26.7 C
Jakarta
Senin, Juni 29, 2026
Beranda blog Halaman 63

PPJNA 98: Sapi Kurban Prabowo Tak Hanya Ibadah, Tapi Juga Hadirkan Gizi Rakyat

0
Oplus_131072

Wartain.com – Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menilai penyaluran sekitar 1.000 lebih sapi kurban Presiden Prabowo Subianto ke berbagai daerah memiliki makna ganda. Selain sebagai syiar Idul Adha, program ini dianggap sebagai intervensi nyata pemenuhan gizi masyarakat.

Menurut Anto, distribusi sapi dalam jumlah besar menyasar kelompok yang selama ini minim akses protein hewani. Momentum kurban dimanfaatkan negara untuk menutup celah konsumsi gizi keluarga kecil.

“Ini bukan hanya soal seremoni kurban. Presiden Prabowo sedang menghadirkan gizi kepada rakyat melalui momentum keagamaan. Ada nilai ibadah, ada nilai sosial, dan ada nilai kesehatan masyarakat,” ujar Anto Kusumayuda, Jumat (29/5/2026).

Program penyaluran itu menyebar ke provinsi, kabupaten, kota, pondok pesantren, hingga lembaga keagamaan. Data yang dihimpun menunjukkan total sapi kurban Presiden mencapai sekitar 1.098 ekor dengan nilai anggaran mendekati Rp100 miliar.

Anto melihat pendekatan ini berbeda dari bantuan sosial tunai. Distribusi daging kurban langsung menyentuh masyarakat bawah, kaum dhuafa, pekerja informal, hingga warga pedesaan tanpa mekanisme bertele-tele.

“Ketika masyarakat menerima daging kurban, mereka tidak hanya menerima bantuan pangan. Mereka menerima asupan protein yang penting bagi kesehatan keluarga. Ini relevan dengan visi besar Prabowo soal penguatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Efek ekonomi juga ikut dirasakan. Sebagian besar sapi dibeli langsung dari peternak lokal di daerah. Perputaran uang tidak hanya terjadi di pusat, tetapi juga menggerakkan ekonomi peternak rakyat di tingkat desa.

Beberapa daerah menerima sapi dengan bobot fantastis. Salah satu contohnya sapi Simmental 1,15 ton yang disalurkan ke Kabupaten Gresik dan dibeli dari peternak Wringinanom. Ukuran besar itu menjadi perhatian warga setempat.

Bagi PPJNA 98, langkah Prabowo menunjukkan pola kepemimpinan yang menghubungkan aspek spiritual dan kesejahteraan. Momentum agama dipakai sebagai kanal kebijakan pangan.

“Prabowo memahami bahwa pangan dan gizi adalah fondasi kekuatan bangsa. Momentum Iduladha dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus membantu kebutuhan protein masyarakat,” ujar Anto.

Dampak psikologis juga dinilai signifikan. Di tengah tekanan ekonomi, kehadiran daging kurban dari Presiden menciptakan rasa kebersamaan antara negara dan rakyat. Solidaritas itu terasa langsung saat pembagian daging.

Selain aspek sosial, program ini dilihat sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis peternakan domestik. Pembelian sapi lokal dinilai membantu peternak menghadapi fluktuasi harga dan masalah distribusi yang sering terjadi.

Pemerintahan Prabowo juga menegaskan standar ketat hewan kurban. Sapi bantuan Presiden wajib lolos seleksi kesehatan, usia, dan bobot minimal. Kedatangan sapi berkualitas baik di daerah-daerah membuat masyarakat antusias.

Anto menyebut pendekatan berbasis budaya dan agama lebih mudah diterima masyarakat Indonesia. Tradisi gotong royong membuat program sosial ini terasa organik, bukan sekadar proyek pemerintah.

“Ini pendekatan khas Indonesia. Ada nilai spiritual, ada kepedulian sosial, dan ada penguatan ekonomi rakyat secara bersamaan,” tuturnya.

Ke depan, PPJNA 98 berharap program serupa diperluas dan melibatkan lebih banyak peternak lokal dari berbagai wilayah. Jika rantai pasok peternak diperkuat, efeknya akan berantai: rakyat dapat daging, peternak dapat penghasilan, daerah ikut bergerak.

