26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 160

Wabup Terima Forum Kader Pembangunan Manusia, Bahas Konvergensi Stunting Ditingkat Desa

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menerima Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu, 14 April 2026. Pertemuan tersebut membahas terkait konvergensi stunting di tingkat desa. Hal itu termasuk dengan berbagai program kerja forum tersebut.

Ketua Forum Kader Pembangunan Manusia Kabupaten Sukabumi Timan Sutiman mengatakan, kehadirannya ini untuk menyampaikan berbagai hal terkait konvergensi stunting di desa. Hal itu berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan KPM.

“Konvergensi stunting menjadi salah satu fokus kami di desa. Apalagi kader ini menyebar di seluruh desa yang ada di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Maka dari itu, data yang dimiliki forum tersebut dapat menjadi bahan untuk kebijakan pemerintah ke depannya.

“Semoga hadirnya kami di sini, bisa membantu pemerintah dalam mengintervensi pemerintah rewat rekomendasi hasil pendataan kami,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyambut baik pertemuan tersebut. Apalagi berkaitan penanganan stunting yang perlu melibatkan berbagai pihak..

“Penangan stunting perlu kolaborasi Pentahelix. Bersyukur ada KPM yang turut serta membantu kami,” ungkapnya

Tak hanya itu saja, hasil rekomendasi Forum KPM ini pun menjadi refensi dsn bahan pertimbangan itu sebuah arah kebijakan pemerintah ke depannya.

“Ini sesuatu yang bagus, terutama menjadi bahan dalam membuka suatu arah kebijakan,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Kadis Pendidikan, Pemkab Sukabumi Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Sukabumi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang beredar melalui pesan singkat, telepon, maupun aplikasi percakapan.

Dalam imbauan resminya, disebutkan bahwa telah beredar pesan mencurigakan dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena. Pelaku menggunakan foto profil dan nama pejabat tersebut untuk meyakinkan korban, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian.

Modus yang digunakan biasanya berupa pengiriman pesan yang mengaku berasal dari pihak dinas, disertai permintaan komunikasi lebih lanjut terkait berbagai urusan, seperti program pendidikan atau bantuan tertentu.

Pesan tersebut kerap disertai alasan mendesak agar korban segera merespons. Pemerintah Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks dan bagian dari upaya penipuan.

Masyarakat diimbau untuk tidak langsung percaya terhadap pesan yang mengatasnamakan pejabat, terutama jika berasal dari nomor pribadi yang tidak resmi.

Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu melakukan konfirmasi melalui kanal resmi pemerintah atau instansi terkait apabila menerima informasi yang meragukan. Jika menemukan indikasi penipuan, warga juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang.

Melalui imbauan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih cerdas dan bijak dalam menyaring informasi, serta tidak mudah terjebak dalam praktik penipuan digital yang semakin beragam.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Polemik Gedung MUI Sukabumi: Disorot Isu Mangkrak, Proyek Diklaim Tetap Berjalan dan Anggaran Aman

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pembangunan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi di kawasan Pusbang Dai Cikembang, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, belakangan menjadi perbincangan publik.

Proyek senilai Rp3 miliar yang bersumber dari dana hibah pemerintah daerah itu sempat disorot akibat isu mangkrak serta aksi penyegelan oleh pihak subkontraktor.

Meski demikian, panitia pelaksana dan tim pengawas memastikan bahwa proyek tersebut masih dalam proses dan belum dapat dikategorikan terbengkalai.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK), Muh. Afrizal Adhi Permana, menegaskan bahwa kondisi keuangan proyek tetap aman dan isu anggaran habis tidak benar.

“Prosesnya masih berjalan sesuai mekanisme. Secara aturan, ini belum bisa disebut mangkrak karena masih dalam tahap evaluasi. Anggaran juga masih aman,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Afrizal menyebutkan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 89 persen. Ia mengingatkan agar dinamika di lapangan tidak disalahartikan hingga memunculkan informasi yang menyesatkan.

