26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 239

Pelaku UMKM di Sukabumi Raih Cuan Berlipat dari Bazar Culinary Ramadan 1447 H

0

Wartain.com || Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mendorong geliat ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Bazar Culinary Ramadan yang digelar di kawasan Gelanggang Cisaat selama tujuh hari.

Pada hari ketiga pelaksanaan, bazar yang diinisiasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi tersebut menghadirkan 35 pelaku UMKM binaan yang menawarkan beragam menu kuliner, mulai dari takjil hingga hidangan berbuka puasa.

Kepala DKUKM Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuti Harahap, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukanlah agenda baru.

Menurutnya, bazar Ramadan telah lama menjadi program tahunan yang bertujuan memanfaatkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan makanan selama bulan puasa.

“Program ini sebenarnya sudah diinisiasi sejak lama, bahkan sejak masa kepemimpinan Ibu Yani Marwan. Waktu itu Pak Bupati juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas KUKM. Jadi kegiatan ini memang rutin setiap Ramadan karena kita tahu masyarakat banyak mencari takjil maupun makanan untuk berbuka,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Bazar yang berlangsung mulai 2 hingga 8 Ramadan ini diisi oleh UMKM yang telah melalui proses seleksi dan kurasi oleh DKUKM. Hal tersebut dilakukan agar produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan kuliner masyarakat selama Ramadan.

“UMKM yang terlibat semuanya merupakan binaan kami. Jumlah pelaku usaha sebenarnya sangat banyak di Kabupaten Sukabumi, tetapi kami memilih yang mewakili jenis kuliner tertentu dan sudah melalui proses kurasi. Saat ini ada 35 tenant yang berpartisipasi,” jelasnya.

Beragam pilihan makanan tersedia di lokasi bazar, di antaranya mie hijau, donat, risol, berbagai jenis kudapan, hingga sate. Sejak hari pertama, kegiatan ini mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat yang datang untuk mencari menu berbuka puasa.

Terkait target penjualan, DKUKM tidak menetapkan angka khusus. Hal itu karena bazar ini terbuka bagi masyarakat umum, sehingga jumlah transaksi sulit diprediksi sejak awal.

“Kami tidak menetapkan target tertentu. Memang ada kupon yang dibagikan kepada perangkat daerah, tetapi bazar ini terbuka untuk umum sehingga jumlah pembeli dari luar tidak bisa dipastikan. Nanti di akhir kegiatan kami akan menghitung total perputaran uang berdasarkan laporan omzet harian dari seluruh tenant,” terangnya.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, promosi kegiatan dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk dukungan dari Dinas Komunikasi dan Informatika serta media sosial pemerintah daerah. Sri berharap kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat luas, bukan hanya kalangan aparatur pemerintah.

“Kami terus mempromosikan melalui media sosial dan dukungan Diskominfo. Dari dua hari pertama terlihat pengunjung dari masyarakat umum cukup banyak. Harapannya memang masyarakat luas yang datang berbelanja, sehingga produk UMKM kita semakin dikenal dan usahanya bisa terus berkembang,” katanya.

Selain aktivitas jual beli, bazar Ramadan ini juga dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan pendukung, seperti penampilan anak-anak TK, SD, dan PAUD, lomba musikalisasi islami, lomba menggambar, hingga santunan bagi anak yatim yang akan digelar pada hari penutupan.

Salah seorang pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi, Dahlia, mengaku merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Ia menyebut penjualan produknya mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan berjualan dari rumah.

“Alhamdulillah penjualannya lancar dan cukup laris,” ujarnya.

Pada hari ketiga penyelenggaraan, Dahlia mengaku bisa memperoleh laba bersih sekitar Rp300 ribu per hari setelah dikurangi biaya belanja bahan dan kebutuhan lainnya. Menurutnya, omzet yang didapatkan di bazar bisa meningkat hingga lima kali lipat dibandingkan berjualan di rumah.

“Kalau dibandingkan jualan di rumah, di sini omzetnya jauh lebih besar. Peningkatannya bisa sampai lima kali lipat,” ungkapnya.

Menariknya, usaha yang dijalankan Dahlia merupakan bagian dari kegiatan Sekolah Alam yang melibatkan orang tua dan anak-anak dalam mengenalkan kearifan lokal. Produk yang dijual merupakan hasil kreasi para orang tua untuk mendukung program pembelajaran anak.