Sebelumnya, laporan mencatat Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 sapi kurban pada Idul Adha 1447 H. Penyaluran mencakup pemerintah daerah, lembaga sosial, pesantren, hingga masjid di berbagai wilayah Indonesia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

SCG Dukung Pembangunan Desa Wisata Karangpara, Tegaskan Komitmen Perkuat Potensi Pariwisata Kabupaten Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com – SCG, melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi selaku produsen Semen SCG, secara resmi mengumumkan komitmen untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Karangpara untuk menjadi desa wisata mandiri. Pengumuman tersebut diadakan di acara Peluncuran Desa Wisata Karangpara yang dilaksanakan pada 13 Mei 2026 di Wisata Karangpara Desa Kebonmanggu. Hal ini merupakan bentuk inisiatif perusahaan untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengembangkan dan memberdayakan salah satu dari 31 Desa Wisata Kabupaten Sukabumi. Melalui program SCG GESARI (Gerakan Desa Berdikari), SCG akan terus perkuat kontribusi dalam pengembangan potensi wisata lokal serta mendukung realisasi program pemberdayaan desa wisata dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Bapak Drs. H. Asep Japar, M.M., selaku Bupati Sukabumi, menegaskan pentingnya pengembangan Desa Wisata Karangpara saat acara peluncuran. “Karangpara merupakan salah satu kawasan wisata alam unggulan di Kabupaten Sukabumi yang memiliki keunikan bentang alam geologi yang sangat menarik. Selain memiliki nilai keindahan wisata, kawasan Karangpara juga memiliki nilai ilmiah, edukatif, dan konservasi yang sangat penting. Oleh sebab itu, pengembangannya harus dilakukan secara bijaksana dengan memperhatikan prinsip pelestarian lingkungan dan berkelanjutan,” ungkap Asjap, Jumat 29/05/2026.

Di saat yang sama, Bupati Sukabumi juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung peluncuran Desa Wisata Karangpara. “Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang berkontribusi mendukung dan menyukseskan event Desa Wisata pada hari ini,” tambah Bapak Asep.

Anawat Pornpunyapat, selaku President Director PT Semen Jawa & PT Tambang Semen Sukabumi, menjelaskan, “Kami berkomitmen untuk meningkatkan peran aktif dalam pembinaan kelompok pengelola wisata dari berbagai aspek, mulai dari penguatan kepengurusan dan organisasi, pengembangan model bisnis, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran wisata.

Harapannya, dukungan ini mampu meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat mengelola potensi wisata secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan.”

Inisiatif SCG dalam memberdayakan Desa Wisata Karangpara melalui program SCG Gesari merupakan perwujudan dari prinsip bisnis Inclusive Green Growth, di mana perusahaan berusaha untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan melalui berbagai inovasi bersama dengan semua pemangku kepentingan. Dalam hal ini, SCG berdedikasi untuk membagikan pengetahuan dan praktik terbaik untuk mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk mandiri dan berdaya, agar perusahaan dan masyarakat dapat bertumbuh bersama.

 

Foto : Dok. SCG

SCG Resmi Dukung Pemberdayaan dan Pengembangan Desa Wisata Karangpara

Pada acara Peluncuran Wisata Karangpara yang diselenggarakan pada 13 Mei 2026 di Karangpara, Desa Kebonmanggu. SCG secara resmi mengumumkan dukungan perusahaan dalam pengembangan Desa Wisata Karangpara. Dalam kesempatan tersebut, SCG bersama Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi memaparkan Rencana Pengembangan Bisnis Karangpara tahun 2026 – 2030 di hadapan Bupati Sukabumi beserta para pemangku kepentingan lainnya.

Rencana tersebut memiliki tiga proses pengembangan:

1. Reaktivasi (2026): Penguatan fondasi Desa Wisata Karangpara melalui pembentukan kembali identitas wisata berbasis panorama alam, pengembangan paket wisata, peningkatan akses dan fasilitas pendukung, serta promosi dan pelatihan masyarakat guna membangun kesiapan sumber daya lokal dan menggali potensi UMKM di sekitar kawasan wisata;

2. Penguatan (2027-2028): Peningkatan variasi paket wisata, penguatan kapasitas masyarakat dan UMKM, penyelenggaraan acara rutin, serta perluasan kolaborasi untuk menghadirkan pengalaman wisata yang menarik dan bernilai bagi pengunjung;

3. Konsolidasi (2029-2030): Pengembangan ekosistem wisata melalui perluasan jejaring kerja sama dengan pelaku lokal dan segmen korporasi, serta pemeliharaan fasilitas untuk menjaga daya tarik dan keberlangsungan kawasan wisata dalam jangka panjang.

Sebagai langkah awal, pada tahun ini SCG akan mendukung pembangunan area piknik serta pengembangan Taman Bunisora di Desa Wisata Karangpara. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik sekaligus menjadi ruang publik yang edukatif dan bernilai budaya. Pengembangan Taman Bunisora juga sejalan dengan semangat pelestarian budaya dan nilai kehidupan masyarakat Sunda yang harmonis dengan alam, menjunjung gotong royong, serta menjaga adat dan kearifan lokal.

