26.7 C
Jakarta
Kamis, Februari 12, 2026

Latest Posts

Program CSR Gesari Dorong Petani Muda Sukabumi Sukses Kembangkan Agrowisata Stroberi

Wartain.com || Program Corporate Social Responsibility (CSR) Gerakan Desa Berdikari (Gesari) yang digulirkan PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi (Semen SCG) terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha lokal di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Salah satu kisah sukses datang dari pengusaha UMKM yang bernama Muhamad Dikri (33), petani muda asal Kampung Panggeleseran, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Berawal dari hobi menanam sejak duduk di bangku sekolah dasar, Dikri kini mengelola MD Farm, sebuah kebun stroberi yang berhasil tumbuh di lahan dataran rendah, tepatnya di ketinggian sekitar 410 meter di atas permukaan laut. Keberhasilannya ini menjadi bukti bahwa dengan inovasi, kerja keras, dan dukungan yang tepat, potensi pertanian lokal bisa berkembang di luar batas konvensional.

Program CSR Gesari mulai membantu Dikri sejak tahun 2022, dan hingga 2025, ia telah menerima bantuan tiga kali. Bantuan tersebut bukan hanya berupa dana, tetapi juga pendampingan manajemen usaha dan pelatihan pengelolaan keuangan.

“Alhamdulillah saya sudah tiga kali mendapat dukungan dari Gesari. Tahun 2022 dapat Rp15 juta, tahun 2024 Rp21 juta, dan tahun ini Rp10 juta. Sangat membantu untuk pengembangan usaha, terutama perbaikan infrastruktur dan penyediaan air,” kata Dikri.

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi MD Farm adalah ketersediaan air bersih untuk irigasi. Berkat bantuan dana CSR, Dikri berhasil membangun sumur bor untuk menjamin ketersediaan air, khususnya di musim kemarau.

“Pompa air pernah rusak dan nyaris lumpuhkan operasional kebun. Tapi bantuan dari Gesari saya alokasikan untuk bikin sumur bor, jadi sekarang air aman dan kegiatan pertanian tetap jalan,” lanjutnya.

MD Farm kini tidak hanya menjadi lahan produksi stroberi, tetapi juga berkembang menjadi destinasi agrowisata lokal yang banyak dikunjungi warga dari Sukabumi hingga Jabodetabek. Pengunjung bisa menikmati sensasi memetik buah langsung dari pohonnya, sekaligus mendapatkan edukasi pertanian secara langsung.

Dalam kondisi normal, kebun ini mampu menghasilkan sekitar 50 kilogram stroberi per bulan dengan harga jual Rp80.000 per kilogram untuk sistem petik langsung. Omzet per bulan pun bisa mencapai Rp6 juta, bahkan sempat menembus Rp10 juta pada puncak panen September 2024 lalu.

Tak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pribadi, usaha Dikri juga membuka lapangan pekerjaan baru. Saat ini ia mempekerjakan tiga orang di kebunnya, dan ke depan berharap bisa membangun rumah kaca agar produktivitas tetap stabil saat musim hujan.

“Program Gesari sangat membantu kami, pelaku usaha kecil, untuk berkembang. Bukan cuma dana, tapi juga pendampingan usaha. Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi untuk kemandirian desa,” ungkapnya.

Kini MD Farm memiliki delapan varietas stroberi unggulan seperti California, Saga Honoka, dan Jumbo Bali. Keberagaman varietas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan menunjukkan keseriusan Dikri dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis inovasi.

Kisah Dikri menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program CSR yang terencana dan berkelanjutan mampu mendorong perubahan positif bagi masyarakat. Program Gesari tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan lokal yang berdampak jangka panjang.

“Semoga ke depan makin banyak petani muda yang terbantu oleh program seperti ini. Yang penting semangat, terus belajar, dan tidak takut mencoba,” pungkas Dikri.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.