26.7 C
Jakarta
Jumat, Juli 10, 2026
Beranda blog Halaman 238

Martabat Alam Tujuh dalam Perspektif Tasawuf Falsafi: Analisis Ontologis dan Epistemologis atas Struktur Tajalli

0
Oplus_131072

Oleh: Kang Dzikri Nur/Pengamat Sosial Keagamaan 

Abstrak

Wartain.com || Tulisan ini menganalisis konsep Martabat Alam Tujuh sebagai konstruksi ontologis dalam tasawuf falsafi yang berkembang dalam tradisi Wahdatul Wujud. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis tekstual terhadap pemikiran Ibnu Arabi dan Abdul Karim al-Jili, artikel ini mengkaji struktur emanasi (tajalli) dari Dzat Absolut menuju manifestasi kosmos hingga mencapai puncaknya pada Insan Kamil. Hasil kajian menunjukkan bahwa Martabat Alam Tujuh bukan sekadar kosmologi metafisik, tetapi juga memuat dimensi epistemologis dan antropologis yang menjelaskan relasi Tuhan-manusia dalam kerangka kesadaran spiritual.

Kata Kunci: Martabat Tujuh, Wahdatul Wujud, Tajalli, Ontologi Islam, Insan Kamil.

Pendahuluan

Diskursus mengenai struktur realitas dalam tasawuf Islam menemukan bentuk sistematisnya dalam doktrin Martabat Alam Tujuh. Konsep ini menjelaskan tahapan manifestasi wujud dari Yang Mutlak hingga realitas manusia. Dalam khazanah Nusantara, ajaran ini berkembang luas melalui jaringan tarekat dan literatur sufistik.

Secara filosofis, Martabat Tujuh menjawab problem ontologi klasik:
Bagaimana Yang Absolut berhubungan dengan yang relatif tanpa kehilangan kemutlakan-Nya?

Kerangka Teoretis

Doktrin ini berakar pada metafisika Wahdatul Wujud yang dirumuskan oleh Ibnu Arabi dalam karya monumentalnya, Futuhat al-Makkiyah dan Fusus al-Hikam. Konsep tersebut kemudian dielaborasi secara antropologis oleh Abdul Karim al-Jili dalam Al-Insan al-Kamil.

Kerangka ontologinya menegaskan bahwa:
Wujud hakiki hanya satu (Allah).
Alam adalah tajalli (manifestasi).
Manusia adalah cermin paling sempurna dari tajalli tersebut.

Struktur Ontologis Martabat Alam Tujuh

Alam Ahadiyat

Level kemutlakan Dzat tanpa nama dan sifat. Pada tahap ini, realitas bersifat transenden absolut.

Alam Wahdat

Tahap kesatuan potensial; muncul kesadaran Ilahi tentang Diri-Nya sebagai sumber manifestasi.

Alam Wahidiyat

Tahap diferensiasi nama dan sifat Ilahi (asma’ wa shifat). Blueprint kosmos berada pada dimensi ini.

Alam Arwah

Dimensi ruhani non-material; eksistensi entitas spiritual sebelum bentuk fisik.

Alam Mitsal

Alam imaginal (barzakh) yang menjembatani ruh dan materi.

Alam Ajsam

Dimensi material-fisik; dunia empiris yang terindera.

Alam Insan Kamil

Puncak tajalli, yakni manusia sempurna sebagai sintesis seluruh martabat sebelumnya.

Analisis Epistemologis

Martabat Tujuh tidak hanya menjelaskan struktur realitas, tetapi juga jalan pengetahuan (ma’rifah).
Proses pengetahuan berlangsung secara:
Empiris (melalui indera – alam ajsam)
Imajinatif (alam mitsal)
Intuitif (alam arwah)
Gnostik (wahidiyat dan wahdat)
Pada puncaknya, ma’rifah terjadi ketika subjek dan objek pengetahuan melebur dalam kesadaran tauhid.