Tidak hanya mendukung pengembangan wisata, pada kegiatan peluncuran tersebut SCG juga menghadirkan booth UMKM binaan Program SCG GESARI sebagai bukti nyata dukungan perusahaan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat berbasis keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

Salah satu UMKM yang turut hadir adalah Naya Furniture yang menunjukkan bagaimana limbah dapat diolah kembali menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus estetika. Selain itu, terdapat pula Mandiri Konveksi sebuah UMKM konveksi tas yang memanfaatkan bahan-bahan daur ulang, termasuk kemasan semen SCG bekas dan material bekas lainnya, menjadi produk tas kreatif dan ramah lingkungan. Inovasi ini menjadi contoh nyata penerapan konsep upcycling dalam pengembangan usaha masyarakat. Di kesempatan yang sama juga hadir E-Mission, UMKM produk lilin aromaterapi yang dibuat dari limbah minyak jelantah yang telah diolah kembali menjadi produk bernilai guna dan aman digunakan. Kehadiran berbagai UMKM tersebut merupakan upaya SCG untuk mendukung UMKM dengan jenis usaha yang sejalan dengan visi perusahaan, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah dan penerapan gaya hidup berkelanjutan.

Berjalan dengan prinsip bisnis Inclusive Green Growth, kolaborasi SCG bersama dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta dalam pengembangan Desa Wisata Karangpara diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang berkelanjutan, serta dapat membawa rasa kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

UMN Sukabumi Tebar Kurban, Sembelih 2 Sapi dan 9 Domba-Kambing untuk Warga

0
Oplus_131072

Wartain.com – Universitas Madani Nusantara (UMN) kembali menebar manfaat di Idul Adha 1447 H. Kampus ini memotong 2 ekor sapi dan 9 ekor domba serta kambing yang dagingnya dibagikan kepada masyarakat sekitar dan sivitas akademika, berlangsung di kampus UMN, Jumat 29/05/2026.

Kegiatan kurban berlangsung khidmat dan dihadiri para dosen UMN, mahasiswa, aktivis HMI, serta Presidium dan Anggota MD KAHMI Sukabumi. Suasana gotong royong terasa kental sejak proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban.

Rektor UMN, Prof. Dr.Endin Nasrudin, M.Si, menyebut pelaksanaan kurban ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial kampus terhadap semua segmen masyarakat. Menurutnya, tradisi berbagi menjadi bagian dari nilai yang terus ditanamkan UMN.

“Pelaksanaan kurban ini wujud nyata kepedulian sosial UMN terhadap semua segmen masyarakat,” ujarnya di sela acara.

Penyembelihan hewan kurban di UMN bukan kegiatan sekali waktu. Kampus yang berada di Kota Sukabumi ini secara konsisten melaksanakannya setiap tahun sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Ini kegiatan yang terus menerus dilakukan setiap Idul Adha. Kami akan terus berbagi kepada masyarakat,” tambahnya.

UMN Sukabumi Tebar Kurban, Sembelih 2 Sapi dan 9 Domba-Kambing untuk Warga (Foto : Aab)

Sementara itu, Koordinator Presidium MD KAHMI Sukabumi, Ferry Gustaman, mengapresiasi keterlibatan UMN yang mengundang aktivis HMI dan KAHMI untuk turut serta. Ia menilai kolaborasi ini mempererat sinergi antara kampus dan organisasi kader.

“Semoga keberkahan selalu menyertai pihak UMN. Khususnya Pak rektor yang sekaligus sebagai Dewan Penasehat MD KAHMI Sukabumi,” ucap Ferry Gustaman.

Bagi Ferry, kehadiran KAHMI dan HMI dalam kegiatan kurban menjadi momentum memperkuat ukhuwah. Daging kurban yang dibagikan diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.

Prof. Endin menegaskan, kebiasaan positif berbagi di Hari Raya Kurban akan terus dipertahankan. Pihak kampus bahkan menargetkan peningkatan jumlah hewan kurban pada tahun mendatang.

“Kebiasaan yang positif ini akan terus dilakukan setiap tahun. Bahkan rencananya tahun depan akan ditambah lagi, jumlah hewan yang dikurbankan,” tegasnya.

Dengan distribusi yang merata, suasana Idul Adha di lingkungan UMN tahun ini terasa lebih bermakna. Warga berharap konsistensi UMN dalam kegiatan sosial bisa menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain di Sukabumi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Disdik Kabupaten Sukabumi Dorong Pembentukan Pokja BSAN untuk Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman

0

Wartain.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) periode 2026-2030.

Pembentukan Pokja BSAN dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menindaklanjuti amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah aman dan nyaman.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menegaskan bahwa dunia pendidikan harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh.

“Pendidikan bukan hanya soal proses belajar mengajar, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang mampu melindungi anak-anak dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan, dan intoleransi,” ujarnya.

