Wartain.com || Seorang perempuan lanjut usia (lansia), Mintarsih (75), pingsan saat mengantre untuk membeli sembako murah dalam Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi) Ramadhan dan Idul Fitri 1446 H di Kantor Pos Sukabumi, Selasa (18/3/2025).
Mintarsih diduga pingsan akibat kelelahan saat antrean mengular sejak subuh. Insiden terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, ketika ia tiba-tiba terkapar di tengah antrean. Beruntung, petugas kepolisian segera bertindak dengan menggendong dan mengevakuasinya ke mobil ambulans PMI Kota Sukabumi untuk mendapatkan pertolongan.
“Saya menerima telepon dari warga yang mengabarkan ada yang pingsan di Kantor Pos saat mengantre sembako murah. Pasien sedang berpuasa dan mengalami kelelahan, sehingga kadar oksigen yang masuk kurang dan menyebabkan pingsan,” ujar petugas PMI Kota Sukabumi, Dinar Muhammad.
Tim PMI segera memberikan pertolongan pertama dengan terapi oksigen dan perawatan medis. Setelah kondisinya membaik, Mintarsih langsung diantar pulang ke rumahnya.
“Kami memastikan pasien mendapatkan perawatan dan rasa nyaman. Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi penyelenggara agar kelompok rentan, seperti lansia dan ibu hamil, mendapat prioritas dalam antrean,” tambah Dinar.
Menanggapi insiden tersebut, Satgas Opadi Alita Dila mengakui kurangnya koordinasi dengan pihak keamanan, yang menyebabkan antrean membludak dan rawan kejadian serupa.
“Kami kurang koordinasi dengan pihak keamanan, jadi antrean menjadi tidak terkendali. Besok kami harus lebih intens dalam pengaturan agar tidak terjadi lagi hal seperti ini,” ujarnya.
Alita juga menyarankan agar mekanisme distribusi sembako dikolektifkan oleh pihak kelurahan atau RW, sehingga warga tidak perlu mengantre langsung di lokasi.
“Padahal sebenarnya bisa diwakilkan, misalnya dikolektifkan oleh RT atau lurah, sehingga pembagiannya dilakukan di luar dan antrean tidak sebanyak ini. Dari Bulog sendiri tahun-tahun sebelumnya juga sudah menyarankan sistem kolektif, tetapi mungkin tidak tersampaikan dengan baik,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya akan memprioritaskan antrean bagi lansia dan ibu hamil guna mencegah kejadian serupa. “Harusnya antrean lansia dan ibu hamil diutamakan. Tadi sebenarnya sudah ada jalur khusus, tetapi masih banyak masyarakat yang protes,” tambahnya.
Operasi Pasar Bersubsidi di Kota Sukabumi berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Maret 2025. Sebanyak 3.000 paket sembako disediakan, masing-masing berisi beras 5 kg, gula pasir 1 kg, tepung terigu 1 kg, dan minyak goreng 2 liter, dengan harga Rp72 ribu per paket.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