Penjelasan serupa disampaikan Konsultan Pengawas, Endang Mulyana. Ia mengungkapkan bahwa hambatan utama berasal dari kontraktor pelaksana, PT Sayaka, yang belum mampu menuntaskan pekerjaan sesuai target waktu. Kondisi ini membuka peluang bagi pihak pemberi kerja untuk melakukan pemutusan kontrak.

“Progres awal tercatat 75,95 persen. Karena tidak selesai tepat waktu, maka pemilik pekerjaan berhak melakukan pemutusan kontrak. Saat ini masih dalam tahap evaluasi ke arah itu,” jelasnya.

Endang juga menekankan bahwa istilah mangkrak kurang tepat digunakan dalam kondisi saat ini. Menurutnya, proyek baru dapat disebut mangkrak apabila anggaran telah terserap habis namun pekerjaan tidak selesai, atau terdapat temuan kerugian negara.

“Sistemnya kerja dulu baru dibayar. Saat ini masih ada sekitar 13 persen pekerjaan yang belum dibayarkan karena memang belum rampung,” tambahnya.

Adapun pekerjaan yang masih tersisa meliputi pengecatan, pembangunan kantin, pemasangan plafon, kusen bagian dalam, serta penataan area luar (landscape).

Sementara itu, terkait penyegelan gedung yang sempat ramai di media sosial, Humas MUI Kabupaten Sukabumi, Asep Budi Kurniawan, menegaskan bahwa hal tersebut merupakan persoalan internal antara kontraktor utama dengan subkontraktor.

“Kami mengetahui penyegelan justru dari media sosial. MUI tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan subkontraktor. Ini murni persoalan internal mereka,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dana pembangunan merupakan hibah pemerintah daerah yang proses pengadaannya dilakukan melalui mekanisme lelang, sehingga tidak dikelola langsung oleh pihak MUI.

Di sisi lain, Direktur CV Ellegar Pratama Mandiri, Agus Pratama Ibrahim, menyebut bahwa persoalan yang terjadi berkaitan dengan sisa pembayaran pekerjaan paving block oleh kontraktor utama.

“Saya bekerja berdasarkan SPK dari PT Sayaka. Alhamdulillah sudah ada kesepakatan, dan pembayaran akan diselesaikan pada 16 April 2026,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen, pihaknya akan membuka kembali segel gedung. Namun, ia menegaskan akan mengambil langkah tegas jika kesepakatan tersebut tidak ditepati.

“Kalau sampai tidak dipenuhi, kami akan segel kembali dan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Meski pihak kontraktor utama tidak hadir dalam pertemuan, PPK memastikan bahwa kewajiban pembayaran kepada subkontraktor akan diselesaikan sesuai jadwal. Diharapkan, penyelesaian persoalan ini dapat mempercepat penyempurnaan pembangunan, sehingga gedung tersebut segera dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan keumatan di Kabupaten Sukabumi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Petenis Putri Aldila Sutjiadi Bangga Bawa Negara Kita Lolos Playoff Billie Jean King Cup 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi, mengaku bangga membawa Tim Merah Putih lolos ke babak playoff grup dunia Billie Jean King Cup 2026.
Indonesia lolos ke babak playoff dunia Billie Jean King Cup 2026 usai jadi runner up pada Grup I zona Asia/Oseania.

Indonesia yang diisi Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, Priska Nugroho, Anjali Kirana, dan Meydina Laviola jadi runner up usai pada laga terakhir kalah 1-2 dari Thailand.

Dalam pertandingan dengan format round robin, sebelum kalah dari Thailand, Indonesia mengalahkan Selandia Baru, Mongolia, Korea Selatan, dan India.

Capaian tersebut membuat Aldila Sutjiadi bangga. Dalam unggahan terbaru di Instagram, menurut Aldila, tim Indonesia memutus rekor buruk setelah 20 tahun tidak lolos ke babak playoff dunia di ajang yang sebelumnya bernama Fed Cup.