Dimensi Antropologis: Insan Kamil

Dalam perspektif Abdul Karim al-Jili, manusia adalah mikrokosmos (al-‘alam al-shaghir) yang mencerminkan makrokosmos (al-‘alam al-kabir).
Insan Kamil bukan sekadar manusia moral, tetapi manusia yang:
Menyadari struktur tajalli dalam dirinya
Menjadi cermin asma dan sifat Ilahi
Mengintegrasikan syariat, tarekat, hakikat, dan ma’rifat

Diskusi Kritis

Konsep Martabat Tujuh sering diperdebatkan dalam teologi normatif karena dianggap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman panteistik. Namun secara filosofis, doktrin ini tidak menyamakan Tuhan dengan alam, melainkan menegaskan bahwa alam bergantung sepenuhnya pada Wujud Absolut.
Dengan demikian, relasi yang terjadi bukan identitas ontologis, tetapi ketergantungan eksistensial.

Kesimpulan

Martabat Alam Tujuh merupakan konstruksi metafisika integral yang:
Menjelaskan struktur emanasi wujud
Menawarkan model epistemologi spiritual
Menempatkan manusia sebagai pusat kesadaran kosmik

Konsep ini menunjukkan bahwa perjalanan spiritual bukan sekadar moralitas religius, tetapi transformasi ontologis menuju kesadaran tauhid yang paripurna.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Pasca Sidak Komisi I kepada Dua Perusahaan, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Perintahkan untuk Segera Urus Perizinan

0
Oplus_131072

Wartain.com || Pengaduan masyarakat terkait operasional dua perusahaan di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kini tengah menjadi perhatian serius legislatif. Laporan tersebut mendorong DPRD Kabupaten Sukabumi untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap legalitas usaha yang dijalankan.

Dua perusahaan yang diadukan yakni PT Pong Codan Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai PT Ginza Cipta Indah serta PT Kaya Karung Bersama. Aduan warga menyebut adanya persoalan administrasi yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan perizinan.

Menindaklanjuti laporan itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali meminta Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi untuk melakukan kajian mendalam serta berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.

Ketua Komisi I, H. Iwan Ridwan, mengatakan pihaknya langsung memanggil sejumlah perangkat daerah guna mencocokkan data dan memastikan status perizinan perusahaan yang dimaksud. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukabumi dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukabumi.

“Dari hasil penelusuran awal, ditemukan beberapa dokumen yang belum diperbarui dan ada juga perizinan yang masa berlakunya telah habis. Ini tentu perlu segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” ujar Iwan, Minggu (1/3/2026).

Ia menilai, persoalan administrasi perizinan bukan hanya terjadi pada satu lokasi saja. Menurutnya, diperlukan sistem pendataan yang lebih tertib dan terintegrasi agar pengawasan terhadap aktivitas usaha bisa berjalan optimal.

“Data perusahaan harus benar-benar terinventarisasi dengan baik. Jika administrasinya rapi, maka langkah pengawasan dan pembinaan akan lebih mudah dilakukan,” tegasnya.

Iwan juga menekankan bahwa tindakan penegakan hukum oleh Satpol PP seharusnya menjadi tahapan akhir setelah pembinaan dan peringatan administratif dilakukan oleh dinas teknis.

“Penindakan itu langkah terakhir. Yang utama adalah pembinaan dan perbaikan administrasi. Namun kami tetap mengapresiasi langkah cepat Satpol PP yang merespons laporan masyarakat,” katanya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Jelang Lebaran, Dewan Paoji Sampaikan Saran ke Pemkab Sukabumi Kontrol Harga Sembako

0
Oplus_131072

Wartain.com || Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Paoji Nurjaman, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar meningkatkan pengawasan terhadap harga bahan pokok menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriyah.

Ia menilai langkah antisipatif perlu dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang kerap terjadi saat permintaan masyarakat meningkat.

“Saya selaku Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui dinas terkait agar selalu intens memantau harga bahan pokok di para penjual. Kita khawatir harga akan merangkak naik menjelang hari raya,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Menurut Paoji, dinas terkait khususnya yang membidangi perindustrian dan perdagangan perlu melakukan pemantauan secara rutin di pasar tradisional maupun pusat-pusat penjualan lainnya. Peningkatan permintaan kebutuhan pokok menjelang hari raya, kata dia, berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diawasi secara serius sejak dini.

Ia menegaskan bahwa pengawasan harga harus dilakukan secara berkala dan menyeluruh guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga. Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan dapat segera mengambil langkah cepat jika ditemukan adanya lonjakan harga yang tidak wajar di pasaran.

