26.7 C
Jakarta
Selasa, Maret 17, 2026

Latest Posts

Kasus Kematian NS Masuki Babak Baru, Ibu Kandung Laporkan Mantan Suami

Wartain.com || Kasus meninggalnya NS (12), siswa SMP asal Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, terus berkembang dan memunculkan babak baru. Ibu kandung korban, Lisnawati, resmi melayangkan laporan terhadap mantan suaminya, Anwar Satibi (AS), ke Polres Sukabumi atas dugaan pembiaran serta penelantaran anak.

Laporan tersebut teregister dengan nomor STPLB/106/II/2026/SPKT. Dasarnya adalah sejumlah bukti percakapan singkat yang dinilai menunjukkan sikap tak acuh AS saat mengetahui kondisi putranya dalam keadaan kritis, beberapa hari sebelum NS meninggal dunia pada Februari 2026.

Kuasa hukum Lisnawati, Krisna Murti, memaparkan bahwa komunikasi antara keluarga dan AS terjadi dua hari sebelum korban wafat. Saat itu, keluarga meminta agar NS segera dibawa ke rumah sakit karena kondisinya memburuk. Namun respons yang diterima justru dianggap tidak mencerminkan tanggung jawab seorang ayah.

“Ketika diminta dibawa ke rumah sakit, jawabnya belum ada waktu, masih sibuk. Kalaupun meninggal, ikhlasin lah. Berarti secara tidak langsung ada pembiaran dari ayahnya,” ujar Krisna Murti kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Anggota tim kuasa hukum lainnya, Mira Widyawati, menambahkan bahwa dalam pesan tertanggal 17 Februari, AS bahkan telah menyinggung kemungkinan lokasi pemakaman anaknya.

“Dia bilang, ya biarin aja, sampai kalaupun dia meninggal tinggal dimakamkan di pemakaman keluarga dekat bapaknya (AS),” kata Mira.

Keluarga korban semakin curiga setelah melihat kondisi jasad NS. Pada tubuh bocah tersebut ditemukan sejumlah luka lebam, bekas luka bakar, hingga kulit yang melepuh di beberapa bagian.

“Pasalnya yang kita laporkan itu Pasal 76B juncto Pasal 77B, di situlah pembiaran. Baru dibawa ke rumah sakit besoknya, padahal dilihat ada luka lebam, luka bakar,” tambah Krisna.

Lisnawati sendiri mengaku selama empat tahun terakhir tidak dapat bertemu anaknya. Ia menyebut kondisi tersebut dipengaruhi trauma kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya selama menikah dengan AS.

“Rambut saya dipotong pakai golok. Waktu dalam kandungan juga bilang, ‘sudahlah kamu meninggal aja sama anak saya’, sambil bawa motornya diabrut-abrutin, (mengebut),” tutur Lisnawati dengan suara bergetar.

Kini, pihak kuasa hukum mendesak aparat kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan transparan. Perkara ini juga telah menyita perhatian publik, termasuk lembaga perlindungan anak dan Komisi III DPR RI, yang diharapkan ikut mengawal proses penanganannya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.