“Kata-kata tak mampu sepenuhnya menggambarkan betapa bangganya saya terhadap tim ini. Setelah 20 tahun, akhirnya kami berhasil meraih tempat di Babak Play-Off Grup Dunia,” tulis Aldila.

Peraih medali emas SEA Games 2025 itu juga berterima kasih kepada rekan setim, staf, termasuk kapten tim, Christopher Rungkat.

“Terima kasih telah memberikan segalanya dan selalu mendukung tim hingga akhir. Melalui semua tantangan, drama, dan malam-malam tanpa tidur, kami tetap bersatu dan tidak pernah kehilangan fokus pada tujuan kami,” ucap Aldila.

Tidak lupa Aldila memberikan apresiasi kepada KBRI di India yang memberikan dukungan kepada tim Indonesia selama Billie Jean King Cup 2026.

“Kami berjuang untuk tim kami, untuk teman-teman kami, dan untuk negara kami-tetapi yang terpenting, kami melakukan ini untuk diri kami sendiri.”

“Ini lebih dari sekadar hasil. Ini adalah sebuah perjalanan, pengorbanan, dan momen yang tak akan pernah kami lupakan,” kata Aldila.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

SPPG Cibeureum-Limusnunggal Kota Sukabumi Sukabumi Andalkan Pasokan Fleksibel untuk Penuhi Kebutuhan Bahan Baku

0

Wartain.com || Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Limusnunggal, Kota Sukabumi, menerapkan strategi fleksibel dalam pengadaan bahan baku guna memastikan kebutuhan operasional tetap terpenuhi secara optimal.

Kepala SPPG Limusnunggal, Adri Hafiz Yusuf, menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan berbagai sumber pasokan, baik dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdekat maupun dari pemasok lain di luar wilayah.

“Untuk pengambilan bahan baku, kami mengambil dari UMKM terdekat dan juga dari suplai lain. Namun, lebih sering dari suplai lain karena ketersediaan dari petani sekitar belum selalu sesuai kebutuhan,” ujarnya, Selasa (14/04/2026).

Ia mencontohkan, kebutuhan bahan tertentu seperti timun tidak selalu tersedia dari petani lokal karena pola tanam yang berbeda.

“Biasanya dari UMKM itu Timun, Pakcoy atau lainnya, namun nisalnya kita butuh timun, tapi petani di sekitar sedang menanam tomat. Jadi menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menyerap hasil pertanian lokal ketika komoditas yang dibutuhkan tersedia. Adri menyebut, pihaknya pernah beberapa kali mengambil bahan baku timun dari petani setempat saat sedang masa panen.

Terkait harga, SPPG Limusnunggal mengikuti mekanisme harga pasar yang berlaku. “Untuk harga kita mengikuti harga pasar,” tambahnya.

Secara keseluruhan, Adri memastikan bahwa pasokan dan harga bahan baku hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali. Hal ini menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan layanan serta kualitas pemenuhan gizi yang diberikan kepada masyarakat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Perbaikan Jalan Gudang Sukabumi Dimulai, Target Rampung Dua Bulan

0

Wartain.com || Ayep Zaki meninjau langsung dimulainya proyek perbaikan Jalan Gudang, Kecamatan Cikole, pada Selasa (14/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari prioritas pemerintah daerah dalam pembenahan infrastruktur, khususnya ruas jalan yang dinilai rawan kecelakaan.

Menurutnya, perbaikan Jalan Gudang merupakan tindak lanjut atas keluhan masyarakat yang disampaikan, terutama melalui media sosial. Kondisi jalan yang bergelombang sebelumnya dinilai membahayakan pengguna, khususnya pengendara sepeda motor.

“Perbaikan ini sebagai respons atas laporan masyarakat. Kondisi jalan yang tidak rata memang sering memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua,” ujarnya di sela peninjauan.

Dalam pengerjaannya, jalan tersebut akan menggunakan material beton berkualitas tinggi K350 dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter. Proyek ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi yang bersumber dari pendapatan asli daerah.

Pemerintah menargetkan pengerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 60 hingga 70 hari. Namun demikian, percepatan akan diupayakan mengingat jalur tersebut merupakan salah satu akses padat lalu lintas.