Paoji berharap upaya pengendalian harga tersebut benar-benar dilaksanakan secara optimal sehingga masyarakat tidak terbebani saat memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

“Harapannya harga bahan pokok dapat terpantau dengan baik sehingga masyarakat dapat melaksanakan perayaan Idul Fitri dengan tenang tanpa terganggu oleh kenaikan harga,” pungkasnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Menyalakan Harapan: Mengapa Listrik Adalah Kerja Bersama?

0
Oplus_131072

Oleh : Aam Abdul Salam/ Sekjen Komite Nasional Kedaulatan Energi, Sekjen PPJNA 98, Penasehat SMSI/PWI Kab.Sukabumi dan Presidium KAHMI Sukabumi

Wartain.com || Bayangkan sebuah desa pesisir yang baru saja membuka diri untuk pariwisata. Di sana, deru mesin genset yang bising dan mahal perlahan digantikan oleh aliran listrik yang stabil. Tiba-tiba, penginapan bisa memasang pendingin ruangan, restoran dapat menyimpan bahan makanan beku, dan warga lokal bisa membuka bengkel las atau usaha konveksi di rumah mereka. Inilah wajah nyata dari pembangunan infrastruktur listrik: ia bukan sekadar kabel dan tiang, melainkan urat nadi kehidupan.

Namun, membentang kabel melewati hutan, gunung, hingga pemukiman padat penduduk bukanlah perkara mudah. Di sinilah dukungan semua lapisan masyarakat menjadi kunci utama.

Energi untuk Roda Ekonomi

Bagi sektor industri, ketersediaan listrik yang andal adalah syarat mati. Tanpa daya yang stabil, mesin pabrik berhenti, produksi terhambat, dan daya saing nasional melemah. Di sisi lain, sektor pariwisata modern kini sangat bergantung pada digitalisasi dan kenyamanan fasilitas yang semuanya membutuhkan energi. Dukungan masyarakat dalam mempermudah proses perizinan lahan atau sekadar menjaga keamanan aset infrastruktur di lingkungan sekitar, secara tidak langsung membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah tersebut.

Dari Rumah Tangga ke Kemandirian Bangsa

Untuk kebutuhan rumah tangga, listrik adalah jendela dunia. Anak-anak bisa belajar di malam hari dengan terang, dan ibu rumah tangga bisa meningkatkan produktivitas melalui usaha mikro berbasis listrik. Ketika masyarakat memahami bahwa pembangunan gardu induk atau jaringan transmisi adalah untuk kepentingan bersama, hambatan sosial yang sering muncul dalam proyek strategis dapat diminimalisir.

Sinergi Adalah Kekuatan

Pemerintah dan penyedia layanan energi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kesadaran kolektif bahwa setiap tiang listrik yang tertanam adalah investasi untuk masa depan. Sikap kooperatif warga dalam proses pembebasan lahan, menjaga kebersihan jaringan dari pohon yang rimbun, hingga kedisiplinan dalam penggunaan energi, merupakan kontribusi nyata yang tak ternilai.

Pembangunan infrastruktur listrik adalah estafet kebaikan. Saat semua lapisan masyarakat memberikan dukungan penuh, kita tidak hanya sedang menerangi bangunan, tetapi juga sedang menerangi jalan menuju Indonesia yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing global.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Dul)

Dramatis, Persik Kediri Comeback Tekuk PSBS Biak 2-1 di Stadion Brawijaya

0

Wartain.com || Persik Kediri berhasil mengamankan poin penuh setelah melakukan aksi comeback dramatis saat menjamu PSBS Biak dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (5/3/2026) malam. Sempat tertinggal lebih dulu, tim berjuluk Macan Putih ini sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1 di menit-menit akhir pertandingan.

Dominasi Tanpa Gol di Babak Pertama
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim tampil terbuka dan saling jual beli serangan. Banyak peluang emas tercipta, namun buruknya penyelesaian akhir menjadi kendala utama. Skor kacamata bertahan hingga turun minum, berkat penampilan gemilang penjaga gawang dari kedua belah pihak yang jatuh bangun menjaga gawang mereka dari kebobolan.

Kejutan Tim Tamu dan Respon Tuan Rumah
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Lengahnya lini pertahanan Persik Kediri berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tim tamu. Pada menit ke-47, Ruyery mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa PSBS Biak unggul 1-0.

Tersengat oleh gol tersebut, Persik meningkatkan daya serang. Hasilnya, Hamra Hehanussa berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-79. Hamra dengan sigap menyambar bola rebound di depanu gawang yang gagal diantisipasi sempurna oleh kiper lawan.