“Biasanya saya jualan di rumah, tapi kali ini gabungan orang tua dalam program sekolah alam. Anak-anak sedang melakukan eksplorasi tentang kearifan lokal. Nantinya mereka juga akan melakukan perjalanan ke Gresik untuk mempelajari kehidupan masyarakat yang masih kental dengan nilai lokal,” jelasnya.

Melalui bazar ini, DKUKM Kabupaten Sukabumi berharap Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku UMKM sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pahala Puasa Ramadan di Hari ke-15, Apa yang Kan Kita Dapatkan?

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pertengahan bulan suci Ramadan, umat muslim dianjurkan memperhatikan kesempatan yang disebut memiliki keutamaan luar biasa.

Pada Hari ke-15 puasa ramadan ini bukan sekadar rutinitas menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui puasa dan dzikir yang khusyuk.

Dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah dijelaskan, puasa pada hari ke-15 dijanjikan ganjaran yang tidak sedikit bagi yang menjalankannya dengan ikhlas dan penuh ketulusan.

“Allah SWT menunaikan untuk kalian hajat-hajat dunia dan akhirat, memberikan kalian apa yang diberikan kepada Nabi Ayyub; para malaikat pemikul Arasy memohonkan ampunan untuk kalian. Dan pada hari kiamat, Allah akan memberikan kalian empat puluh cahaya, sepuluh cahaya dari sebelah kanan kalian, sepuluh dari sebelah kiri kalian, sepuluh dari depan kalian, dan sepuluh cahaya dari belakang kalian.”

Dalam penjelasan kitab tersebut terdapat Keutamaan puasa hari ke-15 yakni hajat dunia dan akhirat yang akan ditepati Allah bagi hamba-Nya.

Dalam uraian kitab tersebut juga disebutkan bahwa puasa pertengahan Ramadhan membawa berkah serupa dengan apa yang dianugerahkan kepada Nabi Ayyub AS, seorang nabi yang dikenal karena kesabarannya saat diuji oleh Allah.

Selain itu, puasa ini juga dimaknai sebagai kesempatan mendapatkan doa pengampunan dari para malaikat pemikul Arasy, malaikat yang biasa berada paling dekat dengan kebesaran Allah.

Keutamaan puasa hari ke-15 tak berhenti di situ. Di hari kiamat kelak, mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan istiqamah akan diberikan 40 cahaya dari Allah SWT, sepuluh dari masing-masing arah, kanan, kiri, depan, dan belakang sebagai tanda petunjuk dan penerangan menuju kebahagiaan akhirat.

Cahaya ini menggambarkan perlindungan dan bimbingan bagi hamba yang rajin beribadah. Umat Muslim juga dianjurkan untuk memperkuat niat dan doa pada kesempatan puasa hari ke-15.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pasar Peninggalan Ridwan Kamil Pernah Ramai, Kini Sepi; Pemkot Sukabumi Siapkan Strategi Menghidupkan Kembali

0

Wartain.com || Pasar Lembursitu yang berada di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, pernah menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat beberapa tahun lalu. Pasar yang berada di kawasan Pelabuhan II ini dahulu cukup ramai oleh aktivitas jual beli, bahkan menjadi pilihan alternatif warga Kota maupun Kabupaten Sukabumi selain Pasar Pelita dan Pasar Gudang yang lokasinya dinilai lebih jauh.

Tingginya aktivitas perdagangan di pasar tersebut sempat mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui program Pasar Rakyat Jabar Juara, Pemprov Jabar mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk melakukan renovasi Pasar Lembursitu agar lebih representatif.

Peresmian wajah baru pasar itu dilakukan pada Sabtu, 8 Januari 2022. Saat itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Atalia Praratya hadir langsung didampingi Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Namun kondisi bangunan yang telah diperbarui ternyata tidak otomatis mendongkrak jumlah pengunjung. Sekitar satu tahun setelah diresmikan, aktivitas di pasar mulai menurun. Banyak pedagang yang akhirnya memilih meninggalkan kiosnya karena sepinya pembeli.