“Ini jalur sibuk, jadi kita upayakan percepatan. Kami juga mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama proses pengecoran berlangsung,” tambahnya.

Selain Jalan Gudang, Pemkot Sukabumi juga berencana mengalokasikan anggaran untuk perbaikan sejumlah fasilitas lainnya. Di antaranya trotoar di Jalan Bhayangkara, Kantor Kecamatan Gunung Puyuh, beberapa ruas jalan, serta Gedung Aher.

Ayep juga mengungkapkan, pada perubahan anggaran mendatang, pemerintah berencana mengalihkan sebagian anggaran pembangunan jembatan di wilayah Cibeureum untuk mendukung peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik.*** (RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Hujan Deras Picu Banjir di Jalan Provinsi Sukabumi–Sagaranten, Material Bebatuan Terbawa Arus

0

Wartain.com || Intensitas hujan yang tinggi di wilayah Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, memicu banjir yang menggenangi ruas jalan provinsi Sukabumi–Sagaranten. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Legok Areuy pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Air meluap dari area perkebunan warga dan mengalir deras ke badan jalan. Selain menggenangi permukaan aspal, arus air juga menyeret material berupa batu hingga menumpuk di tengah jalan, sehingga sempat menghambat arus kendaraan yang melintas.

Warga setempat, Asep, menjelaskan bahwa kejadian ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang membuat saluran drainase tidak mampu menampung debit air. Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan disebabkan oleh longsor, melainkan limpasan air dari lahan di atas jalan.

“Air berasal dari kebun warga yang berada di atas. Karena hujan deras, drainase tidak sanggup menampung, akhirnya meluap ke jalan dan membawa material batu,” ujarnya.

Asep juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya di lokasi yang sama, tepatnya pada tahun 2025. Hal ini menunjukkan kawasan tersebut memang rawan terdampak limpasan air saat hujan dengan intensitas tinggi.

Meski sempat mengganggu akses, kondisi lalu lintas berangsur pulih setelah dilakukan penanganan. Sekitar pukul 17.20 WIB, jalan sudah kembali bisa dilintasi kendaraan usai material yang menutup badan jalan dibersihkan oleh petugas dari Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Diterjang Banjir, Jembatan Darurat di Nyalindung Sukabumi Putus Total

0

Wartain.com || Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana. Kali ini, jembatan darurat di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, dilaporkan ambruk setelah tak mampu menahan derasnya arus sungai yang meluap pada Selasa (14/4/2026).

Jembatan berbahan bambu tersebut sebelumnya menjadi penghubung utama antara Kampung Tanggeng dan Kampung Cipiit. Ironisnya, fasilitas vital itu baru saja rampung dibangun sekitar tiga bulan lalu, tepatnya pada awal Januari 2026.

Pembangunan jembatan ini merupakan hasil gotong royong antara Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Palang Merah Indonesia (PMI), serta partisipasi warga setempat.
Keberadaannya selama ini sangat membantu aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, sosial, hingga akses anak-anak menuju sekolah.

Founder Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Andri Kurniawan, mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia menyebut cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi menjadi faktor utama yang menyebabkan jembatan tidak mampu bertahan.

“Hujan deras yang terjadi hari ini dan beberapa hari sebelumnya membuat debit air meningkat drastis, sehingga jembatan darurat yang kami bangun akhirnya kembali hanyut terbawa arus,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian ini menjadi bukti bahwa jembatan darurat tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang bagi kebutuhan akses warga. Diperlukan pembangunan infrastruktur yang lebih kuat dan permanen agar tidak terus berulang setiap musim hujan.

Andri pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menangani persoalan tersebut, mengingat pentingnya jalur penghubung antar kampung bagi kehidupan masyarakat.