Menurut Deden, pembentukan Pokja BSAN menjadi langkah penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya sekolah yang positif di Kabupaten Sukabumi.

“Pokja ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, Kepolisian, Kementerian Agama, tokoh masyarakat, perwakilan orang tua, hingga media. Ini menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi juga akan berperan aktif dalam mengawal implementasi program BSAN di seluruh satuan pendidikan agar berjalan efektif dan tepat sasaran.

Selain melakukan penguatan edukasi, Pokja BSAN nantinya diharapkan mampu menjadi wadah koordinasi dalam upaya pencegahan dan penanganan berbagai persoalan di lingkungan sekolah.

Melalui sinergi yang kuat antar berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis dapat menciptakan iklim pendidikan yang positif, aman, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah melalui sektor pendidikan yang berkualitas.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Hari Raya Qurban dalam Tauhid Kenabian Ma’rifatullah: dari Penyembelihan Hewan Menuju Penyembelihan Ego Manusia

0

Oleh:  Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

Wartain.com – Hari raya qurban selama ini sering dipahami sebatas ritual penyembelihan hewan: kambing, sapi, atau unta. Padahal di dalam Al-Qur’an, Allah tidak berhenti pada bentuk lahiriah qurban, tetapi membawa manusia menuju makna terdalam tentang penyerahan diri, pemurnian jiwa, dan penghancuran “aku” yang menutupi cahaya Tuhan dalam diri manusia.

Dalam perspektif tauhid kenabian Ma’rifatullah, qurban bukan sekadar peristiwa sejarah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, tetapi sebuah perjalanan ruhani manusia menuju Allah. Ia adalah perjalanan memotong segala sesuatu yang menghalangi manusia dari Tuhan: kesombongan, hawa nafsu, ketakutan, cinta dunia, bahkan keakuan spiritual.

Allah berfirman:
“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan dari kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini adalah pintu besar Ma’rifatullah. Sebab Allah sejak awal menegaskan bahwa yang diterima bukan dagingnya, bukan darahnya, bukan kemeriahan ritualnya, tetapi keadaan batin manusia. Maka hakikat qurban bukan pertama-tama tentang hewan yang disembelih, melainkan tentang diri manusia yang dipersembahkan kepada Allah.

Dalam tauhid kenabian, para nabi datang bukan hanya membawa hukum ritual, tetapi membimbing manusia agar kembali mengenal Allah secara hidup dan sadar. Karena itu, qurban Nabi Ibrahim bukan sekadar kisah ayah yang hendak menyembelih anaknya, tetapi simbol penghancuran keterikatan terdalam manusia kepada selain Allah.

Nabi Ibrahim adalah simbol tauhid murni. Beliau menghancurkan berhala bukan hanya di luar dirinya, tetapi juga berhala dalam hati. Dan berhala terbesar manusia bukan batu, melainkan “aku”.

Ketika Allah memerintahkan Ibrahim mengorbankan Ismail, sesungguhnya Allah sedang menguji: apakah cinta Ibrahim kepada Allah lebih besar daripada cintanya kepada apa pun yang paling ia cintai?

Maka Ismail dalam makna ruhani bukan sekadar seorang anak, tetapi lambang dari sesuatu yang paling dicintai manusia di dunia. Bisa berupa anak, jabatan, harta, kehormatan, pengaruh, bahkan pemikiran dan ego dirinya sendiri.

Karena itu, perjalanan Ibrahim adalah perjalanan memotong keterikatan jiwa agar manusia kembali utuh kepada Allah.

Dan Ismail bukanlah korban kebencian, melainkan korban cinta tauhid.
Lihatlah jawaban Ismail:
“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS. Ash-Shaffat: 102)

Di sini tampak bahwa qurban sejati bukan pemaksaan, tetapi kepasrahan total kepada kehendak Allah. Ibrahim menyerahkan cinta. Ismail menyerahkan diri. Dan keduanya dipertemukan dalam tauhid.

Dalam Ma’rifatullah, “hari raya” bukan sekadar tanggal pada kalender, melainkan keadaan batin ketika cahaya Allah mulai menang atas kegelapan ego manusia.

“Hari” dalam diri manusia adalah saat kesadaran ruhani terbit.
Sebagaimana malam adalah kegelapan jiwa yang tertutup dunia, maka hari adalah bangkitnya nur Ilahi dalam hati manusia.

Karena itu, Idul Adha sejatinya adalah hari kemenangan ruh atas nafsu. Hari ketika manusia mulai menyembelih sifat hewani dalam dirinya: rakus, sombong, iri, tamak, dendam, dan cinta dunia berlebihan.

Sebab banyak manusia menyembelih hewan, tetapi tidak pernah menyembelih egonya.
Banyak yang mengalirkan darah qurban, tetapi masih memelihara kesombongan.
Banyak yang bertakbir, tetapi dirinya masih menjadi tuhan kecil dalam hidupnya.