Kemenangan tuan rumah akhirnya dipastikan pada menit ke-89. Memanfaatkan kemelut di dalam kotak penalti dari skema bola mati, M. Firli muncul sebagai pahlawan setelah berhasil melesakkan bola ke dalam gawang, mengubah skor menjadi 2-1 yang bertahan hingga laga usai.

Berdasarkan data statistik resmi, Persik Kediri memang tampil sangat dominan sepanjang laga:

Penguasaan Bola: Persik (72%) vs PSBS Biak (28%)
Total Tembakan: Persik melepaskan 19 tembakan (9 on target), sementara PSBS Biak hanya 6 tembakan (3 on target).
Aliran Bola: Tuan rumah mencatatkan 486 operan dengan akurasi 83%, jauh mengungguli tim tamu yang hanya mencatat 233 operan.

Kemenangan ini membawa Persik Kediri merangkak naik di klasemen sementara, sekaligus memberikan suntikan motivasi bagi anak asuh pelatih Persik untuk menatap laga selanjutnya.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Duel Papan Bawah Buntu, Persijap dan Persis Solo Berbagi Satu Poin

0

Wartain.com || Pertarungan sengit bertajuk “derbi krusial” papan bawah BRI Super League 2025/2026 antara Persijap Jepara menjamu Persis Solo berakhir tanpa pemenang. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Kamis (5/3/2026) malam, harus puas ditutup dengan skor kacamata 0-0.

Meski kedua tim bermain terbuka, buruknya penyelesaian akhir menjadi faktor utama gagalnya tercipta gol. Persis Solo sebenarnya tampil sedikit lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 51% dan menciptakan 8 peluang, namun dari 12 tembakan yang dilepaskan, tidak ada satu pun yang tepat sasaran (on target).

Di sisi lain, tuan rumah Persijap Jepara yang didukung penuh suporternya hanya mampu melepaskan 1 tembakan tepat sasaran dari 10 percobaan. Ketatnya lini pertahanan Laskar Sambernyawa yang mencatatkan 29 intersep dan 22 sapuan (clearances) membuat skuat Laskar Kalinyamat kesulitan menembus kotak penalti lawan.

Hasil imbang ini tidak banyak mengubah posisi kedua tim yang tengah berjuang menghindari jurang degradasi. Persijap Jepara tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 20 poin, hanya terpaut dua angka dari zona merah. Sementara itu, Persis Solo masih terbenam di posisi ke-17 (zona degradasi) dengan raihan 17 poin.

Pelatih kedua tim dipaksa memutar otak lebih keras, mengingat kompetisi musim 2025/2026 kian mendekati akhir dan margin poin di papan bawah semakin tipis.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Yosep)

Santriwati Korban Dugaan Pelecehan di Ponpes Sukabumi Ajukan Perlindungan ke LPSK

0

Wartain.com || Sejumlah santriwati yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh pimpinan pondok pesantren yang juga dikenal sebagai dai di Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, kini telah mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Kuasa hukum korban dari LBH Pro Ummat, Rangga Suria Danuningrat, menyampaikan bahwa langkah tersebut diambil karena para korban diduga mengalami tekanan dan upaya intimidasi agar perkara tersebut diselesaikan secara damai.

“Kami mendampingi para korban untuk bertemu langsung dengan pihak LPSK yang datang dari Jakarta. Kedatangan mereka dalam rangka memberikan perlindungan hukum kepada para korban,” ujar Rangga, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan, kasus yang dialami para santriwati tersebut menimbulkan trauma yang cukup mendalam. Oleh karena itu, selain perlindungan hukum, para korban juga membutuhkan pendampingan dari sisi psikologis dan sosial.

Menurut Rangga, kehadiran LPSK memberikan dukungan yang cukup berarti bagi para korban. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pendampingan psikologis dan psikososial, tetapi juga dukungan sosial lainnya, seperti bantuan pendidikan dan permodalan.

“Para korban merasa terbantu dengan kehadiran LPSK. Ada pendampingan psikologis, psikososial, hingga bantuan sosial seperti biaya sekolah dan dukungan permodalan,” jelasnya.

Saat ini, dari total enam korban yang teridentifikasi, baru tiga orang yang secara resmi mengajukan laporan ke LPSK. Sementara proses hukum terhadap kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan.