Dalam kurun waktu hampir tiga tahun terakhir, Pasar Lembursitu praktis mengalami masa mati suri. Pasar yang dulunya menjadi tempat bertemunya pedagang dan pembeli kini lebih sering terlihat lengang dengan banyak kios yang tidak lagi beroperasi.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, Een Rukmini, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama sepinya aktivitas di pasar tersebut adalah perubahan jalur angkutan umum mobil Elf jurusan Pajampangan yang dipindahkan ke Terminal Tipe C Sukabumi.

“Menurut informasi dari para pedagang,
setelah mobil Elf dipindahkan ke Terminal Tipe C, akses penumpang menjadi jauh dari pasar. Karena itu ada permohonan agar angkutan umum bisa kembali masuk ke area pasar,” ujar Een, Kamis (5/3/2026).

Sebelumnya, Pasar Lembursitu memang dikenal sebagai salah satu titik transit mobil Elf rute Pajampangan menuju Kota Sukabumi. Pemerintah Kota Sukabumi kini berencana menghidupkan kembali fungsi tersebut dengan menjadikan pasar sebagai lokasi transit angkutan tersebut.

Selain itu, angkutan kota trayek 03 jurusan Lembursitu–Odeon yang selama ini menjadi penghubung penumpang mobil Elf juga direncanakan kembali ngetem di kawasan Pasar Lembursitu.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, terutama Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Hal ini dilakukan agar penataan jalur angkutan tidak menimbulkan kemacetan di sekitar lokasi.

“Selama ini angkot berhenti di pinggir jalan. Nanti rencananya akan diarahkan masuk ke dalam area pasar, begitu juga dengan mobil Elf sehingga bisa memutar dan melintas melalui area tersebut,” jelasnya.

Di samping penataan transportasi, pemerintah juga akan melakukan pembenahan sarana dan prasarana pendukung pasar. Saat ini Pasar Lembursitu memiliki total 53 kios serta 26 los yang akan dioptimalkan kembali pemanfaatannya.

Beberapa perbaikan yang direncanakan antara lain pemasangan kanopi atau awning sebagai tempat menunggu penumpang serta pengaspalan area parkir untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.

“Kami akan menyesuaikan perbaikan dengan kebutuhan. Pak Wali Kota juga menginstruksikan agar area parkir segera diaspal supaya aktivitas di pasar bisa lebih nyaman,” kata Een.

Selain pembenahan fasilitas, Diskumindag juga berencana menjalin komunikasi dengan para bandar atau distributor besar.
Tujuannya agar harga sejumlah komoditas di Pasar Lembursitu dapat lebih kompetitif dibandingkan pasar lainnya.

“Saya juga ingin berkoordinasi dengan para distributor atau pelaku usaha, bagaimana jika harga barang di sini bisa lebih murah dibandingkan di pasar lain sehingga menarik minat pembeli,” tambahnya.

Sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar, Pemerintah Kota Sukabumi saat ini tengah menggencarkan promosi Pasar Lembursitu. Pendaftaran bagi para pedagang pun telah dibuka, baik melalui media sosial maupun secara langsung di lokasi pasar.

Upaya reaktivasi juga dilakukan melalui kegiatan Festival Ekonomi Semesta (Festa) yang digelar selama bulan Ramadan dan diberikan secara gratis bagi para pedagang.

“Sekarang kami buka pendaftaran terlebih dahulu. Kalau kios sudah terisi, aktivitas bisa langsung berjalan sambil menunggu akses angkutan umum kembali normal. Biaya sewanya juga cukup terjangkau, kios paling mahal sekitar Rp3 juta per tahun atau sekitar Rp8 ribu per hari, sedangkan los hanya Rp2 ribu per hari,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Gua Hira, Literasi, dan Solidaritas: Menemukan Kembali Makna 17 Ramadhan di Masa Kini

0

Oleh : Yosep Maulana/Ketua Forum Mahasiswa Palabuhanratu

Wartain.com || Lebih dari empat belas abad yang lalu, tepat di keheningan malam 17 Ramadhan (sekitar tahun 610 M), sebuah peristiwa besar mengubah arah peradaban manusia. Di balik dinginnya dinding batu Gua Hira, Jabal Nur, seorang pria berusia 40 tahun bernama Muhammad SAW menerima getaran wahyu pertama melalui perantara Malaikat Jibril.

