efektif dan efisien, bersih, serta bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme; dan menyelenggarakan administrasi Pemerintahan Desa yang baik,” jelasnya.

Terakhir ia berharap akan adanya perubahan positif dan tindakan nyata dari pihak-pihak terkait. “Kami percaya bahwa desa yang baik dan maju adalah desa yang dikelola dengan transparan, adil, dan partisipatif. Semoga dengan audiensi ini, terjalin komunikasi yang baik dan solusi yang berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.***

Foto : Intan

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Intan Fitri Utami

Buka di Pasar Pangleseran, UKM Leuit Nusantara Jual Sembako Pasok Kebutuhan Warga

0
Oplus_131072

Wartain.com || Usaha Mikro Kecil (UKM) Leuit Nusantara, sudah mulai buka di Pasar Pangleseran. UKM tersebut menjual berbagai jenis sembako seperti Beras, Minyak Sayur, Telur dan lainnya.

Dimana, kios UKM Leuit Nusantara tersebut beralamat di Pasar Pangleseran Sukabumi Blok A No.2 Jl Pelabuhan II No.12, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, tepatnya sebelah kios Buah Caringin.

Diketahui, UKM tersebut merupakan binaan dari Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Mandiri Indonesia (APMIKIMMDO) cabang Sukabumi Raya.

Muhammad Rafi Asyam, owner UKM Leuit Nusantara menyebutkan, langkah tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan usahanya.

Buka di Pasar Pangleseran, UKM Leuit Nusantara Jual Sembako Pasok Kebutuhan Warga (foto : Junaedi)

“Ini sudah lama direncanakan, namun Alhamdulillah baru hari ini terealisasikan, kita menjual berbagai jenis bahan pokok seperti beras, minyak, telur dan lainnya,” ucapnya kepada jurnalis wartain.com Sabtu 24/05/2025.

Ia juga berharap, semoga nantinya bisa membantu program pemerintah yang dimana program tersebut berpihak kepada para UKM kecil.

“Harapan saya kedepan UKM ini bisa bekerjasama dengan program pemerintah, program tersebut sangat bagus untuk para UKM yang ada di wilayah sekitar,” pungkasnya.***

Foto : Junaedi

Editor : Aab Abdul Malik

Reporter : Intan Fitri Utami

Pesta Persib dan Bobotoh, Siap-siap Kota Bandung Dikepung Kemacetan 

0
Oplus_131072

Wartain.com || Kota Bandung diprediksi mengalami kemacetan pada hari ini, Sabtu (24/5/2025), utamanya karena ada laga puncak Persib Bandung.

Kemacetan di Kota Bandung biasanya memuncak saat akhir pekan, seiring dengan berdatangannya wisatawan.

Wilayah yang biasanya mengalami kemacetan terpadat yakni pusat-pusat wisata seperti Jalan Braga, Jalan Asia Afrika, Jalan Dr. Setiabudhi, Jalan Ir. H. Juanda, dan sebagainya.

Terlebih, Persib Bandung akan melakoni laga terakhirnya di Liga 1 2024/2025 pada hari Sabtu ini.

Selain di lokasi penyelenggaraan pertandingan, kemacetan juga diprediksi terjadi di berbagai wilayah setelah laga selesai karena ada konvoi dari para Bobotoh.

Bagi wisatawan maupun warga yang hendak menghabiskan malam Minggu di luar rumah, sebaiknya mengecek titik-titik yang diprediksi akan dipadati Bobotoh.

Selain itu, terdapat sejumlah agenda lainnya seperti acara wisuda, pementasan teater, konser band rock internasional, dan lainnya.

Berikut  rangkuman daftar agenda atau acara yang berpotensi menimbulkan kemacetan di Kota Bandung pada hari ini, Sabtu 24 Mei 2025:

Laga terakhir Persib Bandung

Laga pamungkas Persib Bandung vs Persis Solo akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu (24/5/2025) pukul 16.00 WIB.

Diprediksi, ada puluhan ribu Bobotoh yang hadir ke stadion untuk menyaksikan tim kesayangannya angkat trofi di kandang untuk pertama kalinya.

Sebagai momen spesial, pertandingan pun semakin meriah dengan kehadiran berbagai bintang tamu yakni DT09, Kuburan Band, The Panasdalam x Pidi Baiq, dan Pop Division.

Setelah laga selesai, Bobotoh diprediksi akan tumpah ruah di jalanan Kota Bandung, berkonvoi merayakan pesta juara.

Bagi wisatawan ataupun warga yang hendak beraktivitas pada Sabtu malam, bisa menghindari 13 lokasi yang biasa menjadi titik kumpul Bobotoh, yakni:

1. Flyover Pasupati
2. Persimpangan Dago Cikapayang, Jalan Ir. H. Juanda
3. Graha Persib, Jalan Sulanjana
4. Jalan L.L.RE. Martadinata
5. Jalan Merdeka

6. Jalan Asia Afrika
7. Gedung Sate, Jalan Diponegoro
8. Jalan Raya Majalaya-Rancaekek
9. Jalan Kopo Bihbul
10. Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage

11. Simpang Lima, Jalan Asia Afrika
12. Alun-alun Kota Bandung
13. Lapangan Gasibu, Jalan Surapati.(***)

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)