Rangga menambahkan bahwa para korban juga telah menjalani pemeriksaan medis berupa visum. Selain itu, mereka juga mendapat pendampingan psikologis yang difasilitasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

“Korban sudah menjalani visum kemarin. Hari ini juga ada pendampingan psikologis dari Dinas Sosial,” katanya.

Terkait terduga pelaku, Rangga menyebut bahwa yang bersangkutan saat ini masih dalam proses pencarian. Pihaknya berharap aparat penegak hukum dapat menangani perkara ini secara transparan dan profesional hingga tuntas.

“Kami mendorong kepolisian untuk bekerja secara objektif, transparan, dan profesional dalam menangani kasus ini sampai pelaku benar-benar diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Rangga juga menilai perhatian dari pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sukabumi sangat diperlukan dalam penanganan kasus ini, mengingat para korban merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, bahkan sebagian merupakan anak yatim.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi, termasuk Pak Bupati dan DPRD, memberikan perhatian serius terhadap kasus ini karena menyangkut anak-anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu yang menjadi korban pelecehan seksual,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga mengimbau agar korban lain yang mungkin mengalami peristiwa serupa tidak takut untuk melapor. Menurutnya, dukungan dari orang tua sangat penting agar para korban berani menyampaikan kejadian yang dialaminya.

“Kami juga mengajak orang tua korban lain agar tidak ragu untuk bersuara. Jika ada anak yang belum melapor, dorong mereka untuk melapor dan berikan pendampingan secara psikologis agar mereka merasa aman,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Kejari Kabupaten Sukabumi Tetapkan Kades Neglasari sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Desa dan PBB

0

Wartain.com || Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi menetapkan Kepala Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi berinisial RH (41) sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait penyelewengan anggaran keuangan desa serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun anggaran 2023 hingga 2024.

Penetapan tersangka dilakukan pada Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi melalui Seksi Tindak Pidana Khusus.

RH yang menjabat sebagai Kepala Desa Neglasari diduga terlibat dalam penyalahgunaan anggaran keuangan desa dan pengelolaan PBB yang mengakibatkan kerugian keuangan negara. Berdasarkan hasil audit dengan Nomor: 700.1.2.1/1919/Irbansus/2025 tertanggal 21 Agustus 2025, estimasi kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp394.861.618.

Audit tersebut menghitung kerugian negara atas dugaan penyelewengan anggaran keuangan desa pada Tahun Anggaran 2023 hingga 2024 di Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi.

Kasi Intel Kejari Kabupaten Sukabumi, Fahmi Rachman, mengungkapkan bahwa tindakan RH telah menyebabkan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah pada tahun anggaran 2023 hingga 2024.

“Pada hari ini, Kamis sekitar pukul 17.00 WIB, penyidik menetapkan RH sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengelolaan anggaran keuangan desa dan Pajak Bumi dan Bangunan di Desa Neglasari untuk tahun anggaran 2023 hingga 2024,” ujarnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, RH langsung dilakukan penahanan oleh pihak kejaksaan. Ia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warungkiara selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 5 Maret 2026 hingga 24 Maret 2026.

Penahanan tersebut dilakukan guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut dalam mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi.

Pihak kejaksaan menegaskan bahwa proses hukum akan terus berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kasus ini juga menjadi bagian dari komitmen aparat penegak hukum dalam menindak tegas praktik korupsi, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan desa.***

Editor : Aab Abdul Malik

(SRM)

Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Pergerakan Tanah di Bantargadung

0

Wartain.com || Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul terjadinya pergerakan tanah yang melanda dua desa di Kecamatan Bantargadung, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 30021/Kep.246-BPBD/2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Pergerakan Tanah di Wilayah Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi. Keputusan itu ditandatangani langsung oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, pada 4 Maret 2026.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, jumlah warga yang terdampak bencana tersebut mencapai 135 kepala keluarga atau sekitar 476 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 123 kepala keluarga yang terdiri dari 419 jiwa saat ini berada di pengungsian.

Bencana pergerakan tanah ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga, lingkungan permukiman, serta beberapa sarana infrastruktur penting di wilayah terdampak.