Peristiwa yang kita kenal sebagai Nuzulul Qur’an ini tidak dimulai dengan perintah untuk berperang atau membangun kekuasaan, melainkan dengan satu kata yang menjadi fondasi kemanusiaan: “Iqra!” (Bacalah).

Lima Ayat yang Mengubah Dunia
Surah Al-Alaq ayat 1-5 turun sebagai pembuka tabir kegelapan jahiliyah. Allah SWT berfirman:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Perintah ini bukan sekadar mengeja huruf, melainkan sebuah seruan untuk melakukan observasi, riset, dan tadabbur terhadap alam semesta serta hakikat diri manusia.

Perintah “Iqra” (Bacalah) dalam Surah Al-‘Alaq tidak berhenti pada kemampuan literasi, melainkan meluas pada kemampuan membaca tanda-tanda zaman dan kondisi sosial. Di tahun 2026 ini, di mana teknologi seringkali membuat jarak antarmanusia semakin lebar meski terhubung secara digital, ayat ini hadir sebagai pengingat untuk “melihat” sekeliling.

1. Membaca Penderitaan Sesama
Membaca keadaan berarti tidak menutup mata terhadap tetangga yang kesulitan atau saudara yang membutuhkan. Wahyu pertama ini menekankan bahwa manusia diciptakan dari “Al-Alaq” (segumpal darah) sebuah simbol keterikatan. Kita semua berasal dari unsur yang sama, sehingga rasa sakit satu orang seharusnya dirasakan oleh yang lain. Saling menolong adalah bentuk nyata dari pengamalan “membaca” kebutuhan sesama.

2. Literasi Empati di Era Modern
Jika Nabi Muhammad SAW berkhalwat untuk mencari solusi atas krisis moral di Mekkah, maka bagi kita sekarang, “berkhalwat” sejenak dari kebisingan media sosial diperlukan untuk menumbuhkan empati. Membaca keadaan bukan sekadar melihat statistik kemiskinan atau bencana di layar ponsel, tapi menindaklanjutinya dengan aksi nyata.

3. Ilmu yang Memberi Manfaat
Ayat 4-5 menyebutkan tentang Tuhan yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Di sini, ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita miliki saat ini baik itu berupa platform donasi digital, grup komunikasi warga, hingga kecerdasan buatan seharusnya digunakan sebagai alat (kalam) untuk mempercepat bantuan dan mempermudah aksi kemanusiaan.

“Tangan yang memberi adalah implementasi dari akal yang telah membaca kebenaran wahyu. Al-Qur’an diturunkan bukan untuk sekadar dibaca di atas sajadah, tapi untuk membumikan bantuan di atas tanah.”

Maka, Nuzulul Qur’an di masa kini adalah momentum untuk menghidupkan kembali semangat tolong-menolong. Membaca ayat Tuhan berarti juga membaca air mata mereka yang menderita dan bergerak untuk menghapusnya. Karena ilmu tanpa amal sosial adalah seperti pohon yang tidak berbuah.*** (YM)

Editor : Aab Abdul Malik

Kejari Sukabumi Tahan Kades Neglasari atas Dugaan Korupsi Dana Desa dan PBB, Kerugian Negara Capai Rp394 Juta

0

Wartain.com || Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi menetapkan Kepala Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong berinisial RH sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran desa serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk tahun anggaran 2023–2024.

Penetapan tersangka tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Sukabumi, Rachman, kepada sejumlah awak media di kantor kejaksaan, Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurut Rachman, penetapan RH sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus mengantongi sejumlah alat bukti yang cukup terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan keuangan desa dan penerimaan PBB.

“Pada hari ini, Kamis sekitar pukul 17.00 WIB, penyidik menetapkan RH sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan anggaran keuangan desa dan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Neglasari untuk tahun anggaran 2023 hingga 2024,” ujarnya.

Berdasarkan hasil audit yang dimiliki penyidik, dugaan penyimpangan tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara yang ditaksir mencapai Rp394.861.618.

Rachman menjelaskan, dana yang diduga diselewengkan oleh tersangka diduga digunakan untuk kepentingan pribadi. Namun demikian, pihak kejaksaan masih terus menelusuri aliran dana tersebut sebagai bagian dari proses penyidikan yang sedang berjalan.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, RH langsung ditahan dan dititipkan di Lapas Kelas IIA Warungkiara untuk masa penahanan awal selama 20 hari ke depan, terhitung mulai Kamis (5/3/2026).

