26.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 7, 2026
Beranda blog Halaman 175

Ditengah Berjuang Menerjang Ombak Krisis Ekonomi Global: Elit Sakit Hati dan Agen Asing berupaya jatuhkan Presiden Prabowo ..!!!

0

Oleh : Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98) dan Abdul Salam Nur Ahmad (Sekjen PPJNA 98)

Wartain.com || Di panggung geopolitik yang sedang membara, Indonesia berada pada titik nadir sejarah yang menentukan. Konflik AS-Israel vs Iran bukan sekadar drama berita di layar kaca; ia adalah alarm eksistensial bagi ketahanan nasional. Di tengah guncangan ini, langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi ketahanan pangan dan kemandirian energi bukanlah sekadar kebijakan teknokratis, melainkan sebuah manifestasi dari filsafat pertahanan yang mendalam.

Perspektif Filsafat dan Pertahanan: Kedaulatan adalah Harga Mati

Secara filosofis, sebuah bangsa hanya benar-benar “ada” jika ia mampu memberi makan rakyatnya dan menyalakan lampunya sendiri tanpa mendiktekan telapak tangan kepada bangsa lain. Dalam doktrin Sishankamrata (Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta), pangan dan energi adalah alutsista non-fisik yang paling vital.

Langkah tegas Presiden memberantas korupsi di sektor migas adalah upaya “pembersihan rumah” agar energi nasional tidak dikuras oleh parasit domestik yang bekerja demi rente pribadi. Tanpa kedaulatan energi, Indonesia akan rapuh menghadapi fluktuasi harga global akibat perang di Timur Tengah.

Dimensi Spiritual: Kepemimpinan sebagai Amanah Langit

Secara spiritual, kepemimpinan adalah pengabdian kepada Tuhan melalui pelayanan kepada rakyat. Kerja keras Presiden dalam mengamankan logistik bangsa adalah bentuk implementasi nilai religius: menjaga kehidupan (hifdzun nafs). Ketahanan pangan bukan hanya soal perut, tapi soal martabat manusia agar tidak terhina oleh kemiskinan dan ketergantungan.

Ironi di Balik Tuntutan Mundur: Kepentingan Siapa?

Sangat memprihatinkan ketika di saat nakhoda sedang berjuang menerjang ombak krisis pangan dan ekonomi global, muncul suara-suara sumbang yang menuntut pengunduran diri. _Dalam kacamata pertahanan, gerakan yang mencoba mendelegitimasi kepemimpinan sah di tengah ancaman luar seringkali terindikasi sebagai proxy interest atau kepentingan asing yang tidak ingin Indonesia menjadi mandiri._

Mereka yang berpesta di atas narasi perpecahan—kelompok elit yang kehilangan akses kekuasaan—tampak lebih mementingkan “sakit hati” politik daripada nasib jutaan rakyat yang terancam krisis. Ini adalah pengkhianatan terhadap semangat persatuan nasional.

Penutup

Indonesia tidak butuh kegaduhan sirkus politik yang destruktif. Saat ini adalah momentum untuk manunggal—menyatu antara pemimpin dan rakyat. Menghadapi ancaman perang global, energi kita harus habis untuk memperkuat benteng domestik, bukan untuk saling menjatuhkan demi agenda sempit. Presiden Prabowo sedang membangun fondasi agar Indonesia tidak karam; tugas kita adalah memastikan setiap warga negara memegang dayung yang sama perkuat Persatuan Nasional menghadapi badai global krisis pangan, krisis energi dan krisis ekonomi dunia.***

*) Penulis Ketum dan Sekjen Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 – PPJNA 98

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

TOK!!! Resmi, H. Muchtarul Wildan Resmi Pimpin DPD PAN Kabupaten Garut

0
Oplus_131072

Wartain.com ||  Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) secara resmi menetapkan H. Muchtarul Wildan sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Garut. Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN) Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/127/II/2026, yang telah diterbitkan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan organisasi partai.

Keputusan ini menandai babak baru bagi kepemimpinan PAN di Kabupaten Garut. H. Muchtarul Wildan dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, serta komitmen kuat dalam membesarkan partai dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dalam keterangannya, H. Muchtarul Wildan menyampaikan rasa syukur serta komitmennya untuk membawa PAN Kabupaten Garut menjadi lebih solid, progresif, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Ia juga menegaskan pentingnya konsolidasi internal serta penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput.

“Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh kader PAN di Kabupaten Garut untuk bersama-sama memperkuat barisan dan bekerja nyata demi kepentingan masyarakat,” ujarnya, Senin 06/04/2026.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Kabupaten Garut, Moh. Reza Ansori, menyampaikan bahwa penetapan ini merupakan bentuk legitimasi organisasi yang kuat dan sah.

“Penetapan H. Muchtarul Wildan sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Garut telah dituangkan secara resmi dalam Surat Keputusan DPP PAN Nomor: PAN/A/Kpts/KU-SJ/127/II/2026. Ini menunjukkan bahwa proses yang dilalui memiliki dasar hukum organisasi yang jelas dan mengikat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh jajaran pengurus siap mendukung penuh kepemimpinan baru demi memperkuat peran PAN di Kabupaten Garut.

Penetapan ini diharapkan mampu memberikan energi baru bagi PAN Kabupaten Garut dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan, sekaligus meningkatkan peran partai dalam pembangunan daerah.

Dengan kepemimpinan baru ini, PAN Kabupaten Garut optimistis dapat semakin dekat dengan masyarakat serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi daerah.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sal/Biro Garut)

Bhabinkamtibmas Desa Sayati Lakukan Monitoring Dapur SPPG Muhammadiyah 

0

Wartain.com || Dalam rangka memastikan kegiatan pelayanan masyarakat berjalan dengan baik, Bhabinkamtibmas Desa Sayati, jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dari Polsek Margahayu, melaksanakan monitoring ke dapur SPPG Muhammadiyah yang berlokasi di Gedung Serbaguna Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Senin (6/4/26).

Kegiatan monitoring ini dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sayati, Bripka Budi Hartanto, sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap aktivitas sosial kemasyarakatan, khususnya dalam memastikan proses pengolahan makanan di dapur SPPG Muhammadiyah berjalan dengan baik, higienis, dan sesuai standar.

Dalam pelaksanaannya, dilakukan pengecekan terhadap kondisi dapur, kebersihan lingkungan, serta proses pengolahan makanan yang akan didistribusikan kepada masyarakat. Selain itu, juga dilakukan dialog dengan para pengelola dapur guna memberikan imbauan terkait pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan.

Kapolsek Margahayu, Hasbi Ask Sidiqie, melalui Bhabinkamtibmas Desa Sayati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi warga.

“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan bahwa kegiatan di dapur SPPG Muhammadiyah berjalan dengan baik dan aman, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Kami juga mengimbau agar seluruh pihak selalu menjaga kebersihan dan kualitas makanan,” ujar Kapolsek melalui Bripka Budi Hartanto.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan masyarakat semakin terjalin dengan baik, serta mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif di wilayah Desa Sayati.***

Editor : Aab Abdul Malik

(M. Nabil/Biro Bandung)

Seleksi Paskibraka 2026 Jadi Ajang Pembentukan Karakter Generasi Muda Kota Sukabumi

0

Wartain.com || Pembukaan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Sukabumi tahun 2026 tak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum penting dalam membentuk karakter generasi muda. Kegiatan tersebut resmi digelar pada Senin (6/4/2026) di GOR Lapang Merdeka.

Ratusan pelajar terbaik yang telah lolos tahap administrasi tampak antusias mengikuti tahapan awal seleksi. Mereka akan bersaing untuk menjadi bagian dari tim Paskibraka yang bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 mendatang.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam sambutannya menyoroti bahwa proses seleksi ini bukan hanya soal kemampuan fisik atau baris-berbaris, melainkan juga pembentukan mental dan karakter.

“Paskibraka adalah wadah untuk menempa disiplin, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi proses pembentukan generasi masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan daerah. Oleh karena itu, pembinaan generasi muda perlu dilakukan sejak dini melalui berbagai kegiatan positif, termasuk seleksi Paskibraka.

Ayep juga mengingatkan para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ia mendorong seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik serta menjaga sportivitas selama mengikuti tahapan seleksi.

“Kesempatan ini patut disyukuri. Tunjukkan dedikasi dan semangat nasionalisme dalam setiap proses yang dijalani,” tambahnya.

