Wartain.com || Bacapres Ganjar Pranowo bicara terkait maraknya kasus penganiayaan yang dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurutnya, PMI yang kerap bermasalah yakni mereka yang berangkat secara ilegal.
Dikutip dari Kumparan, Ganjar mengatakan, hal tersebut terungkap dari pengalamannya menangani sejumlah kasus PMI. Salah satunya kasus di Kamboja. Di sana ada 5 PMI asal Jawa Tengah yang terjerat kasus karena berangkat secara ilegal.
“Awalnya laporannya ‘saya orang Jawa Tengah Pak 5 orang’, saya video call dini hari dengan mereka, dan melihat wajah-wajah mereka, dan kemudian dengan Kemlu kita bicara dan alhamdulillah semuanya bisa kita kembalikan. Saya tanya ‘kamu dari legal atau ilegal?” kata Ganjar dalam acara BP2MI di Jakarta Utara, Kamis 09/11/2023.
“Di awal saya tanya itu dulu, agar kita bisa memahami, ternyata ilegal, maka teman-teman BP2MI ini sangat bisa memfasilitasi teman-teman semua agar kepergiannya legal, perusahaannya jelas, hak dan kewajibannya jelas dan aman. Kalau itu bisa dilakukan Insyaallah bisa berjalan dengan baik,” lanjut Ganjar.
Ganjar mengatakan, hal tersebut terungkap dari pengalamannya menangani sejumlah kasus PMI. Salah satunya kasus di Kamboja. Di sana ada 5 PMI asal Jawa Tengah yang terjerat kasus karena berangkat secara ilegal.
“Awalnya laporannya ‘saya orang Jawa Tengah Pak 5 orang’, saya video call dini hari dengan mereka, dan melihat wajah-wajah mereka, dan kemudian dengan Kemlu kita bicara dan alhamdulillah semuanya bisa kita kembalikan. Saya tanya ‘kamu dari legal atau ilegal?” kata Ganjar dalam acara BP2MI di Jakarta Utara, Kamis (9/11)
“Di awal saya tanya itu dulu, agar kita bisa memahami, ternyata ilegal, maka teman-teman BP2MI ini sangat bisa memfasilitasi teman-teman semua agar kepergiannya legal, perusahaannya jelas, hak dan kewajibannya jelas dan aman. Kalau itu bisa dilakukan Insyaallah bisa berjalan dengan baik,” lanjut Ganjar.
Ganjar lalu menceritakan kasus PMI di Somalia. Menurutnya, permasalahannya juga sama yakni soal izin perjalanan dan keberangkatan yang ilegal.
Mantan Gubernur Jateng ini juga sempat membuka pesan di Instagramnya. Di sana banyak pengaduan dan permohonan PMI yang bermasalah.
“Saya waktu itu juga agak jarang buka DM IG, kok pas itu buka, saya minta nomor HP-nya. Saya langsung minta shareloc (share location) sekarang, jangan lebih dari 5 menit, karna pasti ngebohong. Ternyata betul, yang satu di Kamboja yang satu di Somalia. Saya zoom gitu (maps location) oh bener, yang di sana kerja di kapal,” ujar Ganjar.
“Situasi inilah yang kemudian membikin kadang-kadang maaf dengan segala hormat saya tadi melihat yang dianiaya dan sebagainya. Ternyata itu rata-rata punya problem punya masalah, administrasi, legalitasnya dan lain-lainnya,” lanjutnya.
Atas hal itu, Ganjar mengatakan permasalahan PMI ilegal itu dapat selesai dengan memperbanyak sekolah vokasi. Dengan begitu, katanya, akan menciptakan pekerja migran Indonesia yang berkualitas.
Dia berjanji akan serius terhadap solusi tersebut agar menciptakan situasi yang aman dan menguntungkan bagi pahlawan devisa negara itu.
“Maka sebenarnya perencanaan ini akan kita betul-betul serius untuk kita kerahkan tenaga kerja kita nanti PMI-PMI kita itu betul-betul skilled labor. Pasti itu akan membikin anda sekalian kerja nyaman, bayarnya juga pasti bagus, secara legal perjanjiannya sangat dihormati, dan tentu saja itu pasti yang akan membikin kenyamanan dan kebahagiaan anda (PMI) bekerja,” tutupnya.
Dalam acara BP2MI ini, Ganjar memberikan pembekalan yang bersifat motivasi kepada 1.500 PMI yang direncanakan berangkat ke Korea Selatan. Ia memberikan pembekalan selama sekitar setengah jam.***
Foto: Kumparan/Thomas Bosco
Editor: Raka A. Firmansyah
(Red)
