26.7 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026

Latest Posts

Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB Gelar ToT Sekolah Keluarga Berkualitas 

Wartain.com || Bentuk upaya berkelanjutan mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul sejak usia dini, IPB University mengambil langkah strategis melalui inisiatif pelatihan fasilitator Sekolah Keluarga Berkualitas (SKB) 2025.

Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim bekerja sama dengan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB University. Kegiatan Training of Trainer (ToT) SKB 2025 yang digelar hari Senin (16/06/2025) secara hybrid menjadi bukti nyata keseriusan IPB University dalam memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan kualitas generasi penerus bangsa.

ToT ini dirancang untuk mencetak fasilitator andal yang mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, khususnya dalam mengedukasi pola asuh anak usia bawah dua tahun (baduta) berbasis ilmiah dan berakar pada kearifan lokal.

ToT ini dilaksanakan di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University, dengan dihadiri langsung oleh perwakilan dari enam desa dan kelurahan lingkar kampus, yakni Kelurahan Bubulak, Kelurahan Gunung Batu, Kelurahan Sindang Barang, Desa Petir, Desa Sinarsari, dan Desa Tegalwaru.

Tak hanya itu, ribuan peserta daring dari berbagai wilayah Indonesia mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Aceh, hingga Papua Tengah turut serta secara virtual melalui platform zoom meeting.

Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan efektivitas pelatihan. Setiap peserta diwajibkan mengikuti pre-test sebelum sesi dimulai guna memetakan tingkat pemahaman awal. Setelah seluruh materi tersampaikan, post-test dilakukan sebagai instrumen untuk menilai peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta, serta menjadi indikator utama keberhasilan transfer ilmu dalam program ini.

Kegiatan hari pertama diwarnai dengan pemaparan materi kunci berjudul “Penerapan Asah, Asih, Asuh di dalam Keluarga: Menumbuhkembangkan Anak Baduta yang Sehat”, disampaikan oleh pakar terkemuka, Prof. Dr. Ir. Dwi Hastuti, M.Sc., Dosen IKK IPB University.

“Konsep Asah, Asih, Asuh adalah jembatan menuju tumbuh kembang baduta yang holistik,” tegas Prof Dwi.

Dwi Hastuti dalam pemaparannya yang menggugah dan penuh empati. Ia menjelaskan, Asah berkaitan dengan stimulasi kognitif intensif, seperti permainan edukatif, interaksi aktif, dan eksplorasi lingkungan.

Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim IPB Gelar ToT Sekolah Keluarga Berkualitas  (foto : Istimewa)

Asih menitikberatkan pada kasih sayang tanpa syarat yang memperkuat kepercayaan diri dan kesehatan mental anak. Sementara Asuh mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, seperti gizi seimbang, kebersihan, serta pola hidup sehat dalam keseharian anak.

Prof. Dwi juga menyoroti pentingnya praktik sederhana namun esensial seperti cuci tangan pakai sabun, toilet training sejak dini, menggunakan alas kaki di kamar mandi, dan tidak berbagi handuk, sebagai bagian dari edukasi pola asuh kesehatan berbasis kasih sayang.

“Pola asuh kesehatan bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari interaksi penuh cinta yang mendorong anak untuk memilih hidup sehat dengan sukarela. Jika ini ditanamkan sebagai kebiasaan yang menyenangkan, maka akan terbawa hingga dewasa,” pungkasnya.

Ia juga menekankan bahwa pemenuhan aspek Asuh menjadi benteng utama dalam pencegahan stunting.

Para peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga dibekali dengan strategi aplikatif dan adaptif dalam mengidentifikasi serta mengatasi tantangan pola makan dan kesehatan anak di komunitas mereka.

Melalui sesi diskusi dan studi kasus, para calon fasilitator dilatih untuk menjadi pemimpin yang solutif, adaptif, dan kontekstual dalam penyuluhan parenting. Pelaksanaan ToT SKB 2025 merupakan perwujudan nyata dari visi IPB University dalam membangun masa depan bangsa yang dimulai dari rumah tangga yang berkualitas.

Dengan kehadiran fasilitator terlatih dari berbagai daerah, diharapkan praktik pengasuhan berbasis Asah, Asih, Asuh dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Indonesia.

Pada akhirnya, inisiatif ini diharapkan mampu mencetak generasi baduta yang sehat, cerdas, berkarakter unggul, dan siap menghadapi tantangan dunia di masa depan mewujudkan Indonesia Emas yang dimulai dari langkah-langkah kecil di dalam keluarga.***

Foto : Istimewa

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.