Melalui seleksi ini, diharapkan akan lahir putra-putri terbaik Kota Sukabumi yang tidak hanya siap mengibarkan bendera pusaka, tetapi juga menjadi generasi unggul yang berkontribusi bagi masa depan daerah.

Tahapan seleksi Paskibraka 2026 pun menjadi langkah awal dalam mempersiapkan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia agar berlangsung khidmat dengan dukungan generasi muda yang berkarakter dan berintegritas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Sidak Gabungan di Lapas Sukabumi, Ratusan Warga Binaan Jalani Tes Urine

0

Wartain.com || Aparat gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Polri, serta Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sukabumi.

Petugas dari Koramil 0607-07 Warudoyong, Polsek Warudoyong, dan BNNK Sukabumi melakukan pemeriksaan menyeluruh di blok hunian warga binaan. Razia difokuskan pada upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, menjelaskan bahwa pelaksanaan sidak dilakukan dengan pendekatan humanis namun tetap tegas sesuai prosedur.

“Seluruh blok hunian kami periksa secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan profesionalitas dan standar operasional yang berlaku,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam lapas. Di antaranya perangkat elektronik, benda berbahan logam, serta barang lain yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan. Semua barang tersebut telah diamankan untuk proses pendataan dan penindakan lebih lanjut.

Selain razia, kegiatan juga diisi dengan tes urine yang dilakukan oleh BNNK Sukabumi. Sebanyak 105 warga binaan dan 35 pegawai lapas menjalani pemeriksaan tersebut.

“Hasilnya, seluruh yang diperiksa dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika,” kata Budi.

Ia menegaskan, barang-barang hasil temuan akan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga kondisi lapas tetap aman dan kondusif.

“Ini adalah upaya deteksi dini agar potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak awal. Sekaligus bentuk komitmen kami mendukung program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tahun 2026,” jelasnya.

Budi menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah konsisten dalam mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari peredaran narkoba.

Sidak ini juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, sekaligus menjadi momentum memperkuat pengawasan dan pembinaan di dalam lapas.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Soal Ambruknya Ruang Kelas SDN Batununggal, Kadisdik: Masuk Prioritas 2026

0
Oplus_131072

Wartain.com || Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi memastikan perbaikan ruang kelas di SDN Batununggul, Desa Karangmekar, Kecamatan Cimanggu, telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan tahun 2026. Kepastian ini disampaikan menyusul insiden ambruknya salah satu ruang kelas pada Jumat (03/04) lalu.

Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menjelaskan bahwa sebenarnya terdapat tiga ruangan yang diajukan untuk perbaikan. Namun, karena keterbatasan anggaran, baru dua ruangan yang berhasil diintervensi melalui dana APBD.Kabar Daerah

“Sekolah itu sudah jadi program prioritas kita. Dari tiga ruangan yang diajukan, baru dua yang diintervensi karena ketersediaan anggaran. Kebetulan yang satu ini belum terealisasi, tapi sudah dianggarkan dan diprioritaskan tahun ini melalui program rapid (revitalisasi),” kata Deden, Senin 06/04/2026.

Ia mengakui bahwa satu ruangan yang tersisa belum sempat diperbaiki karena pembangunan dilakukan bertahap. Sayangnya, kondisi bangunan tidak bertahan lama hingga akhirnya roboh.

“Itu kan tiga ruangan berjajar, baru dua yang terintervensi, yang satu lagi keburu runtuh. Intinya tidak dibiarkan, kami ingin tuntas juga,” tambahnya.

Terkait pelaksanaan pembangunan, Disdik terus mendorong agar program revitalisasi nasional segera berjalan. Mengingat cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Sukabumi, Deden juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala satuan pendidikan.

“Cuaca sekarang cukup ekstrem, banyak titik yang harus diwaspadai. Saya imbau kepala sekolah untuk lebih jeli melihat kondisi bangunan. Sekiranya membahayakan, jangan digunakan dulu untuk kegiatan belajar mengajar demi keselamatan bersama,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jawa Barat Luncurkan Gerakan Senin Berseka, Wujudkan Lingkungan ASRI