Dalam perkara ini, tersangka dijerat dengan Pasal 2 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang memiliki ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Kejaksaan juga tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam kasus tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan guna mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

“Untuk sementara baru RH yang kami tetapkan sebagai tersangka. Namun penyidikan masih terus berkembang dan apabila ada pihak lain yang terbukti terlibat, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Rachman.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Intan)

Tanamkan Karakter Dermawan, SDIT Mutiara Bagikan Takjil Gratis di Masjid Agung Palabuhanratu

0
Oplus_131072

Wartain.com || Semangat berbagi di bulan suci terpancar dari wajah siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Mutiara. Sekolah yang beralamatkan di Jl. Bhayangkara, Kecamatan Palabuhanratu ini, tengah menyelenggarakan aksi sosial bertajuk “MUTIARA Berbagi Takjil Gratis” yang berlokasi tepat di area depan Masjid Agung Palabuhanratu.

Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari, mulai dari tanggal 4 hingga 11 Maret 2026 ini, melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa secara bergantian. Pada hari Kamis (5/3/2026), giliran siswa kelas dua didampingi para guru bersiaga di depan masjid untuk menyambut warga yang hendak berbuka.

Sistem pembagian takjil ini dibuat berjenjang setiap harinya. Dimulai dari siswa kelas 1 pada hari pertama hingga kelas 6 pada hari terakhir. Dengan pendampingan intensif dari guru, para siswa belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat di lingkungan rumah ibadah terbesar di Palabuhanratu tersebut.

Hudan Jaelani, salah satu guru pendamping dari SDIT Mutiara, menekankan bahwa kegiatan ini adalah laboratorium karakter bagi para siswa.

“Kami ingin menanamkan betapa pentingnya belajar berbagi sejak dini. Dengan memanfaatkan momentum Ramadan, kami mendidik karakter anak untuk membiasakan berbagi satu sama lain. Melalui aksi di depan masjid ini, mereka belajar empati secara nyata,” ujar Hudan, Kamis (5/3/2026).

Aksi ini mendapat respon positif dari warga sekitar. Kehadiran anak-anak sekolah dasar yang antusias membagikan paket takjil memberikan suasana hangat dan inspiratif di tengah aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Diduga Tak Berizin, Komisi I DPRD Pimpin Tim Terpadu Sidak Dua Pabrik di Cicurug Sukabumi

0
Oplus_131072

Wartain.com || Tim Terpadu Penegakan Perda Kabupaten Sukabumi menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke wilayah Kecamatan Cicurug. Sidak ini merespons pengaduan masyarakat terkait dugaan aktivitas usaha yang beroperasi tanpa izin resmi.

Tim terdiri dari Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Satpol PP, DPMPTSP, dan Bapenda. Mereka menyasar dua lokasi, yakni produsen spare part mobil PT Pong Codan Indonesia di Desa Benda dan pabrik karung plastik PT Kaya Karung Bersama di Desa Tenjoayu.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim menemukan fakta bahwa kedua perusahaan sudah beroperasi secara komersial. Namun, pihak manajemen belum mampu menunjukkan dokumen perizinan usaha yang lengkap dan sah sesuai regulasi.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, H. Iwan Ridwan, menegaskan akan mendalami dokumen tersebut melalui DPMPTSP. Ia menekankan bahwa meski pemerintah mendukung investasi, legalitas tetap menjadi syarat utama yang wajib dipatuhi pelaku usaha.

Iwan menambahkan, pihaknya akan mengecek kelengkapan NIB, izin operasional, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), hingga dokumen lingkungan seperti UKL-UPL atau AMDAL. Jika terbukti melanggar, tim akan merekomendasikan langkah tegas.

Di sisi lain, Ketua LSM Latas, Fery Permana, mengkritik keras adanya pembiaran operasional pabrik tersebut. Menurutnya, beroperasi tanpa izin melanggar UU Cipta Kerja dan PP Nomor 5 Tahun 2021 yang mewajibkan izin sah sebelum memulai kegiatan.

