26.7 C
Jakarta
Jumat, Oktober 30, 2026

Latest Posts

Gubernur Jabar KDM Wajibkan Pilkades E-Voting: Tutup Bilik Langsung Ketahuan Pemenang, Sukabumi Siapkan 240 Desa

Wartain.com – Era coblos kertas di pilkades bakal berakhir di Jawa Barat.

Gubernur Dedi Mulyadi atau KDM resmi mendorong pilkades serentak berbasis e-voting di seluruh desa se-Jawa Barat. Alasannya satu: demokrasi harus cepat, murah, dan efisien.

“Pemprov Jabar akan mewujudkan demokrasi yang cepat, murah, serta melahirkan efisiensi tata kelola keuangan melalui pilkades berbasis e-voting,” tegas KDM.

Tanpa kertas suara, tanpa drama penghitungan berjam-jam. Begitu bilik ditutup, pemenang langsung ketahuan.

“Pilkadesnya e-voting tanpa kertas suara, tanpa perlu lama-lama menunggu penghitungan suara. Begitu bilik suaranya ditutup, hasilnya sudah bisa terlihat siapa yang menjadi pemenang,” ujar KDM.

Targetnya, semua desa di Jabar pakai sistem ini. Digitalisasi pilkades disebut sebagai bagian dari transformasi desa menjadi basis pembangunan yang berkemajuan.

Sukabumi 240 Desa, Tapi Masih Tunggu DPMD Provinsi

Lalu bagaimana dengan Sukabumi yang jadi salah satu kabupaten dengan pilkades terbanyak?

Pemkab Sukabumi mencatat akan menggelar Pilkades serentak di 240 desa di 47 kecamatan. Tahapan dimulai Juni 2027.

Namun, DPMD Kabupaten Sukabumi belum bisa memastikan apakah 240 desa itu akan full e-voting atau hibrida (sebagian e-voting, sebagian konvensional).

Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi Ahmad Samsul Bahri mengaku masih menunggu kepastian regulasi dan yang paling penting: anggaran e-voting yang ada di DPMD Provinsi Jabar.

“Kaitan dengan pelaksanaan apakah nanti e-voting seluruhnya atau sebagian masih e-voting, sebagian konvensional, kita nunggu kesiapan dari DPMD Provinsi Jawa Barat dulu,” jelasnya.

Untuk mematangkan kesiapan, DPMD Sukabumi bahkan studi banding ke Cianjur yang akan menggelar pilkades serentak 28 Oktober 2026 dengan sistem digital.

“Sementara yang sudah pasti kita serentak di 240 desa. Hanya berapa nanti yang memakai sistem e-voting kita, karena penganggaran e-voting ada di DPMD Provinsi,” tandas Ahmad.

Artinya, bola kini ada di provinsi. Jika anggaran turun, 240 desa di Sukabumi siap tinggalkan kertas suara.***

Editor: Aab Abdul Malik

(Dul)

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.