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pemerintah Jawa Barat meluncurkan Gerakan Senin Berseka, sebuah inisiatif untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Setiap hari Senin, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satuan pendidikan di Jawa Barat bergerak bersama membersihkan, merapikan, dan merawat lingkungan sebagai langkah nyata mewujudkan Jabar ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Gerakan ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi juga tentang membangun budaya peduli dan tanggung jawab terhadap lingkungan. “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” semoga menjadi motivasi bagi masyarakat Jawa Barat untuk terus menjaga lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, Gerakan Senin Berseka melibatkan berbagai pihak, termasuk ASN, siswa, dan masyarakat sekitar. Mereka bekerja sama untuk membersihkan lingkungan, menanam pohon, dan melakukan kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, menyatakan bahwa Gerakan Senin Berseka merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. “Kami berharap gerakan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya untuk terus menjaga lingkungan,” katanya, Senin 06/04/2026.

Gerakan Senin Berseka juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan di Jawa Barat, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan nyaman. Selain itu, gerakan ini juga dapat meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan.

Dengan Gerakan Senin Berseka, Jawa Barat berharap dapat menjadi contoh bagi provinsi lainnya dalam menjaga lingkungan. “Mari kita jaga lingkungan, karena lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” ajak pemerintah Jawa Barat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Wabup Andreas Ajak TPP P3MD Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi

0

Wartain.com || Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mengajak Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP P3MD) untuk memperkuat komunikasi serta kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa kerja bersama menjadi kunci penyelesaian berbagai persoalan pembangunan, mulai dari jangka pendek hingga jangka panjang.

Ajakan itu disampaikan Wabup saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Kerja Pendampingan TPP P3MD di Aula Rumah Makan Tahu Sumedang H. Didi, Jalan Lingkar Selatan, Cisaat, Senin (6/4/2026).

Menurut Wabup, era saat ini menuntut pola kerja kolaboratif lintas unsur atau pendekatan pentahelix. Pemerintah daerah, katanya, tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan pendamping desa, pemerintah desa, kecamatan, hingga unsur masyarakat.

“Mudah-mudahan para pendamping bisa semakin kolaboratif bersama kepala desa, camat, dan pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Selain memperkuat koordinasi, H Andreas juga meminta para pendamping untuk mendorong kepala desa mengoptimalkan program strategis Presiden, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP).

Ia menilai desa memiliki aset dan potensi besar yang harus diolah untuk mendukung keberlanjutan program tersebut.

“Program ini benar-benar menghidupkan wilayah. Karena itu desa harus menyiapkan sumber penghasilan yang bisa menyuplai MBG maupun KMP,” tegasnya.

H Andreas menambahkan, Kabupaten Sukabumi memiliki wilayah luas dan lahan pertanian yang besar, sehingga peluang pengembangan ekonomi desa sangat terbuka.

“Ayo kita bersama-sama membina desa masing-masing. Harapan saya, selain meningkatkan kualitas SDM, ekonomi di setiap wilayah juga ikut tumbuh,” pungkasnya..

Ketua Tenaga Pendamping Profesional, Asep Saepul Bahri, menjelaskan bahwa TPP di Kabupaten Sukabumi berjumlah 107 orang, terdiri dari 4 tenaga kabupaten, 40 pendamping desa, dan 61 pendamping lokal desa.

Asep menyampaikan bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal akan membuka rekrutmen untuk mengisi formasi kosong, yakni sekitar 50 posisi Pendamping Lokal Desa (PLD), 30 posisi pendamping desa di tingkat kecamatan, dan 2 posisi tenaga kabupaten.

Pendamping desa ini memiliki peran penting dalam mengawasi dan memfasilitasi pembangunan desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemberdayaan masyarakat termasuk tata kelola keuangan desa dan penguatan BUM Desa.

Asep menuturkan, Rakor tersebut digelar sebagai upaya menyinergikan kerja pendamping dengan instansi terkait agar program pemerintah pusat dapat terlaksana optimal di desa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Nagrak Sukabumi, Akses Jalan Antar Desa Terputus

0

Wartain.com || Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu malam (5/4/2026) memicu serangkaian bencana di Kecamatan Nagrak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat adanya kejadian banjir hingga longsor yang berdampak pada permukiman warga dan infrastruktur.

Peristiwa pertama terjadi di Kampung Babakan RT 01/04, Desa Babakan Panjang, sekitar pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan tebing di saluran irigasi Solokan 2 longsor dan menutup aliran air. Sumbatan tersebut membuat debit air meningkat drastis hingga meluap ke area permukiman.