Fery menyayangkan belum adanya tindakan penyegelan atau penghentian sementara meski fakta pelanggaran sudah ditemukan di lapangan. Ia menilai situasi ini bisa mencederai wibawa hukum dan menciptakan ketidakadilan bagi pengusaha yang taat aturan.

Berdasarkan aturan, pelanggaran perizinan dapat berujung pada sanksi administratif mulai dari teguran tertulis, denda, hingga penutupan usaha. Kini, publik menunggu keberanian Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memberikan tindakan nyata bagi perusahaan yang melanggar.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Komnas Perempuan Luncurkan Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan 2025

0

Wartain.com || Komnas Perempuan akan meluncurkan Catatan Tahunan (CATAHU) 2025 dalam rangka Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026. Acara ini akan berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, pukul 08.30 – 11.15 WIB, dan disiarkan langsung dari Kantor Komnas Perempuan.

Tema CATAHU 2025 adalah “Menguatkan Data, Mengatasi Kerentanan, Mendesak Negara Bersikap untuk Keadilan Korban”. Tema ini menekankan pentingnya mempercepat kemajuan kesetaraan dan perlindungan hak perempuan. Data yang berbasis pada pengalaman korban menjadi dasar penting untuk memastikan kebijakan, hukum, dan layanan benar-benar berpihak pada korban serta mampu mencegah kekerasan terhadap perempuan.

Komnas Perempuan mengajak masyarakat untuk mengikuti acara peluncuran CATAHU 2025 secara daring. Acara ini dapat diikuti melalui Zoom Meeting dengan mendaftar di (tautan tidak tersedia) atau melalui Live Streaming YouTube di @KomnasPerempuanRI.

Dalam peluncuran ini, Komnas Perempuan akan memaparkan situasi kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2025. Data yang disajikan diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengambil tindakan nyata dalam mengatasi kekerasan terhadap perempuan.

Komnas Perempuan Luncurkan Catatan Tahunan Kekerasan Terhadap Perempuan 2025 (foto : DS)

Kekerasan terhadap perempuan masih menjadi masalah serius di Indonesia. Oleh karena itu, Komnas Perempuan terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya perlindungan hak perempuan.

Acara peluncuran CATAHU 2025 juga akan menampilkan diskusi dan analisis tentang situasi kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Para ahli dan aktivis hak perempuan akan berbagi pengalaman dan pandangan tentang bagaimana mengatasi kekerasan terhadap perempuan.

Dengan adanya CATAHU 2025, Komnas Perempuan berpesan, agar  masyarakat dan pemerintah dapat lebih memahami situasi kekerasan terhadap perempuan dan mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini. Komnas Perempuan berharap acara ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan perlindungan hak perempuan di Indonesia.

Komnas Perempuan juga berharap,  setelah lebih dari 20 tahun Komnas Perempuan melakukan poses CATAHU sejak tahun 2021, masyarakat lndonesia dapat mengambil manfaat dari data yg sudah dihimpun Komnas Perempuan di lndonesia, memberikan kesadaran kepada semua bahwa faktanya kekerasan terhadap perempuan masih terjadi, sehingga mendorong semua pihak untuk melakukan upaya bersama melakukan pencegahan, penanganan dan pemulihan terhadap korban.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pemberitaan Siber di Kabupaten Sukabumi: Kejari dan Media Kompak

0

Wartain.com || Sinergitas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi bersama organisasi profesi terus dijalin. Kali ini gelaran tersebut digagas dengan tema “Sinergitas Kejaksaan dengan Media Pers dalam Pemberitaan Media Siber”. Acara yang berlangsung di tengah suasana penuh keberkahan bulan suci Ramadan ini dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan organisasi pers lintas platform. Bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (05/03/2026).

​Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Sukabumi, Hanung Widyatmaka, S.H., M.H., menegaskan bahwa kolaborasi dengan organisasi profesi seperti PWI Kabupaten Sukabumi, IJTI Sukabumi Raya, AJI Sukabumi, dan SMSI Sukabumi Raya merupakan langkah strategis dalam menjaga marwah penegakan hukum melalui informasi yang akurat.

