26.7 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Latest Posts

Mahasiswa KKN-T Universitas Pasundan Berikan Edukasi dan Gerakan Pengolahan Sampah di Desa Sukamanah

Wartain.com || Desa Sukamanah adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Saat pertama kali, kami mahasiswa KKN-T Universitas Pasundan tiba di Desa Sukamanah, hal yang langsung menarik perhatian adalah persoalan sampah yang belum tertangani dengan baik.

Sampah masih banyak berserakan di lingkungan warga, belum terpilah dan belum dikelola secara berkelanjutan. Melihat kondisi tersebut, kami terdorong untuk membawa perubahan nyata.

Melalui kegiatan kerja bakti, penyuluhan tentang kesadaran akan seberapa lama sampah anorganik terurai, pentingnya memilah dan mengelola sampah organik, hingga pembuatan lubang biopori, kami mengajak warga untuk bersama-sama membangun kebiasaan baru – mengelola sampah dari rumah, demi desa yang lebih bersih dan sehat.

Masalah sampah di desa Sukamanah bukan hanya soal tumpukan yang mengganggu pemandangan, tetapi juga menyangkut kesehatan lingkungan dan pola hidup masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah. Sebagian besar sampah rumah tangga dicampur begitu saja, lalu dibakar atau dibuang ke lahan kosong, tanpa pengelolaan lanjutan. Hal ini dapat mencemari tanah, air, udara sehingga berpotensi menimbulkan penyakit.

Melihat urgensi tersebut, kami memulai langkah pertama dengan kerja bakti lingkungan yang melibatkan warga dari beberapa RT. Kegiatan ini tidak hanya membersihkan area publik, tetapi juga menjadi momen untuk memperkenalkan pentingnya kebersamaan dalam menjaga lingkungan. Warga terlihat antusias, terutama saat mereka menyadari bahwa sampah organik seperti daun dan sisa makanan bisa diolah menjadi hal yang bermanfaat.

Langkah selanjutnya adalah penyuluhan tentang pemilahan dan pengolahan sampah. Kami menyampaikan materi sederhana dan aplikatif, seperti membedakan sampah organik dan anorganik, serta memberikan contoh cara mengelola sampah organik menjadi kompos menggunakan biopori. Penyuluhan ini disampaikan secara langsung di pertemuan bersama ibu-ibu PKK, di aula Desa Sukamanah. Sehingga informasi dapat tersampaikan dengan baik.

Sebagai bentuk aksi nyata, alat biopori yang dibuat dari paralon dan lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah untuk meningkatkan daya resapan air dan menghasilkan kompos, kami membuat lubang biopori tersebut di titik ramai warga atau fasilitas umum.

Biopori ini berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan. Dengan hanya mempercepat proses penguraian sampah organik serta menjaga kelembaban tanah. Warga kami ajak untuk secara rutin membuang sampah organik ke lubang ini, sebagai langkah awal menuju pengelolaan mandiri di tingkat rumah tangga.

Kami juga mengangkat contoh langsung dari pengalaman di lapangan. Salah satu warga, Bapak Maman (60), mengaku pernah menggunakan biopori sebagai pembuangan sampah organik atau sampah keluarganya, dan ternyata tanahnya jadi lebih gembur.

Testimoni seperti ini menjadi bukti bahwa edukasi sederhana bisa-bisa membawa dampak nyata, asalkan dilakukan dengan pendekatan yang tepat.

Gerakan ini mungkin terlihat kecil, tetapi kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.

Kami berharap setelah program KKN ini selesai,warga Sukamanah tetap melanjutkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah, bahkan mungkin menularkannya ke desa-desa sekitar. Karena sejatinya, desa yang bersih dan sehat bukanlah hasil dari satu program sementara, melainkan hasil dari kesadaran kolektif yang tumbuh dan dijaga bersama.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Bandung)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.