Akibatnya, satu rumah milik warga bernama Dede Solihin yang dihuni dua kepala keluarga atau enam jiwa terdampak genangan air setinggi kurang lebih 30 sentimeter. Sejumlah barang di dalam rumah dilaporkan mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen dan penanganan awal di lokasi terdampak.

“Longsoran tanah menutup saluran irigasi sehingga air meluap ke permukiman. Saat ini kami fokus pada penanganan darurat dan memastikan kondisi warga dalam keadaan aman,” ungkapnya, Senin (6/4/2026).

Tak hanya itu, di waktu yang hampir bersamaan, bencana tanah longsor juga terjadi di Kampung Cikolawing RT 01/01, Desa Pawenang. Material tanah dari tebing di sisi jalan desa runtuh dan menutup seluruh badan jalan yang menghubungkan Desa Pawenang dengan Desa Cihanyawar.

Akibatnya, jalur penghubung antar desa tersebut tidak bisa dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, sehingga aktivitas warga terganggu.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir. Kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan deras dikhawatirkan dapat memicu bencana susulan.

“Warga diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau kenaikan debit air yang tidak normal. Tim kami juga terus bersiaga untuk melakukan pembersihan material longsor agar akses jalan bisa kembali digunakan,” tambah Daeng.

Hingga kini, BPBD Kabupaten Sukabumi masih berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat guna mempercepat proses penanganan di lokasi terdampak.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Rayakan Prestasi Nasional, SMAN 2 Kota Sukabumi Ubah Pola MBG Jadi Prasmanan Interaktif

0

Wartain.com || Suasana berbeda terasa di SMA Negeri 2 Kota Sukabumi saat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum lama ini. Tak lagi sekadar menerima makanan dalam kemasan, para siswa kini menikmati hidangan dengan konsep prasmanan yang menghadirkan nuansa kebersamaan sekaligus perayaan.

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian prestasi akademik sekolah yang berhasil mencatatkan jumlah siswa terbanyak lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), bahkan menempati peringkat pertama di Jawa Barat.

Asisten Lapangan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Keramat Gunungpuyuh, Muhamad Maulana Azis, menjelaskan bahwa konsep prasmanan ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi siswa.

“Ini bukan sekadar makan bersama, tapi juga bentuk penghargaan atas kerja keras siswa dan sekolah. Kami ingin momen ini terasa spesial,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Menu yang disajikan pun dibuat istimewa dengan menghadirkan nasi kuning lengkap beserta lauk khas Nusantara seperti tempe orek, perkedel kentang, bihun, dan buah potong. Selain itu, inovasi juga dilakukan pada olahan sayuran agar lebih menarik bagi siswa.

Meski tampil lebih santai dan interaktif, Azis memastikan standar gizi tetap menjadi prioritas utama. Setiap hidangan yang dikonsumsi oleh 1.440 siswa dan 90 guru telah melalui pengawasan ketat dari tim ahli gizi dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Tak hanya berdampak pada variasi penyajian, konsep ini juga membawa perubahan dari sisi sosial. Pola antrean prasmanan dinilai mampu menciptakan interaksi yang lebih cair antara siswa dan guru, sekaligus menumbuhkan kebiasaan memilih makanan sesuai kebutuhan.

Dari sisi sekolah, perubahan ini disambut positif. Staf Humas SMAN 2 Kota Sukabumi, Andriyansyah, menilai sistem prasmanan mampu menghadirkan suasana baru yang lebih menyenangkan sekaligus efisien.

“Selain lebih higienis, siswa juga jadi lebih bertanggung jawab terhadap porsi makanannya sendiri. Ini berdampak pada berkurangnya sisa makanan,” jelasnya.

Ia menambahkan, fleksibilitas dalam pengambilan porsi menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan sistem sebelumnya yang menggunakan kemasan tetap. Dengan begitu, potensi pemborosan makanan dapat ditekan.

Meski demikian, konsep prasmanan ini belum diterapkan secara rutin. Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi bulanan serta momen-momen tertentu yang dinilai tepat untuk menghadirkan pengalaman berbeda bagi siswa.

Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas asupan gizi, tetapi juga memperkuat budaya positif di lingkungan sekolah melalui kebersamaan dan apresiasi terhadap prestasi.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik