Wartain.com || Dalam rangka memperkuat pendidikan karakter berbasis agama, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi menggelar seleksi guru mengaji tingkat kota. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini melalui pembinaan agama yang terstruktur dan berkelanjutan.
Seleksi yang dilaksanakan oleh Pokja I TP PKK Kota Sukabumi ini melibatkan para peserta dari tujuh kecamatan. Mereka diuji dalam tiga aspek penting: kemampuan membaca Al-Qur’an dengan benar (meliputi tajwid, makhraj, dan kelancaran), metode pengajaran dasar seperti alif ba ta, serta keterampilan menulis huruf Arab, termasuk kaligrafi dasar.
Ketua Bidang I TP PKK Kota Sukabumi, Kia Florita, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencari guru yang mampu mengajar bacaan Al-Qur’an, tetapi lebih dari itu, menemukan pendidik yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan akhlak anak.
“Guru mengaji memiliki peran penting sebagai pembentuk karakter Islami anak-anak. Mereka bukan sekadar pengajar, melainkan pendamping awal yang menanamkan nilai adab, kedisiplinan, dan cinta terhadap Al-Qur’an,” ujar Kia, Minggu (6/7/2025).
Dewan juri yang menilai seleksi ini berasal dari kalangan praktisi dan tokoh pendidikan Al-Qur’an di Kota Sukabumi, antara lain K.H Iyus Yusuf, Ustadz Atohilah, dan Ustadzah Neng Nabillah Rihhadatul Asyi. Mereka menekankan bahwa keberhasilan guru mengaji sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam membimbing anak dari tahap nol, dengan kesabaran dan metode yang tepat.
Lebih jauh, Kia Florita menyampaikan bahwa program ini lahir dari refleksi dan pengalaman pribadinya dalam mendampingi anak belajar Al-Qur’an. Dengan pendekatan yang konsisten dan metode yang disesuaikan, ia percaya proses pembelajaran bisa berjalan efektif dan menyenangkan bagi anak.
“Pengalaman pribadi saya membuktikan bahwa dengan metode yang pas, anak bisa membaca Al-Qur’an dalam waktu tiga bulan. Maka dari itu, seleksi ini menjadi awal untuk menemukan guru yang punya visi dan semangat yang sama,” ungkap Kia.
Hasil seleksi akan menjadi dasar dalam pembentukan program pembinaan lanjutan di tingkat kecamatan. Guru-guru terbaik akan diberdayakan untuk menangani kelompok kecil, beranggotakan 25 hingga 30 anak, dengan pendekatan personal dan penuh empati. Metode yang terbukti berhasil di satu wilayah juga akan dijadikan model untuk wilayah lain.
Kia menegaskan, keberhasilan program ini tidak diukur dari seberapa cepat anak hafal Al-Qur’an, melainkan dari kualitas fondasi yang tertanam—baik dari segi bacaan, pemahaman dasar, maupun akhlak yang dibentuk sejak dini.
“Tujuan kami bukan semata mengejar hafalan, tapi menciptakan rasa cinta dan keterikatan anak terhadap Al-Qur’an. Belajar mengaji harus menjadi proses yang menggembirakan, bukan tekanan,” ucapnya.
Lebih dari itu, program ini juga diarahkan untuk menjaring potensi anak-anak berbakat yang nantinya dapat mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di berbagai tingkatan. Namun, bagi TP PKK, yang terpenting adalah kontribusi jangka panjang program ini terhadap pembangunan moral dan spiritual anak-anak di Kota Sukabumi.
“Ini adalah bentuk investasi sosial dan spiritual bagi masa depan. Kami ingin Kota Sukabumi memiliki generasi Qurani yang tangguh, berakhlak mulia, dan membawa kebanggaan bagi daerah,” tutup Kia dengan optimis.***(RAF)
Editor : Aab Abdul Malik
