26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Penyesuaian Kuota Haji 2026, Pemerintah Tekankan Transparansi untuk Redam Kekecewaan Jemaah Kota Sukabumi

Wartain.com || Kota Sukabumi menghadapi dampak cukup besar dari kebijakan baru pemerintah pusat terkait penentuan kuota haji. Tahun 2026, jumlah jemaah yang bisa berangkat menurun drastis menjadi 35 orang, termasuk slot prioritas untuk lanjut usia. Penurunan ini membuat sebagian calon jemaah harus menunda keberangkatan hingga tiga tahun ke depan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sukabumi, Apipudin, menjelaskan bahwa perubahan kuota terjadi karena adanya sistem perhitungan baru. Jika sebelumnya kuota dibagi berdasarkan jumlah penduduk muslim, kini pemerintah menetapkan kuota berdasarkan jumlah pendaftar haji aktif.

“Untuk Kota Sukabumi, dari yang awalnya 243 jemaah kini hanya 28 untuk reguler. Jika ditambah dengan porsi lansia, totalnya menjadi 35 jemaah,” jelasnya, Senin (8/12/2025).

Menurut Apipudin, perubahan sistem ini membuat nama-nama yang berada di urutan teratas pendaftar provinsi lebih dulu diberangkatkan, sehingga banyak jemaah asal Sukabumi yang harus menunggu lebih lama. Meski begitu, ia menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat tetap tinggi.

“Keluhan pasti ada, karena mereka sudah memperkirakan berangkat tahun ini. Namun kondisi di Sukabumi masih kondusif. Tidak ada penolakan terbuka—jemaah bisa memahami penjelasan setelah kami intens melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Kemenag Kota Sukabumi menegaskan bahwa kuota haji bersifat dinamis, mengikuti jumlah pendaftar di daerah. Bila jumlah pendaftar meningkat pada tahun-tahun mendatang, peluang bertambahnya kuota pun terbuka lebar.

Selain kuota, masa tunggu haji kini juga diseragamkan secara nasional menjadi 26 tahun. Kota Sukabumi yang sebelumnya hanya memiliki masa tunggu 20 tahun, otomatis mengikuti ketentuan baru tersebut.

“Untuk pendaftar tahun ini, masa tunggu sudah 26 tahun. Ini penetapan nasional, supaya seluruh daerah memiliki waiting list yang sama,” jelas Apipudin.

Dengan perubahan-perubahan ini, pemerintah daerah kini fokus meredam keresahan jemaah melalui pendampingan dan informasi yang lebih terbuka. Harapannya, calon jemaah bisa tetap tenang sambil menyiapkan keberangkatan di tahun-tahun mendatang.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.