Wartain.com – Riyan Hidayatullah menilai kritik Ahmad Sahroni terhadap polemik utang Wagub Jawa Barat justru kehilangan arah substansi dan lebih condong menjadi panggung opini politik.
Menurutnya, publik tentu tidak anti kritik. Namun kritik yang sehat seharusnya fokus pada transparansi kebijakan dan penyelesaian masalah, bukan menggiring kegaduhan dengan menyeret nama keluarga serta lingkar personal ke ruang konsumsi politik.
‘Kalau memang ingin membela kepentingan rakyat, dorong pembuktian hukum dan keterbukaan data secara utuh. Jangan berhenti pada sentilan yang ramai di media tapi miskin arah penyelesaian,’ tegasnya, Sabtu 16/05/2026.
Riyan juga menyebut gaya politik seperti itu hanya memperlihatkan betapa sebagian elite lebih sibuk membangun persepsi dibanding menghadirkan solusi nyata. Baginya, keberanian politik tidak diukur dari seberapa keras menyerang di depan kamera, tetapi seberapa konsisten memperjuangkan kepentingan publik tanpa tebang pilih.
‘Rakyat hari ini sudah lelah dengan politik gaduh. Sedikit masalah dipelintir jadi panggung moral, padahal substansi persoalan dibiarkan kabur. Kritik jangan berubah jadi alat mencari sorotan,’ ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pejabat publik memang wajib dikritik, tetapi etika dan proporsionalitas tetap harus dijaga agar demokrasi tidak berubah menjadi arena saling serang demi kepentingan politik sesaat.***
Editor : Aab Abdul Malik
(Dul)