​”Kejaksaan tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan rekan-rekan pers. Kehadiran organisasi profesi jurnalis hari ini adalah bukti bahwa kita memiliki visi yang sama untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik yang sehat di Kabupaten Sukabumi,” ujar Kajari sekaligus menjabat Penasihat SMSI Sukabumi Raya ini.

Agenda ini juga menghadirkan pemaparan materi dari dua narasumber. Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Yulifri, didampingi Kabid IKP Kiki Avillian, memaparkan peran teknologi informasi dalam penyebaran kebijakan daerah. Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Sukabumi, Fahmi Rachman, S.H., M.H. yang juga bertindak sebagai pemateri, mengulas pentingnya koordinasi antara intelijen kejaksaan dan pers dalam menangkal hoaks.

​”Peran organisasi profesi sangat penting dalam membina jurnalis agar tetap pada koridor fakta. Bersama PWI, IJTI, AJI, dan SMSI, kami ingin memastikan informasi mengenai penegakan hukum tersampaikan secara jernih guna menjaga kondusivitas wilayah,” jelas Rachman.

Ketua SMSI Sukabumi Raya, Eman Sulaeman, mewakili aspirasi media siber, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Kejari. Menurutnya, momentum Ramadan ini menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus profesionalisme.

​”Kami di SMSI, bersama rekan-rekan dari PWI, IJTI, dan AJI, berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu hukum secara profesional. Sinergi ini memastikan bahwa pemberitaan siber bukan hanya cepat, tetapi juga edukatif dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik,” ungkap Kang Sule, sapaan karib Eman Sulaeman.

Kehadiran perwakilan dari PWI Kabupaten Sukabumi, IJTI Sukabumi Raya, serta AJI Sukabumi dalam forum ini mempertegas soliditas insan pers di Sukabumi dalam membangun komunikasi dua arah yang konstruktif dengan institusi Adhyaksa.
​Acara diakhiri dengan diskusi interaktif mengenai tantangan jurnalisme siber di daerah dan sesi ramah tamah. Sinergitas ini diharapkan dapat meningkatkan literasi hukum masyarakat melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

SDN Sirnagalih Perkuat Karakter Siswa Melalui Program Khusus Ramadhan 1447 H

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pembelajaran sekolah di bulan suci Ramadhan1447 H, SDN Sirnagalih Palabuhanratu mengintensifkan program penguatan karakter bagi para peserta didiknya.

Berbeda dengan hari biasa, jadwal pembelajaran selama bulan suci ini lebih difokuskan pada penanaman nilai-nilai akhlakul karimah melalui berbagai kegiatan religi yang edukatif.

Kepala Sekolah beserta jajaran dewan guru SDN Sirnagalih merancang skema pembelajaran yang tidak hanya mengejar target kognitif, tetapi juga menyentuh sisi spiritual siswa.

Langkah ini sejalan dengan arahan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang mendorong sekolah menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) sebagai wadah pembentukan karakter religius.

Dena Mardilah, salah satu guru SDN Sirnagalih, menjelaskan bahwa kurikulum khusus Ramadhan ini mencakup pembiasaan shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an, hingga pendalaman materi mengenai adab kepada orang tua dan guru.

“Kami ingin Ramadhan tahun ini menjadi momentum bagi siswa untuk memperbaiki akhlak. Fokus utama kami bukan sekadar teori agama, melainkan bagaimana siswa mempraktikkan kejujuran, kesabaran, dan empati dalam keseharian,” ujar Dena saat ditemui di lingkungan sekolah.

Adapun beberapa poin utama dalam program Ramadhan di SDN Sirnagalih meliputi:

1. Pembiasaan Ibadah: Pelaksanaan shalat dhuha dan zikir bersama sebelum memulai materi kelas.
2. Kisah Keteladanan: Mengulas kisah-kisah Nabi dan Rasul untuk menumbuhkan sifat mulia pada anak-anak.
3. Kepedulian Sosial: Mengajarkan konsep berbagi melalui pengumpulan zakat atau infak yang dikelola secara transparan oleh pihak sekolah.

Meskipun terdapat penyesuaian jam belajar yang lebih singkat, pihak sekolah memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga tanpa memberikan beban berlebih kepada siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Melalui program ini, SDN Sirnagalih berharap para siswa tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan umum, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, religius, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.***

Editor : Aab Abdul Malik

(FM)