Padahal inti tauhid adalah gugurnya “aku” di hadapan Allah.
Nabi Ibrahim tidak hanya mengajarkan penyembelihan, tetapi penyerahan total.

Karena itu, qurban yang diterima Allah adalah qurban batin yang melahirkan ketakwaan hidup.

Allah menerima qurban Habil karena kejernihan ruhnya, bukan karena bentuk persembahannya.
Qurban yang diterima Allah adalah ketika manusia:
mengorbankan kesombongannya demi kerendahan hati,
mengorbankan kebenciannya demi kasih sayang,
mengorbankan kerakusannya demi keadilan,
mengorbankan cintanya kepada dunia demi cinta kepada Allah,
dan mengorbankan egonya agar cahaya Tuhan hidup dalam dirinya.
Inilah yang sulit dilakukan manusia modern.

Hari ini umat Islam sering berhenti pada simbol, tetapi kehilangan ruh. Ritual ada, tetapi transformasi jiwa tidak terjadi. Takbir menggema, namun permusuhan tetap menyala. Masjid penuh, tetapi hati kosong dari kasih Allah.

Karena itu, umat saat ini bukan hanya membutuhkan penyembelihan hewan, tetapi penyembelihan nafsu kolektif.
Qurban hari ini harus melahirkan manusia yang:
jujur dalam mencari nafkah,
adil dalam kekuasaan,
lembut kepada sesama,
peduli kepada fakir miskin,
dan hidup dalam kesadaran bahwa seluruh hidup adalah milik Allah.
Sebab hakikat Islam bukan sekadar ibadah formal, tetapi penyerahan diri total kepada Tuhan Yang Maha Hidup.

Dalam tauhid kenabian Ma’rifatullah, para nabi datang untuk membangunkan manusia dari penyembahan terhadap dunia menuju penyaksian kepada Allah.
Dan Idul Adha adalah panggilan abadi itu.

Panggilan agar manusia kembali menjadi Ibrahim: menghancurkan berhala dirinya.
Kembali menjadi Ismail: rela menyerahkan diri kepada Allah.
Dan kembali menjadi hamba: yang hidup bukan demi ego, tetapi demi Tuhan.

Karena pada akhirnya, qurban terbesar bukanlah kambing atau sapi yang disembelih, melainkan ketika manusia mampu menyembelih “aku”-nya di hadapan Allah.

Di situlah lahir tauhid sejati.
Dan di situlah Ma’rifatullah mulai menyala dalam diri manusia.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sekda Ade Suryaman Pimpin Pembentukan Pokja BSAN, Wujudkan Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan

0

Wartain.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) periode 2026-2030. Pembentukan Pokja tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, di Pendopo Sukabumi, Jumat (29/05/2026).

Pembentukan Pokja BSAN merupakan tindak lanjut dari amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan budaya sekolah yang aman dan kondusif.

Dalam arahannya, Sekda H. Ade Suryaman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi ingin bergerak cepat agar seluruh sekolah mampu memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi peserta didik.

“Batas waktu pembentukan Pokja ini memang sampai 9 Juli 2026. Namun Kabupaten Sukabumi memilih bergerak lebih awal agar seluruh sekolah benar-benar mampu memenuhi kebutuhan spiritual, memberikan perlindungan fisik, serta menjamin kesejahteraan psikologis peserta didik,” ungkapnya.

Menurut Sekda, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga harus menjadi ruang yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Karena itu, dibutuhkan sinergi seluruh pihak untuk mencegah terjadinya perundungan, kekerasan, maupun intoleransi di lingkungan pendidikan.

Pokja BSAN Kabupaten Sukabumi dibentuk dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, Kepolisian, Kementerian Agama, tokoh masyarakat, perwakilan orang tua, hingga media massa.

H. Ade Suryaman sendiri dipercaya sebagai Ketua Pokja, didampingi Kepala Bapperida sebagai Wakil Ketua dan Kepala Dinas Pendidikan sebagai Koordinator.

Sekda berharap keberadaan Pokja BSAN mampu memperkuat sistem pencegahan dan penanganan berbagai persoalan di lingkungan sekolah sehingga tercipta iklim pendidikan yang positif dan berkualitas.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita ingin menghadirkan sekolah yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh anak-anak di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya.

Melalui langkah strategis tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis dapat mendukung terwujudnya visi daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah dimulai dari lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas kekerasan.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tebar Kurban, Kades Iing Sembelih 4 Sapi dan 1 Kambing untuk 1.542 Rumah

0
Oplus_131072

Wartain.com – Kepala Desa Pawenang, Hilman Nulhakim atau yang akrab disapa Aa Iing, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya pada Idul Adha 1447 H, dengan menyembelih 4 ekor sapi dan 1 ekor kambing, bertempat di rumah kediamannya, Jumat 29/05/2026. Hewan kurban tersebut dibagikan kepada seluruh warga desa yang tersebar di 1.542 rumah tinggal dari 3 kedusunan.