Melalui penetapan status tanggap darurat ini, pemerintah daerah akan memprioritaskan penanganan darurat serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam surat keputusan tersebut dijelaskan bahwa langkah tanggap darurat perlu segera dilakukan untuk memastikan kebutuhan mendesak saat bencana dapat terpenuhi. Penanganan juga harus dilakukan secara cepat, tepat, terpadu, serta sesuai dengan standar dan prosedur penanggulangan bencana yang berlaku.
Status tanggap darurat bencana ini ditetapkan selama tujuh hari, terhitung mulai 4 hingga 10 Maret 2026.

Selama masa tanggap darurat berlangsung, perangkat daerah diberikan kemudahan akses dalam pelaksanaan penanganan bencana, termasuk dalam proses evakuasi dan penyelamatan korban, pengerahan sumber daya manusia, mobilisasi peralatan, distribusi logistik, hingga pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Untuk pembiayaan penanganan bencana, pemerintah akan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara melalui Dana Siap Pakai (DSP) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah melalui pos Belanja Tidak Terduga (BTT).

Sebelumnya, peristiwa pergerakan tanah melanda wilayah Kecamatan Bantargadung pada Minggu, 22 Februari 2026. Sejak saat itu, BPBD Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan sejumlah tenda darurat untuk menampung warga yang terdampak.
Sebagian warga memilih mengungsi di tenda yang disediakan, sementara lainnya menumpang tinggal di rumah kerabat yang dianggap lebih aman.

Saat ini, sejumlah kebutuhan mendesak bagi para korban bencana masih diperlukan. Di antaranya bahan makanan untuk dapur umum, air mineral, susu formula, makanan tambahan bergizi, paket sembako, makanan ringan, kasur lipat, matras atau tikar, selimut, pakaian untuk orang dewasa maupun anak-anak, perlengkapan mandi, popok bayi, popok lansia, pembalut wanita, pasokan air bersih, serta toilet portabel.***(RAF)

Editor : Aab Abdul Malik

Pemprov Jabar “Rumahkan” Angkot, Becak, Andong demi Kelancaran Jalur Nasional

0

Wartain.com || Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan strategi unik untuk menjamin kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 H di wilayahnya. Alih-alih hanya mengandalkan penyekatan fisik, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memilih jalur kompensasi ekonomi dengan meliburkan operasional transportasi lokal di titik-titik rawan kemacetan.

Kebijakan ini diambil guna memastikan jalur utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur bersih dari hambatan samping (side friction) yang kerap memicu penumpukan kendaraan.

Gubernur yang akrab disapa KDM ini menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin membebani kepolisian dengan keruwetan arus lalu lintas yang disebabkan oleh aktivitas transportasi lokal seperti angkutan kota (angkot), becak, hingga andong di sepanjang jalur mudik.

“Pemprov Jabar tidak akan membebani Polri terlalu berat. Saya sudah lapor ke Pak Kapolda, seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong, dan berbagai hal lainnya akan diliburkan menjelang dan setelah Idulfitri,” ujar Dedi, Rabu (4/3/2026).

Sebagai gantinya, para pengemudi yang berhenti beroperasi selama satu pekan akan mendapatkan “uang saku” atau kompensasi dari pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan membuat arus kendaraan dari arah Jakarta menuju timur dapat mengalir tanpa penyumbatan di titik-titik pasar tumpah atau pangkalan transportasi tradisional.

Strategi kolaboratif ini mendapat respons positif dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, kebersamaan lintas elemen di Jawa Barat, mulai dari buruh hingga pengemudi ojek online, menjadi kunci stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kami mendapatkan kehormatan hadir pada acara buka puasa bersama sekaligus silaturahmi bersama masyarakat Jabar lintas elemen. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Jabar bisa menjaga persatuan dan kesatuan dengan baik,” tutur Listyo.

Di sisi lain, upaya menjaga kondusivitas wilayah Jabar tidak hanya dilakukan di jalan raya. Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan melaporkan bahwa pihaknya juga menyentuh aspek kesejahteraan dasar masyarakat melalui program

Sebanyak 168 unit rumah telah dibangun oleh Polda Jabar sebagai langkah nyata mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayah hukum Jawa Barat.

“Masyarakat jadi lebih nyaman dan aman tinggal di rumahnya yang baru,” pungkas Rudi saat mendampingi Kapolri menyerahkan kunci rumah secara simbolis kepada penerima manfaat.***

Editor : Aab Abdul Malik

(Sule)