“Kami berharap ada penanganan cepat dari pemerintah, agar akses warga bisa segera pulih dan aktivitas kembali normal,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi di lokasi pascakejadian masih memprihatinkan. Material bambu sisa jembatan tampak terseret arus dan sebagian tersangkut di tepi sungai. Warga kini terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh, bahkan harus menunggu air surut untuk bisa menyeberang secara manual.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Menkeu Purbaya Rayu Investor AS, Pastikan Strategi Fiskal Indonesia di Jalur yang Benar

0

Wartain.com || Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan safari strategis dengan menemui sejumlah investor raksasa di New York dan Washington DC, Amerika Serikat. Pertemuan ini bertujuan untuk memaparkan makroekonomi serta arah kebijakan fiskal Indonesia guna menarik minat investasi asing ke tanah air.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Peninsula Hotel, New York, Senin (13/4/2026), Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi nasional. Ia memberikan klarifikasi langsung terkait berbagai isu atau ‘noise’ yang sempat meragukan ketahanan fiskal Indonesia.

“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ujar Menkeu Purbaya.

Menurutnya, para investor pada dasarnya memiliki kepercayaan tinggi terhadap kebijakan makro Indonesia, namun memerlukan kepastian mengenai iklim investasi terkini. “Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan,” tuturnya.

Purbaya juga menepis kekhawatiran mengenai masalah fiskal yang sempat berhembus di pasar global. Ia meyakinkan para pemegang modal bahwa strategi yang diambil pemerintah telah melalui perhitungan matang yang sesuai dengan prinsip ekonomi universal.

“Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar. Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” tambah Purbaya.

Di sisi lain, para investor AS memberikan masukan agar pemerintah Indonesia terus memperkuat komunikasi publik. Mereka menilai fondasi ekonomi Indonesia sudah sangat solid, namun seringkali mendapat penilaian yang prematur dari lembaga pemeringkat internasional.

“Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Menkeu menekankan bahwa kunci utama untuk menjaga kepercayaan global adalah dengan mencapai target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan dalam APBN.

“Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia. Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” pungkas Menkeu Purbaya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)

Sindikat Siber Terbongkar, 16 WNA Ditangkap di Wilayah Cimaja Sukabumi dan Sekitarnya

0

Wartain.com || Upaya pelarian 16 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam jaringan kejahatan siber internasional di kawasan Cimaja, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, akhirnya berhasil dihentikan. Setelah sempat melarikan diri saat penggerebekan pertama, mereka berhasil diamankan oleh petugas Imigrasi di sejumlah lokasi persembunyian pada Selasa (14/4/2026).

Operasi penyisiran berskala besar ini menargetkan tiga lokasi berbeda. Pertama, petugas mengamankan WNA di sebuah minimarket di Kecamatan Cisolok. Pencarian kemudian dilanjutkan ke sebuah vila di kawasan Cimaja, Kecamatan Cikakak, di mana ditemukan 11 orang lainnya.

Satu orang tambahan diamankan di sebuah penginapan yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
Secara keseluruhan, jumlah yang diamankan mencapai 16 orang, terdiri dari 15 laki-laki dan satu perempuan.

“Kami langsung melakukan penyisiran begitu mengetahui para WNA tersebut melarikan diri. Hasilnya, 16 orang berhasil kami amankan di beberapa titik berbeda,” kata Kasubsi Intelijen Imigrasi, Daniel Putra.

Kasubsi Intelijen Imigrasi, Daniel Putra, menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan penyisiran setelah mengetahui para WNA tersebut melarikan diri. Dari hasil operasi tersebut, sebanyak 16 orang berhasil diamankan di sejumlah lokasi berbeda.

Petugas empat mendatangi sebuah penginapan yang diduga menjadi markas utama mereka. Meski kosong, petugas menemukan petunjuk kuat berupa dokumen bertuliskan “FengDa Wealth Management” serta sejumlah unit central processing unit (CPU) yang sudah dikemas rapi di dalam mobil, siap untuk dipindahkan.

Saat ini, pihak Imigrasi masih melakukan pendalaman terhadap keterlibatan para WNA tersebut guna mengungkap jaringan sindikat di balik aktivitas ilegal ini. Selain itu, Imigrasi juga bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)