Pemotongan hewan kurban dilakukan di halaman rumah tinggal kepala desa, dan berlangsung secara gotong royong bersama perangkat desa serta warga. Daging kurban kemudian dikemas dan didistribusikan langsung ke setiap rumah agar merata.

Aa Iing menyebut, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap sesama, terutama bagi warga yang belum berkesempatan berkurban. Menurutnya, Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan di tingkat desa.

“Ini bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Kami niat ikhlas untuk berbagi terhadap sesama,” ujarnya saat ditemui di lokasi penyembelihan.

Menariknya, seluruh anggaran untuk pembelian hewan kurban berasal dari uang pribadi Kades Iing. Ia sengaja menggunakan dana pribadi agar tidak membebani anggaran desa dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tebar Kurban, Kades Iing Sembelih 4 Sapi dan 1 Kambing untuk 1.542 Rumah (Foto : Aab)

Langkah ini mendapat apresiasi dari salah satu warga Kedusunan Pasirhuni, Oyok Mubarok atau yang karib disapa Orok. Ia menilai kepedulian kepala desa menjadi contoh nyata kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Proses pembagian daging pun berjalan tertib dan lancar.

“Kami bersyukur, tahun ini semua warga kebagian daging kurban. Semoga jadi berkah untuk Pak Kades dan keluarga,” ucap Orok.

“Ini contoh yang patut di apresiasi oleh semua warga desa atas kepeduliannya. Karena semua warga ikut merasakan kebahagiaan,” tambah Orok.

Kades Iing berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Ia menargetkan jumlah hewan kurban bisa lebih banyak agar manfaatnya semakin luas.

“Kami berharap tahun depan bisa lebih dari sekarang. Jumlah hewan yang disembelih juga harus lebih banyak dari sekarang,” harap Aa Iing.

Dengan distribusi yang merata ke 1.542 rumah, suasana Idul Adha di Desa Pawenang tahun ini terasa lebih hangat. Warga berharap semangat berbagi yang ditunjukkan kepala desa bisa menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk ikut berbagi di momentum keagamaan mendatang.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Sukabumi Diprakirakan Cerah Berawan 29 Mei, Waspada Hujan Malam Hari

0
Oplus_131072

Wartain.com – Warga Kabupaten Sukabumi dapat bersiap menghadapi cuaca cerah berawan pada Jumat, 29 Mei 2026. Berdasarkan data prakiraan terbaru, kondisi cuaca diprediksi bersahabat di siang hari meski potensi hujan ringan mulai muncul menjelang malam.

Pagi hari dimulai dengan suhu 28°C dan langit sedikit mendung. Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan 6,5 m/s dan kelembapan mencapai 81%. Kondisi ini membuat suasana pagi terasa sejuk dan cocok untuk beraktivitas di luar ruangan.

Memasuki siang hari, suhu naik ke angka 29°C dengan langit yang cenderung cerah. Angin masih konsisten dari arah selatan berkecepatan 6,6 m/s. Intensitas sinar ultraviolet diperkirakan mencapai level ekstrem, sehingga masyarakat diimbau menggunakan pelindung diri jika beraktivitas di bawah matahari langsung.

“Siang hari cuaca cukup cerah, tapi UV index-nya tinggi. Gunakan topi, kacamata, atau sunscreen kalau harus keluar rumah,” kata petugas prakiraan cuaca dalam laporan harian.

Sore hingga malam, awan mulai menebal dan kondisi berubah menjadi awan rusak. Suhu bertahan di 29°C dengan kelembapan 78%. Peluang hujan mulai meningkat pada periode ini, terutama untuk wilayah dengan topografi lebih tinggi.

Memasuki dini hari, hujan sedang diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Sukabumi. Angin bergeser ke tenggara dengan kecepatan 5,3 m/s dan kelembapan naik hingga 80%. Kondisi ini berpotensi menurunkan jarak pandang dan membuat jalanan menjadi licin.

Suhu terendah diprediksi terjadi pada dini hari di angka 20°C, sementara suhu tertinggi menyentuh 29°C pada siang. Matahari akan terbit pukul 05.57 WIB dan terbenam pada 17.42 WIB dengan durasi penyinaran sekitar 11 jam 53 menit.

“Warga yang berencana bepergian malam hari disarankan membawa perlengkapan hujan. Kondisi jalan bisa licin dan jarak pandang berkurang saat hujan turun,” ujar sumber prakiraan cuaca tersebut.

