26.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Latest Posts

Barista Sukabumi Adu Kepekaan Lidah di Ajang Cup Taster Throwdown 2025

Wartain.com || Puluhan barista atau peracik kopi di Kabupaten Sukabumi menunjukkan antusiasme tinggi dalam ajang Cup Taster Throwdown, sebuah kompetisi mencicipi kopi yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan Sukabumi Coffee Collective. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Festival Eksplorasi Pariwisata Sukabumi 2025.

Dalam lomba tersebut, para peserta ditantang mengandalkan kepekaan indera pengecap dan penciuman untuk mengidentifikasi delapan gelas kopi dengan cita rasa berbeda dari total 27 sajian kopi yang disediakan. Kompetisi ini menuntut ketelitian tinggi, karena perbedaan rasa dan aroma kopi yang disajikan tergolong tipis.

Founder Sukabumi Coffee Collective, Fahmi Yudi Pratama, menjelaskan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 48 peserta yang seluruhnya merupakan pelaku industri kopi di Sukabumi. Peserta dibagi ke dalam dua regional, yakni Palabuhanratu dan Cibadak.

“Di Palabuhanratu ada 22 peserta dan diambil 11 terbaik, sementara di Cibadak ada 26 peserta yang juga diambil 11 terbaik. Hari ini merupakan babak final yang mempertemukan 22 peserta, lalu akan disaring enam orang untuk melaju ke grand final,” ujar Fahmi, Selasa (16/12/2025).

Keunikan kompetisi ini terletak pada penggunaan kopi lokal Sukabumi. Delapan kopi yang digunakan berasal dari berbagai wilayah penghasil kopi di Kabupaten Sukabumi, mulai dari wilayah utara, selatan, hingga barat.

“Sebagian besar kopi berasal dari Kecamatan Nyalindung dan Gegerbitung, kemudian ada juga dari Parungkuda serta wilayah Sukabumi bagian atas seperti Pondok Halimun,” jelasnya.

Fahmi menambahkan, selain menjadi ajang adu kemampuan, Cup Taster Throwdown diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru dari Sukabumi yang dapat bersaing di tingkat nasional.

“Harapannya ada peserta dari Sukabumi yang bisa tembus ke kompetisi nasional, seperti Indonesia Cup Taster Championship. Ini juga sebagai wadah pembinaan bagi pelaku industri kopi di daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memeriahkan festival pariwisata, tetapi juga menjadi upaya strategis untuk mendorong pengembangan industri kopi lokal.

“Kita baru menyadari bahwa wilayah seperti Cireunghas, Gegerbitung, dan Nyalindung merupakan penghasil kopi yang luar biasa. Dengan ketinggian dan karakter tanah tertentu, kawasan ini sangat potensial untuk pengembangan kopi yang bisa diproduksi dan dipasarkan secara lokal,” ungkap Ali.

Menurutnya, pertumbuhan industri kopi berpotensi besar mendukung sektor pariwisata. Keberadaan kedai kopi dan aktivitas berbasis kopi dinilai mampu meningkatkan jumlah kunjungan serta lama tinggal wisatawan di Sukabumi.

“Coffeeshop yang tumbuh itu bisa menjadi bagian dari destinasi wisata. Kegiatan lomba seperti ini juga mendorong ekosistem kopi agar berkembang lebih luas,” tambahnya.

Ali optimistis, jika pengembangan kebun kopi dan produksi terus ditingkatkan, Sukabumi berpeluang memiliki destinasi wisata baru berupa agrowisata kopi. Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dan pelaku industri dalam mewujudkan hal tersebut.

“Kita dorong pelaku usaha untuk mengembangkan kebun kopi sekaligus menjadi lokasi wisata. Jadi pengunjung tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga bisa melihat langsung proses budidayanya,” pungkas Ali.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Latest Posts

spot_imgspot_img

Don't Miss

Stay in touch

To be updated with all the latest news, offers and special announcements.