Wartain.com || Peran petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi kembali melampaui tugas utamanya memadamkan kebakaran. Pada Selasa (17/2/2026) pagi, Tim Rescue Posko VI Sukaraja melakukan aksi penyelamatan terhadap seorang warga yang pergelangan tangannya terjepit jam tangan rusak.
Korban diketahui bernama Siti Alma Shabika Amanda (20), warga Kampung Cidadap, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja.
Insiden bermula pada Senin malam saat ia hendak melepas jam tangan sebelum beristirahat. Namun, pengunci berbahan logam pada tali jam tersebut justru macet dan semakin mengencang di pergelangan tangannya.
Komandan Regu Posko VI Sukaraja, Ade Feri, menjelaskan bahwa kondisi semakin sulit setelah korban berupaya membuka jam itu sendiri.
“Menurut pelapor, kejadian sejak semalam. Kemungkinan karena kurang pas, pengunci jarum tengahnya malah mengunci. Ditambah lagi tali jam jadi lebih erat, terasa lebih mencekik,” ujar Ade Feri.
Upaya paksa yang dilakukan justru membuat jarum pengunci melengkung ke dalam. Akibatnya, mekanisme pengunci terkunci total dan tak dapat digerakkan sama sekali. Khawatir menimbulkan cedera serius pada pergelangan tangan, keluarga korban akhirnya meminta bantuan Damkar keesokan paginya.
Mendapat laporan tersebut, dua personel rescue, Mulyadin dan Okke, segera menuju lokasi. Proses pelepasan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan alat khusus berpresisi tinggi untuk memotong bagian jam yang menjepit.
Dengan penanganan yang hati-hati, jam tangan berhasil dilepaskan dalam waktu kurang lebih 10 menit tanpa menyebabkan luka pada korban.
Ade Feri menegaskan, kejadian ini menjadi pengingat bahwa layanan Damkar tidak terbatas pada penanganan kebakaran saja, melainkan juga berbagai aksi penyelamatan atau human rescue, seperti evakuasi cincin tersangkut, sarang tawon, hingga pelepasan benda berbahaya yang menempel di tubuh.
“Saya tekankan, kami siap melayani bantuan apa pun selama kami bisa, kapan pun dan di mana pun. Pelayanan kami gratis, sama sekali tidak dipungut biaya,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi Damkar apabila menghadapi kondisi darurat yang berpotensi membahayakan keselamatan.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