Secara keseluruhan, cuaca Sukabumi pada 29 Mei 2026 tergolong normal untuk akhir Mei. Masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti biasa di siang hari, namun tetap waspada terhadap perubahan cuaca menjelang malam.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Malam Jumat di Sakawayana Sukabumi : Doa untuk Prabowo Menepis Badai Geopolitik

0

Di sudut ruangan bale bale pantai Sakawayana nampak hadir Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih, Asep Sugianto tokoh aktivis HMI, HM Fikrie tuan rumah Majelis Sholawat Cahaya Muhamad, Yosep Maulana aktivis mahasiswa/ jurnalis, Siti Ratna Maymunah CEO Wartain.Com, serta M. Rafi Asyam pemilik media Bisnisnews.net dan Aam Abdul Salam Aktivis 98/Sekjen PPJNA 98.

Wartain.com – Deburan ombak Palabuhanratu lamat-lamat terdengar di sela-sela lantunan sholawat yang mengalun syahdu. Malam Jumat, Kamis, 28 Mei 2026, udara di Majelis Sholawat Cahaya Muhamad “Majelis Pencerahan Nusantara”, Sakawayana, Sukabumi, terasa berbeda. Ada kehangatan spiritual yang berkelindan dengan diskusi bernas khas anak muda.

Di sudut ruangan bale bale pantai Sakawayana, tampak wajah-wajah tak asing bagi dunia gerakan dan media di Sukabumi. Ada Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih, Asep Sugianto tokoh aktivis HMI, HM Fikrie selaku tuan rumah Majelis Sholawat Cahaya Muhamad, Yosep Maulana aktivis mahasiswa sekaligus jurnalis, Siti Ratna Maymunah CEO Wartain.com, serta M. Rafi Asyam pemilik media Bisnisnews.net dan Aam Abdul Salam Aktivis 98/Sekjen PPJNA 98.

Obrolan mengalir rileks, berpindah dari cangkir kopi ke cangkir berikutnya. Namun, esensi yang dibicarakan sangat mendalam: tentang seni bertahan sebuah bangsa, filsafat kekuasaan yang melayani, dan keteguhan hati seorang pemimpin bernama Prabowo Subianto.

Filsafat Nusantara selalu mengajarkan bahwa tanah, air, dan segala isinya adalah amanah suci—sebuah mandat langit yang harus dijaga untuk kemaslahatan rakyat. Langkah berani dan tegas Presiden Prabowo dalam menata ulang tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia adalah pengejawantahan dari seni kepemimpinan tersebut. Ia sedang mengembalikan hak milik ibu pertiwi ke pangkuan anak cucunya sendiri.

Namun, dalam hukum alam dan politik global, setiap tindakan revolusioner selalu melahirkan reaksi. Ketegasan Prabowo menyelamatkan SDA kita memicu serangan balik yang masif. Kekuatan asing yang terusik kenyamanannya, berkolaborasi dengan kaki tangan di dalam negeri, mulai memainkan ritme destruktif. Rupiah digoyang, pasar saham dirontokkan dalam semalam melalui perang asimetris.

Secara kalkulasi logika ekonomi murni, situasi ini mencemaskan. Namun, para tokoh muda yang berkumpul di Sakawayana malam ini sepakat: kedaulatan tidak bisa ditukar dengan kestabilan semu yang mendikte harga diri bangsa.

Secara spiritual, setiap ujian yang menimpa pemimpin yang lurus adalah proses pemurnian (riyadhah) bagi sebuah bangsa. Ketika instrumen kapital global mencoba merontokkan sendi ekonomi kita, ada satu variabel yang selalu gagal mereka hitung: kekuatan doa rakyat yang tulus.

Rakyat Indonesia memiliki chemistry spiritual yang kuat dengan para pemimpinnya yang berani. Di saat rupiah diguncang, di situlah gelombang doa dan dukungan moral dari surau-surau, pesantren, dan majelis taklim justru mengalir deras tanpa henti. Energi spiritual inilah yang menjadi benteng tak kasatmata bagi Presiden Prabowo untuk tetap tegak berdiri menghadapi badai geopolitik.

Menutup obrolan santai yang penuh pencerahan di malam Jumat ini, mari kita ketuk pintu langit dengan untaian doa yang tulus untuk sang pemimpin negeri.

Doa Malam Jumat untuk Presiden Prabowo Subianto

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, asshalatu wasshalamu ‘ala asyrafal anbiya’i wal mursalin, sayyidina muhammadin, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Ya Allah, Ya Malikul Mulk, Penguasa Tertinggi Alam Semesta,

Di malam Jumat yang penuh berkah dan rahmat-Mu ini, dari pesisir Sakawayana kami tengadahkan tangan, memohon perlindungan-Mu untuk pemimpin negeri kami, Presiden Prabowo Subianto.

Ya Aziz, Ya Qawiyyu,

Berikanlah kekuatan fisik, ketajaman berpikir, dan keteguhan iman kepada Presiden Prabowo dalam menjaga setiap jengkal tanah air dan kekayaan alam Indonesia. Kuatkan pundaknya saat memikul amanah berat ini, dan jadikanlah hatinya sekeras karang dalam mempertahankan kedaulatan bangsa dari rongrongan kekuatan asing maupun pengkhianatan dari dalam negeri.

Ya Rahman, Ya Rahim,

Jadikanlah kebijakan-kebijakan yang beliau ambil menjadi asbab turunnya keberkahan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketika musuh-musuh bangsa mencoba menggoyang ekonomi dan stabilitas negeri ini, runtuhkanlah tipu daya mereka dengan keagungan-Mu. 

Berikanlah ketenangan pada pasar kami, kekuatan pada mata uang kami, dan kesabaran pada hati rakyat kami.

Ya Allah, bimbinglah beliau agar selalu dikelilingi oleh orang-orang yang setia, jujur, dan berintegritas. Jadikanlah setiap keringat dan lelahnya dalam membela kaum lemah sebagai amal jariyah yang mengantarkannya pada rida-Mu.

Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Editor : AS

DPR Ingatkan Kemenkeu Tak Mainkan ‘Langgam Sendiri’ dalam Penanganan Pascabencana Sumatra

0

Wartain.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk tidak memainkan “langgam” sendiri dalam orkestrasi penanganan pascabencana banjir di Sumatra. Ia menekankan pentingnya keselarasan langkah antara bendahara negara dengan kementerian teknis terkait.

“Menteri Keuangan kepada media menyebut, ada Rp60 triliun anggaran hasil efisien untuk penanganan bencana yang tak terserap. Sementara, permintaan tambahan anggaran Kementrian Kehutanan, Rp8,4 triliun, tak kunjung diberikan hingga Mei 2026 ini,” tegas Alex dalam pernyataan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Kamis (28/5/2026).

Menurut Alex, berdasarkan hasil pembahasan Komisi IV dengan Kementerian Kehutanan pada Februari 2026, tambahan anggaran sebesar Rp8,4 triliun tersebut salah satunya dialokasikan untuk memulihkan kawasan hijau yang rusak.

“Reforestasi ini akan menyelesaikan persoalan hulu dari bencana banjir. Artinya, kegiatan ini sangat urgen,” terang Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Alex menambahkan bahwa upaya pemulihan lingkungan ini memerlukan proses yang panjang dan tidak bisa ditunda-tunda lagi.

“Terlebih, pemulihan hutan yang kini dalam kondisi rusak berat itu, secara teknis bukan persoalan sederhana dan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa tampak seperti hutan lagi,” terangnya.

Di sisi lain, Alex meminta kementerian dan lembaga yang terkait dengan penanganan dampak bencana Sumatra makin mengintensifkan komunikasi dan koordinasi dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) serta Kementerian Keuangan sebagai bendahara negara.

“Semua kegiatan yang dirancang, harus dipastikan mendapatkan dukungan anggaran. Artinya, pengerjaan kegiatan bisa tuntas dan tak meninggalkan sisa anggaran lagi,” tegas Alex.

Sebagai informasi, DPR saat ini telah menyetujui Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera yang diajukan oleh Satgas PRR. Dalam rencana induk tersebut, terdapat 11.512 program kegiatan dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp100,1 triliun yang akan dijalankan selama tiga tahun. Rincian alokasi anggaran tersebut adalah tahun 2026 Rp38,9 triliun, tahun 2027 Rp32,9 triliun, tahun 2028 Rp28,2 triliun.

Kendati melayangkan kritik, Alex tetap memberikan apresiasi atas langkah responsif yang ditunjukkan oleh Menteri Keuangan dalam mempercepat proses birokrasi di internal kementeriannya. Alex mengapresiasi keputusan Menteri Keuangan yang memerintahkan para Dirjennya proaktif menuntaskan administrasi perencanaan penanganan bencana, yang diajukan kementerian dan lembaga.

“Sekarang ini, Renduknya tuntas. Alokasi anggarannya juga sudah disepakati DPR. Menteri Keuangannya juga sudah mau proaktif jemput bola,” ungkap Alex.

Kini, seluruh pihak tinggal menunggu eksekusi riil di lapangan agar program pemulihan pascabencana ini berjalan harmonis tanpa kendala sektoral.

“Sekarang, rakyat menyaksikan, apakah semua elemen pemerintahan, ada dalam satu komando, bergerak mengatasi dampak bencana. Sehingga, tak terdengar lagi nada fals dalam orkestrasi penanganan bencana ini,” tukas Alex.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)